
Hy para pembaca !
-
-
-
Di langkahkan kaki nya dengan cepat , untuk pertama kalinya Revan merapal kan doa - doa di dalam hati nya , pria itu berharap Mira belum jauh.
" Miraaaa ! " Teriak Revan saat menemukan Mira yang berdiri di depan pintu lift.
Mira yang sadar akan kehadiran Revan pun akhirnya berlari membawa Arga di dalam dekapan nya.
Meskipun tenaga nya bisa habis betulan jika ia tidak buru - buru masuk ke tangga darurat dan mengunci nya.
" Miraaaaa ! Jawab aku " Ucap Revan dengan mengetuk pintu darurat itu.
" Pergi Revan , apa yang kamu mau ? " Ucap Mira yang menahan isak tangisnya agar tidak terdengar oleh Revan.
Seharian bertemu Revan sangat tidak baik untuk hati nya ,sebab kepingan terakhir hati nya itu masih menyimpan rasa cinta untuk Revan.
Meskipun wanita itu tau jika ini adalah hal yang bodoh sepanjang hidup nya , mencintai seseorang yang sering menyakiti hati nya sendiri.
__ADS_1
Memang cinta itu buta ya.
Namun kini keadaan nya berubah , sudah ada sosok Arga di sisi nya. Mira tidak ingin terjatuh lagi , sudah cukup diri nya itu down dan hampir bunuh diri.
Jika saja ia tak ingat bila ia mempunyai buah hati di dalam perut nya mungkin ia akan melompat dari atas gedung .
" Aku ingin kesempatan. Ya , kesempatan " Ucap Revan.
" Maaf , kamu udah habisin semua kesempatan yang aku kasih Van . Sekarang aku mohon, tolong kamu pergi dan tinggalkan kamu di sini " Ujar Mira lagi - lagi menahan isakan nya , beruntung pintu tebal ini memisah kan mereka.
Terdengar suara langkah kaki menjauh dari balik pintu, Mira bernapas lega. Namun ada bagian dalam diri nya yang terasa sakit sekali.
Ternyata Revan benar - benar tidak memperjuang kan nya , pria itu pergi saja dalam satu penolakan.
Lagi dan lagi , sosok Revan kembali menghunus kan belati tak kasat mata tepat di hati nya.
Pria itu membuka pintu darurat yang tidak dikunci dengan perlahan, takut Mira mendengar nya dan lari lagi.
Sayup - sayup terdengar isakan yang sangat memilukan, suara yang sama ia dengar di masa Mira masih bergelar istri nya.
*** 3 tahun lalu.
Revan masuk ke dalam kamar nya dengan hati - hati, tidak ingin membangun kan Mira yang sedang tertidur memunggunginya.
__ADS_1
Sebab ia tak mau berbicara dengan Mira saat ini , namun saat Revan melangkah kan kakinya terdengar rintihan yang sangat menyayat hati.
Di lihatnya punggung yang bergetar hebat itu , Revan yang pernah melihat itu sebelum nya Mira selalu tersenyum bahkan saat ia membentak dan berkata kasar.
Seakan bisa merasakan sakit yang wanita itu rasa kan , Revan memilih untuk meninggalkan nya.
***
Suara tangis makin terdengar saat Revan makin mendekat kan kakinya ke sumber suara , lagi - lagi Revan bisa merasakan sakit yang Mira rasakan .
Namun saat di lihatnya pertama kali wajah Mira yang menangis itu , tiba - tiba muncul keinginan yang sangat kuat untuk melindungi wanita itu.
Revan mempercepat langkah kaki nya , menghampiri Mira yang sedang menangis sambil menggendong putranya.
Mira nampak kaget , namun belum selesai keterkejutan nya Revan menarik nya dan merengkuhnya. Memeluk dengan sangat erat.
Satu hal yang pasti , Revan merasakan ketenangan dan kelegaan .
Mira hanya bisa menangis di dalam pelukan pria itu , hati kecilnya pun merasakan hal yang sama dengan yang Revan rasakan.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa untuk dukung, vote, like and komen !