
Hai para readers !
_
_
_
Tenang karena ada dalam dekapan Revan , dan lega karena ternyata pria itu tidak pulang meninggalkan nya seperti yang ia pikir kan .
Mira merasa bodoh namun hati nya tidak bisa menolak dekapan Revan.
" Ma, Mama kenapa ? " Tanya Arga yang terbangun itu pun terkejut Mira yang sedang menangis , apalagi mereka ada di dalam dekapan Revan.
Mira tidak bisa menjawab tidak apa - apa , yang wanita itu bisa lakukan hanya menangis.
" Pa , Mama kenapa ? " Arga beralih bertanya pada Revan karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang ibunya.
Dengan tidak rela , Revan melepaskan dekapan nya itu.
" Mama ga papa kok, sekarang kita pulang ya. Udah malam , Papa yang antar. Ayo sini , Arga. Papa aja yang gendong " Revan lalu mengambil Arga gendongan nya, Mira tidak bisa menolak nya sebab tenaga nya sudah habis .
" Ga papa kan , Mir ? " Untuk pertama kalinya Revan meminta izin kepadanya.
Mira hanya bisa mengangguk lemah .
__ADS_1
Revan membuka pintu darurat dan mempersilahkan Mira keluar dahulu , Arga kembali terlelap dalam gendongan nya.
Mereka lalu berdiri di depan lift , Revan menekan tombol yang ada. Tidak butuh waktu yang lama karena kantor sudah sepi , pintu lift langsung terbuka. Mereka masuk ke dalam lift dan Revan menekan tombol menuju lobby.
Suasana nan canggung tidak terhindar kan didalam lift , akhirnya Mira membuka suara nya.
" Aku bisa pulang sendiri " Ujar nya singkat , namun tidak ingin terlalu formal lagi dengan Revan.
Wanita itu sudah lelah untuk berdebat .
" Engga, biar aku yang antar kalian berdua " Ucap Revan.
" Aku yang bawa mobil " Ucap Mira.
" Tapi besok gimana aku berangkat, aku harus antar Arga ke sekolah . Aku ga mungkin naik taksi online " Ucap Mira yang masih keras kepala.
" Biar besok aku yang antar jemput kalian , aku ga nerima penolakan Mira . Kamu tahu itu " Ucap Revan dan berlalu meninggalkan Mira saat pintu lift terbuka .
" Kamu masih disana , Ra ? " Tanya Revan karena Mira tidak kunjung beranjak dari dalam lift , bahkan pintu lift itu hampir tertutup dan wanita itu hampir terjepit lift jika Revan tidak menekan tombol di luar .
" Hati - hati , Mira ! " Suara Revan meninggi , sebab ia melihat Mira yang hampir terjepit.
Kan kejepit lift tuh sakit lho , hihihi.
Mira mengacuhkan nya meski dalam hati wanita itu juga sama terkejutnya .
__ADS_1
" Cepet donk " hanya itu yang bisa Mira ucapkan .
Di tariknya tangan Mira dan dibimbing wanita itu menuju mobil Revan yang terparkir di parkiran kantor , tangan Revan tak lepas dari jemarinya .
Menjalarkan rasa hangat yang tak bisa mereka berdua hindari.
Saat sampai didepan mobil nya , Revan membukakan pintu penumpang dan membiarkan Arga disana.
Setelah itu dibuka nya pintu untuk mira yang sedari diam di belakangnya.
" Masuk ! " Perintah Revan .
Mira tak menjawabnya, wanita itu hanya perintah mantan suami nya.
Revan menjalankan mobilnya menuju alamat yang Mira sebutkan itu, sebuah apartemen mewah .
Revan tak terkejut sebab Mira seorang CEO di kantor nya .
_
_
_
Maaf ya , kalo novel nya jelek . Mohon bantuannya ya dan jangan lupa like and komen !
__ADS_1