
Hai para readers !
_
_
_
" Baiklah, rapat sudah selesai. Kalian boleh pergi meninggalkan ruangan ini " Ucap Mira yang sedikit risih karena Revan trus memandangnya.
Semua karyawan pun mengikuti ucapan Mira. Di ruangan ini pun menyisahkan Mira, Revan dan sekertaris mereka saja.
" Ada yang ingin ku beritahu " Ucap Revan.
" Erlan, kamu boleh keluar " Jelas Mira dan di angguki oleh Erlan.
" Kalian juga keluar " Jelas Revan.
" Ada apa ? " Tanya Mira to the point.
Melihat orang yang dia cintai berada di depan kita dan hanya mereka berdua sungguh adalah hal yang sulit bagi Mira. Meski hanya tersisa sedikit rasa cinta nya , tetap saja seperti ini tidak baik.
Ia merasakan cinta dan benci di saat yang bersamaan , namun ia berusaha untuk mengendalikan diri nya untuk tidak menangis dan marah.
" Bagaimana kabar mu ? " Tanya Revan.
" Baik, seperti yang terlihat " Jawab Mira dengan dingin.
" Kamu tidak menanyakan kabarku kah ? " Tanya Revan kepada Mira.
" Untuk apa ? " Tanya Mira.
__ADS_1
" Untuk apa ? " Revan mengulang pertanyaan Mira.
" Bukankah sudah sangat jelas kalau kamu baik - baik saja ? " Tanya Mira dengan datar.
" Seperti itu ? " Revan terkekeh.
" Sudah selesai ? " Tanya Mira hendak bangkit dari kursinya.
" Apa kamu sudah menikah ? " Tanya Revan.
" Maaf masalah pribadi ku kau tidak perlu ikut campur " Ucap Mira.
Revan hanya diam membisu, ia tidak berniat bertanya kepada mantan istri nya. Melihat Mira saja sudah membuat hati Revan menjadi lega, meskipun tak pernah ia mencari keberadaan nya. Namun tetap saja , sebuah ruang kosong di relung hati nya yang lama yak ia sadari tiba - tiba terisi begitu saja. Bisa dikatakan Revan senang bertemu dengan Mira lagi.
Apalagi mantan istri nya nampak lebih cantik dan terawat. Tidak seperti saat bersamanya tampak membosankan.
Hahah, enak ya jadi laki . Saat bosan di tinggal trus cari pengganti , apa tidak bisa 1 wanita menetap di hati nya ?
" Kalau sudah tidak ada kepentingan yang lainnya, saya permisi " Ucap Mira meninggalkan Revan yang masih diam.
" Mama " Ucap Arga.
" Lho, Arga ? " Mira mengenyitkan dahi dan tiba - tiba jantung nya terpacu. Ia takut bila Revan melihatnya.
" Maaf , Bu. Tadi Tuan muda memaksa saya untuk mengantar nya kesini " Ucap bawahan Mira.
" Ya sudah, tidak apa - apa. Ini waktu nya makan siang " Ucap Mira.
" Baik, saya permisi " Ucap bawahan tersebut.
" Mama lama , Arga tuh bosen. Om aja udah pulang. " Ucap Arga.
__ADS_1
" Hehe, ya sudah sini Mama gendong " Ucap Mira pada buah hati nya.
" Maafin Mama ya sayang, Arga mau kan maafin Mama ? " Tanya Mira.
Tiba - tiba suara pintu terbuka dari ruangan rapat. Revan keluar dari ruang rapat dan mendapati sosok Mira sedang menggendong anak kecil.
" Halo, om ! " Arga dengan antusias.
Seketika tubuh Mura menengang saat Arga bertemu dengan Revan.
" Hai " Sapa Revan pada Arga.
" Saya permisi " Ucap Mira meninggalkan Revan.
" Ih, Mama. Itu om - om yang mau aku ceritain ke Mama lho " Ucap Arga kepada Mama nya.
" Mama ? " Tanya Revan .
Apakah Mira sudah menikah? Batin Revan.
" Iya ini Mama Arga " Ucap Arga.
" Arga, tidak boleh bicara dengan orang asing ya " Peringatan Mira pada Arga.
•
•
•
Jangan lupa dukung , vote , like ,and koment !
__ADS_1