Ubahlah Aku

Ubahlah Aku
Eps. 25


__ADS_3

Hai teman - teman , selamat membaca !


_


_


_


" Argaaaa...sayaaang...bangun donk cintanya Mama ,udah pagi nih " Ucap Mira sambil menepuk pelan pipi Arga.


Revan yang masuk ketika Mira selesai berdandan pun mengurungkan niatnya untuk membuka suara , ia ingin menikmati momen indah yang selama ini sudah sangat jauh ia lewatkan. Sayang sekali kan.


Arga mulai menggeliat , anak kecil itu sudah membuka matanya tapi memilih untuk menutup nya lagi.


" Argaaa ayo dong bangun , kita harus segera pulang sayang "


" Arga ga mau pulang , Ma " Arga menarik selimut nya sampai ke kepalanya.


" Arg- "


" Kenapa harus pulang ? " Revan akhirnya membuka suara karena mendengar keinginan Mira yang ingin pulang.


" Lho...kita kan udah... " Belum sempat menyelesaikan ucapan nya , ponsel di atas balas berdering.


" Kamu bawa ponsel aku ? " Tanya Mira pada Revan.


" Aku ga bawa , tapi kamu yang bawa "


" Aku ? "


" Kamu kan pingsan sambil megang ponsel ,Mir. Mana kenceng banget lagi megang nya "


Mira ingin mengeluarkan suaranya , tapi lagi - lagi ponsel nya menginterupsi.


" Ya ? Halo ? "


" ... "


" Aku...."


" Mama ga ngerti "


" ... "


" Aku ga mau ! "


" ... "


" Ma ! " Mira mengeluarkan air matanya , kali ini ia tak mau menahan nya lagi seperti dahulu. Menahan air mata membuatnya merasa lebih terluka.


" Ada apa ? " Tanya Revan yang ternyata sudah berada di samping Mira.

__ADS_1


" Mama, Van "


" Kenapa ? " Tanya Revan.


" Mama tau aku ketemu sama kamu "


" Terus ? "


" Mama marah , Van . Dia bilang aku ga punya harga diri , Mama minta aku buat ga nemuin kamu lagi "


Lagi - lagi air mata Mira semakin membanjiri wajah cantiknya.


" Ssstt ! Ga akan ada yang bisa misahin kita lagi , Mir. Pegang kata - kata aku " Revan menarik Mira kedalam dekapannya, pria itu juga mengusap kepala Mira agar wanitanya itu berhenti menangis.


Mira memeluk Revan dan mengencangkan pelukannya, seakan Mira takut jika melonggarkan nya sedetik saja. Ia bisa kehilangan Revan nya lagi.


Revan pun mencium kening Mira dengan sayang , memancarkan keyakinan jika mereka tak akan pernah berpisah lagi.


" Mama sama Papa mau kasih Arga adik ya ? " Tanya Arga dengan polosnya.


Sontak perkataan putra nya itu membuat Mira menghentikan tangisannya dan melepas pelukannya dengan Revan.


" Arga mau ? " Tanya Revan.


" Mau , Pa ! " Jawab Arga antusias.


" Revaaaan ! " Mira memukul lengan Revan dengan wajah nya yang masih memerah.


" Teman Arga , Ma. Kata teman Arga , kalo kita di cium nanti bisa hamil "


" Kamu jangan keseringan ngobrol sama teman di sekolah , mengerti ? "


Arga mengangguk kan kepalanya.


" Kamu jangan serius jaya gitu dong, Mir. Liat tuh anak kita jadi ketakutan " Jelas Revan.


" Anak kita ?! " Mira mengelak karena masih malu dengan Arga.


" Kamu mau aku ingetin gimana kita buatnya ? " Bisik Revan di telinga Mira , membuat wanita itu merinding seketika.


" Sana kamu! " Usir Mira yang sudah tidak tahan lagi dengan rasa panas yang menjalar di kedua pipinya.


" Ayo , aku kesini mau ngajak makan. Sarapannya udah siap " Jelas Revan masih dengan wajah jahilnya.


" Nanti aku susul sama Arga , keluar sana ! "


" Iya iyaaaa " Revan mengalah karena tak tahan ingin terus tertawa melihat ekspresi wanita nya.


***


Mira dan Arga menuruni anak tangga , mereka mendapati Revan tengah duduk di kursi utama di meja makan sedang menyesap secangkir teh.

__ADS_1


" Anak Papa udah tamvan nih " Ucap Revan saat menyadari kehadiran dua orang kesayangan nya.


Arga tersenyum malu - malu lalu duusk di pangkuan Revan dan memeluk pria itu dengan erat.


" Hei , anak Papa kenapa ? "


" Ga apa - apa, Arga cuma pengen peluk Papa aja. Arga takut ga bisa ketemu Papa lagi "


" Arga jangan ngomong gitu dong " Ucap Revan sambil memeluk putra kecilnya.


Seorang pelayan memasuki ruang makan sambil membawa hidangan terakhir , sepiring omelette telur dengan sayur - sayuran. Makanan kesukaan Mira.


" Van ? " Tanya Mira yang heran , pasalnya sejak hari pertama menikah .


Revan sudah berubah menjadi sosok pria yang sama sekali tak Mira kenal , Mira lebih sering sendirian melakukan aktivitas yang seharusnya di lakukan berdua dengan Revan. Ia menjadi heran kenapa Revan tau makanan kesukaan nya.


" Waaaaah ini nyonya yang fotonya ada di kamar tuan , ya ? " Tanya pelayan tersebut sambil meletakkan hidangan terakhir.


Mira hanya tersenyum tanpa berniat menjawab, wanita itu terlalu malu untuk menjawab.


" Silahkan di makan , Nya " Ucap Pelayan tersebut, pelayan itu pun bergegas meninggalkan ruang makan.


" Arga, sini di samping Mama. Nanti Papa ga bisa makan kalau Arga duduk di pangkuan Papa " Tegur Mira dengan lembut.


Dengan berat hati , Arga turun dari pangkuan Revan dan duduk di kursi yang Mira tunjuk.


" Papa, doa " Punya Arga kepada Revan supaya memimpin doa.


" Oke, sebelum berdoa. Papa mau nanya sama Mama , kamu suka makanannya kan ? " Revan mengangkat sebelah alisnya.


Mira yang mengerti makanan apa yang dimaksud Revan segera menganggukan kepala nya tanpa berniat membuka suara.


" Kamu jangan heran , dulu waktu kita masih sekolah kamu selalu bawain aku itu. Padahal kamu tau aku ga suka sayur , tapi kamu bilang ini makanan kesukaan aku Revan. Kalau aku suka ya berarti makanan itu enak " Jelas Revan sambil memperagakan gaya bicara Mira sewaktu dulu.


Mira menundukkan kepalanya, pagi ini Revan sudah menyerang nya hingga ia terus - terusan merasa malu.


Arga hanya menatap kedua orang tua nya dengan senyum yang mengembang , ia sangat senang sekarang keluarga nya telah lengkap.


Ting...tong...ting...tong...


Belum sempat mereka memulai sarapannya , suara bel di rumah itu menghentikan aktivitas mereka.


" Biar aku yang buka " Ujar Mura sambil bangkit dari duduknya , ia harus menormalkan wajahnya dan juga jantung nya.


_


_


_


Jangan lupa untuk dukung vote like and share !

__ADS_1


__ADS_2