Ubahlah Aku

Ubahlah Aku
Eps. 29


__ADS_3

Hai teman - teman ;'/


-


-


-


Karena kesal, pria tua itu memutuskan panggilan nya. Kau akan mati, lihat saja. Pria tua itu membatin


***


Setelah makan malam romantis keluarga itu, Mira meminta Revan untuk segera mengantarkan nya pulang.


Ia harus kembali bekerja besok, lagi pula ia khawatir dengan pandangan orang yang akan statusnya yang menginap di rumah Revan.


" Kenapa kamu ga tinggal di rumah kita aja, sih ? " Revan mendengus kesal karena kekerasan kepala wanitanya itu.


" Kamu pikir kerjaan aku gimana , Van ? Lagi juga apa kata orang nanti kalau ... " Mira menghentikan ucapannya.


Arga sudah tertidur pulas sejak Revan melajukan mobilnya.


Revan yang paham akan ucapan Mira yang terputus itu memilih mengalah.


" Aku cuma mau jagain kamu, jagain Arga. Aku takut kalian kenapa - kenapa " Ucap Revan akhirnya.


" Kamu ga perlu khawatir Revan, selama tujuh tahun aku bisa jaga diriku dan Arga. Jadi masalah jaga menjaga itu ga perlu kamu pusingin "

__ADS_1


" Mir, aku mohon. Kamu jangan bahas masalah tujuh tahun lagi ya, aku ngerasa bersalah banget dengernya " Takut takut , Revan mengutarakan perasaannya.


" Sorry " Hanya kata itu yang akhirnya bisa keluar dari mulut Mira.


" Klo aku taroh penjaga di sana, ala kamu keberatan ? Aku bisa aja ngelakuin itu tanpa bertanya. Tapi aku mau menghargai pendapat kamu juga " Ujar Revan memecahkan kesunyian yang sempat tercipta.


" Enggak usah , Van. We'll be fine , you ain't gotta worry okey ? " Mira lalu menggenggam tangan Revan yang bebas lalu menatap pria itu dengan lembut.


" Aduh, Mir ! " Ujar Revan tiba - tiba.


" Kenapa ? " Mira sedikit memekik karena kaget lalu melepaskan genggaman nya pada Revan.


" Jangan pegang tangan aku sambil ngeliat in aku kayak gitu, aku jadi gerogi tau " Revan se ndiri terkekeh dengan kata - katanya.


" Apaan sih kamu ! Kaya anak ABG tau, nggak ! " Cibir Mira sambil memukul lengan Revan.


" Sakit ih, Mir " Revan sedikit merajuk tapi senyuman juga tercetak jelas di wajah nya.


***


" Kamu beneran gak apa apa nih ? Aku taro penjaga di sini , ya ? " Bujuk sebelum meninggalkan Unit milik Mira.


Revan masih mencoba peruntungannya, siapa tau Mira mau menuruti nya. Atau bahkan setuju kembali tinggal bersama Revan.


" Kamu kenapa sih , Van ? " Tanya Mira akhirnya karena penasaran dengan sikap Revan yang seperti ini.


" Aku cuma khawatir aja "

__ADS_1


" Khawatir kamu itu berlebihan Rev! " Tukas Mira.


" Iya... iyaa. Aku sampe takut kalau kamu udah manggil aku begitu " Sedari dulu, Revan memang takut jika Mira memanggilnya dengan nama depannya.


Apalagi nama lengkapnya, nyali nya langsung ciut mengingat betapa keras kepalanya Mira. Mungkin palu godam sekalipun tak akan meluluhkan kekerasan kepalanya, apalagi kalau wanita itu sudah merajuk. Revan akan dibuat kewalahan.


Flashback On.


" Ra, nanti kamu jadikan temenin aku makan batagor di kantin ? " Tanya Revan pada gadisnya yang baru turun dari boncengan sepeda nya.


" Iya, Revan. Kan aku udah bilang dari sepanjang jalan tadi, kamu bawel banget deh " Jawab Mira yang sudah sedikit kesal.


" Ya udah, jangan lupa ya. Nanti aku kasih yang seger - seger deh " Bujuk Revan.


Setelah mereka masuk ke kelas dan belajar , akhirnya waktu yang di tunggu - tunggu Revan pun datang. Ia segera menarik tangan Mira untuk mengajaknya makan Batagor bersama di kantin.


" Kamu duduk, biar aku yang pesen " Ujar Revan saat sampai di meja kantin yang kosong.


" Aku ikut aja , ah "


" Jangan, nanti bangkunya di tempati. Udah sana duduk, bandel banget " Revan lalu mengacak rambut Mira, acakan yang benar - benar acak hingga rambut gadis cantik itu menjadi kusut.


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung, vote, like and share !


__ADS_2