Ubahlah Aku

Ubahlah Aku
Eps. 22


__ADS_3

Hai para readers !


_


_


_


Seorang perempuan dengan pakaian sexy masuk ke ruangan Revan , ia menatap tidak suka dengan pemandangan yang tersuguh di depannya.


seorang wanita sexy dan berparas cantik berjalan memasuki ruangan Revan , ia bahkan menerobos masuk saat sekretaris Revan melarangnya.


" Revaaaaaan " Wanita itu merengek dengan manja , ia bahkan sedikit meliuk - liukkan tubuhnya yang berbalut pakaian minim itu ( Biasa lah namanya juga murahan ).


Revan menolehkan kepalanya dan menatap tidak suka.


" Ih kamu kok diem in aku aja sih " Wanita itu berjalan mendekati lalu mencium bibir Revan di depan Arga.


Revan mendorong wanita itu dengan kasar , merasa tidak duka karena wanita itu berani menyentuh nya di depan Arga.


Sementara Arga juga melemparkan sinyal ketidaksukaan nya dengan wanita itu.


" Aria, apa yang kau lakukan ?! " Revan sedikit membentak.


Aria terlonjak karena Revan belum pernah membentak nya sejak mereka berpacaran seminggu yang lalu , padahal ia sudah memberikan serangan cintanya dengan gencar kepada Revan.


Saat ia sudah mendapatkan Revan ,pria itu malah membentaknya.


" Kamu kenapa sih , sayang " Aria tambah berani bahkan wanita itu memeluk lengan Revan.


Arga yang telah di turunkan dari gendongan Revan sejak wanita itu berjalan masuk pun menatapnya semakin tidak suka.


" Papaaaa " Arga merengek lalu menarik ujung jas yang Revan kenakan.


Sadar dengan panggilan putra kecil nya , Revan menepis tangan Aria lalu mengangkat Arga kembali ke dalam gendongan nya.

__ADS_1


Arga lalu mencium Revan sambil menatap Aria , mengejek . Itu yang anak laki - laki itu lakukan.


Senyum di bibir Revan terukir semakin lebar , Arga terus mencium Papa nya itu sambil sesekali menatap Aria.


Aria yang sadar akan kelakuan Arga itu pun menatapnya dengan tatapan penuh benci , kilatan amarah terlihat jelas di mata nya.


" Revaaan , kita belanja yuk. Aku bosen nih " Ucap Aria merengek kepada Revan.


Revan hanya diam , ia sedang berfikir apakah sebaiknya ia mengajak Arga ikut pergi berbelanja.


Revan ingin membelikan Arga beberapa setel pakaian.


" Arga - "


Seakan tau apa yang di pikiran Revan , Arga langsung memotong ucapan Revan.


" Papa , kita pulang sekarang aja yuk. Arga capek " Arga sedikit merengek lalu memeluk leher Revan.


" Ya udah , kita pulang aja " Ucap Revan sambil mengelus pundak Arga.


Aria mendelik kan matanya pada Arga , namun bukannya takut . Anak kecil itu malah menjulurkan lidahnya pada Aria.


Bahkan anak kecil itu memanggil Revan dengan sebutan Papa. Baru Revan ingin menjawab , suara Arga terdengar lagi.


" Ini Papa Revan , Papa nya Arga. Jadi Arga ini anaknya , tante ga tau, ya ? " Jelas Arga.


" Revan ?! Dia beneran anak kamu ? Anak kurang ajar ini emangnya anak kamu ? "


" Nama nya Arga dan dia emang anak aku . Jadi berhenti panggil anak aku dengan sebutan dia , anakku punya nama dan ingat jangan coba - coba kau ucapkan kata kurang ajar ! " Revan membentak.


" Ya aku kan ga tau , sayang " Ucap Aria membela dirinya.


" Tante , kita mau pulang nih. Tante juga pulang sana , kata Mama kalau bajunya seketek nanti masuk angin. " Jelas Arga dengan polos.


" Heh, kamu ?! " Aria membentak Arga tanpa sadar.

__ADS_1


Mata Arga mulai berkaca - kaca , sebab sejak ia di lahirkan belum pernah ada yang membentaknya.


Revan yang melihat nata arga berkaca - kaca seperti itu , amarahnya memuncak seketika.


" Minta maaf !!! " Revan membentak Aria.


" Aku ga mau ! "


" Minta maaf ! "


" Aku ga mau , Revan ! "


" Keluar sekarang dan jangan pernah temui aku lagi ! "


" Revaaaan " Aria langsung merengek, ia menarik lengan Revan yang bebas.


" Lepas ! Aku bilang keluar , ya keluar ! Kamu tuli , hah ?! " Revan malah semakin membentaknya.


" Kamu bakalan nyesel udah giniin aku ! " Aria keluar dari ruangan Revan dengan amarah nya yang memuncak.


Meskipun mereka berdua baru berpacaran selama seminggu , tapi cinta yang gadis itu miliki sudah sangat dalam untuk Revan.


Siapa wanuta yang tak jatuh hati pada sosok Revan ? Pria tamvan , sukses , kaya raya , punya banyak perusahaan.


Apapun yang wanita - wanita itu inginkan , pasti bisa terpenuhi oleh sosok Revan.


" Dia siapa, Pa ? " Tanya Arga saat Aria sudah keluar dari ruangan Revan.


" Orang aneh " Ucap Revan lalu menggendong Arga keluar ruangannya untuk mengantar pulang.


***


_


_

__ADS_1


_


Jangan lupa untuk dukung , vote , like and share !


__ADS_2