
Hai teman - teman !
-
-
" Jangan, nanti bangkunya di tempati. Udah sana duduk, bandel banget " Revan lalu mengacak rambut Mira, acakan yang benar - benar acak hingga rambut gadis cantik itu menjadi kusut.
Melihat Mira yang akan bersuara, Revan pun segera berlari meninggalkan Mira untuk memesan Batagor yang ia idam idamkan kemarin.
UPS ! Si Revan lagi ngidam , emang mo jadi mamak ye.
Seteleh memesan Batagor, Revan mengalihkan pandangannya ke kanan dan ke kiri. Melihat situasi jika saja Mira sedang memperhatikan nya , beruntung teman sekelasnya sedang mengajak Mira berbicara.
Revan pun langsung berjalan cepat menuju tukang es kelapa.
" Eh, Revan. Mau beli es ? " Tanya Kang Asep si penjual Es Kelapa di kantin sekolah Revan.
" Iya nih ,Mang. Mau dua ya tapi yang satu kasih tambahan ini ya, bisakan Kang ? Revan lagi pengen seger - seger , jangan kasih gula juga ya Kang. " Revan sambil memberikan tiga buah jeruk lemon berukuran sedang.
" Iya, bisa kok. Revan yang suka bantuin Akang bacok kin kelapa, ala sih yang nggak ? " Ujar Akang Asep sambil tertawa.
Revan memang suka membantu bantu di kantin, katanya lumayan.
Soalnya orang kantin suka kasih makanan dan minuman gratis ke Revan, jadi bantu buat balas budi lah.
Setelah nenunggu Kang Asep memeras jeruk lemon dan memasukkan nya ke dalam gelas es, Revan mengeluarkan sejumlah uang dan langsung menyambar gelasnya. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih ke Kang Asep.
" Bu, batagor nya udah, kan ? " Tanya Revan yang langsung berbalik ke tukang Batagor.
" Udah dari tadi, Van. Kamu ibu cariin nalah ke Kang Asep , nih udah ibu kasih bonus " Revan mengucapkan terima kasih dan membayar Batagor nya, ia lalu segera kembali ke meja Mira.
" Lama banget sih, Van ! " Ujar Mira yang sudah menunggu terlalu lama.
__ADS_1
" Tadi ngantri , nih Batagor sama es nya " Revan menyodorkan makanan dan minuman yang sudah ia pastikan tidak tertukar dengan miliknya.
" Tumben kamu beliin aku es ? Biasanya kamu ngelarang aku minum es " Mira mengenyitkan dahi nya karena curiga dengan kelakuan aneh pacar nya.
" Udah cepetan di makan, nih aku sampe selesai duluan kan " Revan menunjukkan piring nya yang sudah kosong , lalu pemuda itu langsung meneguk es kelapanya bulat - bulat.
" Cepet amat. Aku aja belom lho , Van " Mira lalu memakan batagor nya.
Pada suapan terakhir, Mira dibuat terkejut karena ia malah mengunyah banyak cabai. Revan yang peka terhadap perubahan wajah Mira itupun langsung bangkit dari duduknya.
" Mir, aku ke perpustakaan dulu ya, tadi kata Doni aku dicariin Bu Mila. Aku belum balikin buku " Ujar Revan lalu meninggalkan Mira sambil berhitung mundur.
Mira yang kepedasan itu langsung meneguk es kelapa nya, seketika ia mengernyit, menemukan rasa asam yang luar biasa dalam es kelapa nya.
Kerjaan siapa lagi kalau bukan Revan , Revan masih berhitung mundur.
3...
2...
" Revan ! Kamu mau racunin aku, hah?! " Dan benar saja, suara menggelegar milik Mira memenuhi kantin tepat pada perhitungan ke satu.
Revan yang mendengarnya tertawa terbahak bahak dan terus berlari, takut melihat wajah Mira yang pastinya sangat menyeramkan untuk ia lihat sekarang.
Warga sekolah yang sudah tau bagaimana usilnya seorang Revan dalam menjahili pacar nya itu hanya bisa tertawa mendengar teriakan Mira.
Karena hal itu, Mira benar benar merajuk pada Revan. Mira menghindari Revan sampai seminggu lebih , membuat Revan kewalahan.
Segala jurus telah di berikan, kecuali ada uang ada sayang. Tapi tetap saja Mira menghindari nya, dari situ ketakutan Revan akan Mira yang memanggilnya dengan nama lengkap.
Flashback Off.
" Kenapa kamu malah senyam senyum ? Lagi inget waktu kamu ngeracunin aku pake garem ? " Tanya Mira yang sadar ketika Revan tiba - tiba senyam senyum tanpa alasan.
__ADS_1
" Ehee, kamu tau aja, Mir. " Revan lalu menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal sambil tersenyum lebar.
" Udah sana pulang, udah malem banget " Usir Mira karena tak tahan dengan senyuman Revan.
" Ngusir kamu mah , ya udah aku pulang ya. Kamu hati - hati disini " Ujar Revan lalu mengusap rembut Mira lembut, ia lalu membalikkan tubuhnya untuk segera keluar dari unit Mira.
Tiba - tiba tangan melingkar di pinggang Revan, membuat langkah kakinya terhenti.
" Makasih, Van. Aku seneng banget malam ini " Ujar Si Pemilik tangan yang tak lain adalah Mira.
Revan membalikkan badannya, lalu membalas pelukan Mira.
" Aku yang seharusnya makasih karena udah di kasih kesempatan sama kamu, makasih ya Mir " Revan lalu mencium pucuk kepala Mira lembut, menyalurkan perasaannya.
Mira yang salah tingkah itu lalu mendorong Revan dan mengusirnya.
" Udah sana pulang ! " Usir Mura dengan pipi yang merona.
Revan tergelak melihat wajah Mira, tapi ia segera pergi karena takut mengganggu istirahat wanitanya jika ia terlalu lama berada di sana.
" Ya udah aku pulang ya, kunci pintunya jangan lupa " Jelas Revan , Mura mengantarkan nya sampai di depan unit.
Lalu menutup pintunya setelah memastikan Revan masuk ke dalam lift.
" Dia sudah pulang, laksanakan tugasmu dengan benar. Mengerti ?! " Ucap seorang pria tua pada seseorang di seberang telepon, pria tua itu berdiri di depan sebuah layar yang menampilkan gambar koridor sebuah apartemen.
" Kita tunggu saja, bedebah !? " Ucapnya lalu meninggalkan ruangan itu.
* * *
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa klik like and share ya !