
Hai para readers !
_
_
_
Di tengah perjalanan yang sunyi itu , Revan memberanikan untuk berbicara.
" Jadi apakah Arga anak aku , Ra ? " Tanya Revan berusaha lembut.
" Aku ga mau jawab , Van. Kamu ga ada hak untuk tau " Tegas Mira.
" Kalau gitu siapa ayah nya Arga ? " Tanya Revan lagi.
"Jangan mulai lagi , Van . Aku udah capek seharian ini " Ucap Mira lalu memalingkan wajah nya menatap keluar jendela disamping nya yang tiba - tiba jadi menarik.
Revan akhirnya mengalah untuk membiarkan Mira tidak menjawabnya.
Dalam hati Revan berpikir mungkin diri nya terlalu tergesa - gesa , ia harus menyiapkan rencana lain nya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam , akhirnya mereka kini sampai di depan unit Mira .
" Sampai di sini aja " Ucap Mira setelah berhasil membuka kunci unitnya.
" Biar aku aja yang nganterin Arga, bisa - bisa Arga bangun lalu aku kasih ke kamu. Ini udah tengah malem , Ra ? " Ucap Revan.
Akhirnya dengan berat hati , Mira mempersilah kan Revan masuk ke unitnya dan mengantar Arga hingga sampai ke dalam kamar nya.
Setelah selesai membaringkan Arga , akhirnya Revan keluar dari kamar itu. Ia juga merasa tidak enak berlama - lama berada di dalam sana.
Namun saat kakinya ingin melangkah keluar , Revan menagkap kotak musik di atas meja rias Mira.
Kotak musik yang sama dengan yang ia berikan saat hendak pergi kuliah ke Prancis.
" Aku pulang " Pamit Revan saat ia sudah di ruang tamu milik Mira.
" Besok aku jemput kamu pagi - pagi " Ucap Revan lagi.
Mira tidak menjawab nya tapi Revan tau jika Mira mendengar ucapannya itu. Kini Mira sedang mengantar Revan kedepan unitnya , bentuk sopan santun nya yang di tanamkan oleh keluarga nya.
" Mira " tiba - tiba Revan memanggilnya.
__ADS_1
" Hmm ? " Hanya gumaman kecil yang keluar dari bibir wanita itu.
" Kesempatan itu... Apakah masih ada ? " Tanya Revan .
" Udah ga ada Van " Jawab nya.
" Aku mohon , Ra . Setidaknya kamu pikirin dulu baik - baik , kalau bukan buat aku setidak nya buat Arga. Aku yakin dia anak aku , aku inget pernah ngelakuin ' itu ' sama kamu " Ucap Revan.
Tiba - tiba tubuh Mira menegang seketika , dia terkejut mengetahui fakta yang satu ini. Ia pikir Revan tak pernah ingat bila ia pernah melakukan hubungan suami istri.
" Aku harap kamu pikirin dulu baik baik sebelum kasih keputusan , aku pulang . " Revan mengusap pucuk kepala Mira lembut , seolah menyakinkan wanita itu jika ia sudah berubah.
Mira hanya bisa diam ditempat nya , kedatangan Revan benar - benar memberikan banyak kejutan yang tidak henti - hentinya.
Sungguh pertahanan yang selama ini ia bangun seakan - akan tidak kokoh lagi seperti sebelum nya itu.
-
-
-
__ADS_1
Maaf makin dikit soal nya lagi banyak tugas nih. Jangan lupa untuk dukung, vote,like and komen ya !