
Hai - hai , kita ketemu lagi ya.
_
_
_
Seandainya ada cara yang lebih benar . Revan membatin .
" Sekarang Arga mandi ya sama Mama , nanti kesiangan. Van kamu kalo mau makan duluan , makan aja ya. Aku mau mandiin dan rapiin Arga dulu " Ucap Mira.
Revan hanya mengangguk dan mata nya tak lepas dari Mira dan Arga.
Bodoh nya , bisa - bisanya aku melewatkan momen seperti ini bertahun - tahun. Batin Revan.
Dua puluh lima menut kemudian , Mira dan Arga datang . Mereka berdua sudah berpakaian rapi , Arga menggunakan seragam sekolah nya dan Mira menggunakan setelan kerja nya.
" Loh kamu belum makan , Van ? " Tanya Mira yang kaget karena Revan belum menyentuh makanan nya.
" Belum " Jawab Revan.
" Kamu ga suka makanan nya ? " Tanya Mira lagi.
" Cuma mau makan bareng kalian aja " Jawab Revan dengan senyumannya itu.
Ada rasa hangat yang menggelenyar di hati Mira saat melihat senyum tulus dari Revan.
" Ya sudah, yuk makan " Ajak Mira.
Mira dan Arga mengisi kursi kosong di meja makan itu.
Setelah Revan memimpin doa , mereka akhirnya makan bersama dengan sedikit perbincangan seputar kerjaan.
***
Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit , akhirnya mereka sampai di parkiran sekolah Arga .
__ADS_1
Mereka bertiga turun dari mobil Revan setelah Revan membukakan mereka pintu.
" Ma " Arga menundukkan kepalanya.
" Ada apa sayang ? " Tanya Mira yang berjongkok menyesuaikan tinggi putra kecilnya itu .
Revan hanya menatap mereka berdua.
" Apa boleh klo Mama dan Papa anterin Arga sampai depan kelas ? " Tanya Arga takut - takut.
" Kenapa sayang ? Biasanya sampe sini doang ? " Mira mengusap pucuk kepala Arga sayang.
" Arga mau tunjukkin ke temen - temen Arga. Arga kemaren makan siang juga sama Mama dan Papa Arga . Hari uni Arga juga dianterin sama Papa ke sekolah , ga cuma sama Mama aja " Jawab Arga ragu - ragu.
" Arga , Om Revan itu bukan Papa nya Arga. Kalau Arga panggil Om Revan Papa , bukan berarti Arga boleh bilang ke temen - temen Arga kalo Om Revan itu Papa nya Arga " Jelas Mira.
" Begitu ya , Ma ? " Tanya Arga makin menundukkan kepalanya.
" Nggk, kok. Arga emang anak Papa Revan , Arga ga boleh manggil Om lagi ke Papa. Arga ngerti , kan ? " Jelas Revan yang menolak akan penjelasan dari Mira.
Mata anak kecil itu langsung berbinar - binar saat mendengar ucapan Revan. Mira hampir membuka suara lagi tapi saat melihat wajah putranya yang berbahagia itu, ia tak sanggup untuk merampas nya hanya karena keegoisan nya.
" Maafin Mama ya , Ga. Ayo sekarang kita ke kelas Arga , Mama sama Papa yang anterin " Untuk pertama kalinya Mira memanggil Revan dengan sebutan Papa.
Mereka lalu mengantar Arga ke kelasnya dengan Revan yang menggendong Arga dan Mira yang membawa tas kecil milih putra nya itu. Sampai didepan kelas , Revan menurunkan Arga .
Teman - teman putra kecil nya langsung menghampiri nya. Kadang anak kecil memang terlalu ingin tau.
" Temen - temen , ini Papa Arga. Kemarin Arga makan siang sama Mama dan Papa di restoran. Meskipun ga ada banyak bunga kaya Miko , tapi Arga seneng bisa makan sama Mama dan Papa " Jelas Arga riang pada teman - teman nya.
" Om , apa bener Om itu Papanya Arga ? Arga kan ga punya Papa. Iya kan temen - temen ? " Tanya seorang anak laki - laki yang nampak mengejek Arga.
Tiba - tiba tawa anak - anak itu pecah karena mereka yakin Arga berbohong tentang keluarga nya.
" Bener , kok. Om ini memang Papa nya Arga." Akhirnya Mira angkat bicara saat dilihat nya Arga hampir menangis.
Seulas senyum terbit di bibir manis Arga.
__ADS_1
" Tuh kan , kalian jangan nakal ya sama Arga. Nanti diomeli loh sama Pala Arga." Arga menjulurkan lidahnya pada anak laki - laki yang bernama Rey itu.
Revan hanya diam saja. Pria itu masih terkejut dengan ucapan Mira , hatinya senang namun masih bertanya - tanya apakah sungguh - sungguh saat mengucapkan nya.
" Ya udah Arga masuk ya , Mama sama Papa mau berangkat ke kantor sekarang. Arga jangan nakal ya " Mira mengecup kening putra kesayangannya itu.
Teman - teman Arga sudah masuk bersama dengan putra kecil nya itu. Namun anak laki - laki tadi masih saja berdiri di depan pintu.
" Tante , Tante bohong kan ? " Tanya Rey menghentikan langkah kaki Mira dan Revan yang hendak meninggalkan tempat itu.
" Tante ga bohong " Revan yang menjawab laki - laki kecil itu.
" Waktu itu Arga bilang klo dia ga punya Papa. Arga bilang Mama nya selalu sedih kalau Arga nanya soal Papa nya , jadi Tante bohong kan ? " Tanya Rey yang belum yakin.
Huh anak kecil ini . Revan membatin geram.
Mira hanya diam , dia baru tau jika ternyata keegoisan nya itu bisa berdampak besar seperti ini. Dia merasa menjadi sosok ibu yang gagal.
" Tante ga bohong , nama kamu siapa ? " Tanya Mira.
" Rey , Tante. " Jawab Rey.
" Rey , mau ga tolong in Tante ? " Pinta Mira.
" Mau kok asal Tante ga sedih lagi , kalo tante sedih Arga juga ikut sedih " Ucap Rey.
Ah ternyata pria kecil ini perhatian pada Arga ku. Batin Mira.
" Kalau gitu , Rey jagain Arga ya. Jangan biarin Arga sedih , kalau Rey tanya seperti tadi nanti Arga sedih. Rey mau kan janji sama Tante ? " Tanya Mira dengan lembut.
" Iya tante, Rey mau " Rey mengangguk mantav ;/.
Mira dan Revan akhir nya meninggalkan anak laki - laki itu , mereka berjalan beriringan ke mobil yang di parkir dengan terik nya matahari pagi menambah rasa kesunyian.
_
_
__ADS_1
_
Jangan lupa untuk dukung , vote , like and komen ya !