
Hai para readers !
Makasih untuk dukungan nya ;'/
_
_
_
Panik kembali menguasai Mira , ia bingung bukan kepalang sebab pihak sekolah mengatakan jika Arga telah dijemput ayahnya.
Tapi Mira tidak menemukan putra kecilnya itu dikantor.
Mira tambah panik saat ponselnya berbunyi dan menampilkan sebuah notifikasi berita online tentang maraknya penculikan anak , Mira melemas hingga jatuh terduduk di hadapan sekretaris yang menatapnya bingung.
" Papa , apa Arga boleh minta es krim lagi ? " Tanya Arga pada Revan yang kini sedang memeriksa sebuah berkas.
" Kamu udah makan es krim 2 mangkuk , Arga. Nanti kamu sakit , nih minum air anget yang banyak. " Ucap Revan sambil bangkit dari kursinya dan mengambil air anget pada dispenser yang tersedia di ruangan pria itu.
Arga mengambil nya dan langsung meneguk air anget itu.
" Kamu mau makan apa ? " Tanya Revan sambil mengelus rambut Arga.
" Ah, Papa. Arga udah kenyang tau , tadi Papa beliin Arga makan siang banyaaaaaaak bangeeeeeeeet " Ucap Arga menolak karena Revan sudah memberikan nya banyak makanan.
__ADS_1
" Kamu mau pulang sekarang ? Tadi kamu ga mau langsung pulang , Papa bingung. Ternyata kamu lapar , makanya Papa ajak ke kantor aja. Soalnya Papa ga punya banyak waktu tadi. "
" Emang kenapa Papa ga punya waktu ? " Tanya anak kecil itu dengan mengerutkan alis nya.
Revan mengusap kening putra kecilnya itu dengan kedua tangannya.
" Kamu ga boleh sering mengerutkan alis , nanti jidat kamu kaya kakek - kakek lho " Goda Revan.
" Uh, Papa belum jawab Arga " Kini putra kecil nya itu malah menggembungkan pipinya.
Revan terkekeh , dan menjawab pertanyaan dari putra kecilnya itu.
" Tadi Papa lagi rapat , terus guru kamu nelpon Papa. Tapi Papa ga denger. Terus pas Papa liat hp , ada telepon masuk. Ya udah Papa telepon balik aja , abis Papa ke inget Arga sih " Jelas Revan sambil mencubit kedua pipi Arga.
" Besok pagi Papa jemput dan anterin Arga ke sekolah lagi kan ? " Tanya Arga.
" Papa ga bisa ya ? Pasti tadi Mama marahin Papa ya dijalan ? " Tebak Arga.
Revan diam tidak tau harus jawab apa , dia pandai berbohong tapi entah mengapa ia tak bisa membohongi Arga.
" Papa ga jawab , berarti Arga bener kan ? "
" Bukan begitu , Arga "
" Arga ga mau pulang pokoknya ? " Anak kecil itu mulai menangis.
__ADS_1
" Arga jangan nangis dong , Papa ga bisa janji " Revan menggendong putra nya dan berusaha menenangkan Arga yang semakin terisak - isak.
" Arga ga punya Papa , temen - temen Arga suka nanya dan ngeledek in Arga. Sekarang Arga udah punya Papa , tapi Papa ga mau anterin Arga " Arga terus menangis.
Seandainya bisa semudah itu . Batin Revan.
" Arga sekarang pulang dulu ya , nanti Papa yang ngomong sama Mama kalau besok Arga Papa yang antar " Revan berusaha membujuk putranya itu.
" Arga ga mau pulang , kalau Arga pulang Arga ga bisa ketemu Papa lagi nanti "
" Kita pulang ya ? Biar Papa yang bujuk Mama "
" Papa janji, kan ? "
" Kalau gitu , Arga mau disini Samapi Papa selesau kerja. Arga mau deket - deket sama Papa "
" Oke " Revan memeluk putra kecilnya lalu memberikan kecupan bertubi - tubi di wajah Arga.
Seorang perempuan dengan pakaian sexy masuk ke ruangan Revan , ia menatap tidak suka dengan pemandangan yang tersuguh di depannya.
***
_
_
__ADS_1
_
Jangan lupa untuk dukung, vote ,like and share.