Ubahlah Aku

Ubahlah Aku
Eps. 14


__ADS_3

**Assalamualaikum wr wb.


Para pembaca semoga sehat selalu ya , semoga diberi umur yang barokah**.


_


_


_


Jam dinding baru menunjukkan pukul setengah empat pagi , tapi suara bel sudah menggema di unit milik Mira.


Ah siapa yang menekan bel sepagi ini , batin Mira yang baru saja selesai mandi dan hendak menyiapkan sarapan.


Di bukanya pintu itu dan di lihatnya seorang pria dengan setelan jas lengkap , wangi maskulin juga menyeruak dari pria yang sedang berdiri tegas memunggungi nya itu.


" Maaf , ada yang bisa saya bantu ? " Tanya Mira sopan.


Saat pria itu membalikkan tubuh nya , Mira hampir melompat ke belakang jika saja ia tak cepat - cepat menguasai kesadaran nya.


" Revan ? " Tanya Mira yang masih sedikit sadar.


" Hai " Sapa Revan dengan senyuman manis nya.


" Ngapain kamu pagi - pagi datang ke sini ? " Tanya Mira.


" Lha ? Kan aku kemarin udah bilang mau jemput kalian " Jawab Revan.


" Ya ini masih pagi banget , Van. Bahkan aku belum membangun kan Arga " Ucap Mira.


" Ga papa biar aku tunggu " Ucap Revan.

__ADS_1


" Ya udah . Yuk masuk , aku mau bikin sarapan. Kamu udah sarapan ? " Tanya Mira sopan , setidaknya ia harus membayar tumpangan pria itu bukan.


" Ga perlu repot - repot " Ucap singkat Revan saat duduk di kursi di ruang tamu milik Mira.


" Ga papa , kamu pasti belum sarapan " Dalam hati Mira meruntuki diri nya , memalukan sekali jika Revan sadar masih mengingat kebiasaan pria itu.


" Ya sudah ga papa kalo ga ngerepotin kamu " Jawab Revan saat Mira memberi nya sebuah remote tv.


" Kamu nonton dulu aja , aku mau buatin minuman dulu " Ucap Mira.


Revan hanya mengangguk kan kepala nya. Setelah menunggu kurang lima menit , Mira datang menghampiri nya dan membawa nampan minuman dengan secangkir kopi di atas nya .


" Di minum dulu " Ujar Mira lalu meninggalkan Revan sendirian.


Di teguk nya kopi itu oleh Revan, pria itu tertegun sebab Mira masih mengingat selera nya. Dua sendok kopi dengan satu setengah sendok gula , bagian dari dirinya mulai menghardik nya .


Menghardik tingkahnya dulu yang gila - gilaan menyiksa Mira. Tapi ia punya alasan untuk melakukan nya.


Revan masih belum menyalahkan televisi yang ada di hadapannya , mulut nya sibuk meneguk kopi buatan Mira. Setelah bertahun - tahun berlalu , akhirnya ia bisa menyicipi lagi kopi buatan mantan istri nya itu. Minuman favorit nya.


Ia berniat membuat omelette dan sosis goreng , tiba - tiba terdengar suara kursi di geser .


Mira menolehkan kepalanya dan mendapati Revan sedang duduk mengisi kursi di meja milik nya.


" Ada apa Rev? " Tanya Mira menahan rasa gugup nya.


Pasal nya selama mereka menikah , Revan tak pernah mendatangi nya selagi ia memasak . Pria itu selalu turun dari kamar nya setelah makanan di hidangkan di meja makan.


" Apa aku boleh di sini ? " Tanya Revan menghentikan gerakan Mira.


" Kenapa ? " Tanya Mira , kenapa sekarang kamu seperti ini Van , kenapa nggk dari dulu kita kek keluarga kecil yang bahagia batin Mira.

__ADS_1


" Aku ... Hanya ... " Jawab Revan dengan terbata - bata.


" Papa ? " Suara serak Arga yang M


menghentikan ucapan Revan.


" Selamat pagi , sayang. Arga udah bangun " Tanya Revan saat Arga menghampiri nya.


" Selamat pagi , Papa. Papa kok ada di sini ? " Tanya Arga dengan mengusap matanya yang masih mengantuk .


" Papa kan mau jemput Arga dan Mama , Arga mau kan di anterin sekolah sama Papa ? " Tanya Revan


" Arga mau, Pa ! " Tiba - tiba saja Arga langsung segar dan riang mendengar ucapan Revan.


" Mama , ga apal kan kita berangkat sama Papa ? " Tanya Arga takut - takut.


Mira yang melihat reaksi putranya yang ketakutan untuk berbicara dengan nya membuat Mira merasakan rasa bersalah , ia jadi takut jika Arga jadi berbohong hanya karena takut mengatakan kejujuran.


" Ga papa , Arga . Kamu ga perlu takut sama Mana , Mama ga akan marahin kamu kok " Ujar Mira.


Arga berlari dan memeluk Mira.


" Arga sayang sama Mama " Ucap Arga.


" Mama juga sayang sama Arga " Ucap Mira.


Entah mengapa , melihat drama ibu dan anak pagi itu malah membuat Revan terharu . Ia merasa seperti memiliki sebuah keluarga lengkap .


_


_

__ADS_1


_


Jangan lupa untuk dukung , vote , like and komen


__ADS_2