
Hai teman - teman , makasih ya udah baca karya yang ga bermutu ;'/.
_
_
_
" Orang aneh " Ucap Revan lalu menggendong Arga keluar ruangannya untuk mengantar pulang.
***
" Pa, apa nanti Mama marah ? " Tanya Arga saat mobil Revan memasuki parkiran apartemen Mira.
" Kamu takut Mama marah ? " Tanya Revan.
" Iya. Arga takut Mama marah ke Arga , Arga sayang Mama. Tapi Arga sayang Papa juga , Arga jadi bingung harus belain siapa " Ucap nya dengan kebingungan.
" Kenapa Arga bingung ? Papa dan Mama kan orang tua Arga , Arga harus belain kami dong. Arga ga boleh milih salah satu nya " Nasihat Revan kepada anaknya.
" Oh , begitu ya Pa ? "
" Iya sayang , ayo turun. Kamu ga boleh takut sama Mama , janji ? Kalo Arga janji nanti kita makan siang bertiga lagi " Bujuk Revan , sebab sejak mobilnya sudah berhenti Arga menolak untuk turun.
" Oke , Pa. Arga janji " Ucap Arga sambil mengaitkan jari kelingking nya pada jari kelingking nya Revan.
__ADS_1
Mereka berdua pun turun dari mobil dengan Arga yang berada dalam gendongan Revan.
Saat sampai di depan unit Mira , Arga mendadak ketakutan. Arga mengeratkan pelukannya pada leher Revan , Revan yang menyadari nya pun menegur Arga.
" Ariijn , Arin kan udah janji " Bisik Revan pelan.
Arga tidak menjawab nya namun perlahan pelukan itu mulai mengendur , Revan menekan bel unit Mira namun tidak ada jawaban dari dalam sana.
" Arga tau nomor telepon Mana ? " Revan bertanya pada Arga karena masih belum mendapatkan jawaban dari Mira.
" Arga ga hafal , Pa " Arga menggeleng kan kepalanya.
Baru Revan ingin menekan bel lagi , pintu di depannya sudah terbuka lebar.
Menampilkan sosok Mira dengan mata sembab nya sambil memegang kepala nya yang berdenyut.
" Arga kamu kok ada sama Papa ? Mama cariin ka- "
Bruuuukk.
Belum sempat Mira melanjutkan kata - katanya , dirinya sudah terjatuh dan masuk dalam kegelapan ( pingsan ).
Revan mulai panik segera menurunkan Arga dan menggendong Mira . Arga mengikuti langkah kaki Revan sambil menarik ujung jas Revan.
***
__ADS_1
Mira mengerjapkan matanya , ia menatap langit - langit ruangan yang tidak asing. Ia pun menghirup aroma yang tidak asing. Mira akhirnya sadar ia berada di mana.
Ada rasa bahagia di hatinya bisa kembali mengunjungi ruangan itu , namun ada rasa sedih yang begitu teramat menusuknya.
Di tempat tidur ini , di kamar ini , di rumah ini. Dimana ia habiskan untuk menanti suaminya yang selalu pulang larut , tempat dimana ia banyak membuang air matanya.
Tapi tempat yang paling ia rindukan sejak tujuh tahun yang lalu. Kamarnya , kamar tidurnya dengan Revan.
Ya , Mira berada di rumah Revan sekarang. Yang terakhir ia ingat hanya kedatangan Revan bersama Arga di depan unit nya.
Ia terlalu lemah untuk bangkit dan mencari Arga nya lagi, tapi ia cukup senang mengetahui putranya baik - baik aja.
Seketika air mata terjatuh dari sudut matanya yang sedari tadi memang sudah mengembang kan air , ia terlalu merindukan Revan hingga kehadiran nya lagi di dalam hidup Mira bisa membawa pengaruh seperti ini.
Sebuah tangan mengusap air mata Mira yang terjatuh itu , Mira tersentak karena tak sadar ternyata Revan sedang duduk si samping nya.
Revan yang sedang memperhatikan Mira, sebenarnya Revan ingin membuka suara saat Mira membuka matanya , tapi ia urungkan saat melihat raut wajah menderita dari Mira.
Ia pun merasakan yang sama , rasanya begitu sakit , Sampai akhirnya Mira meneteskan air matanya dan itu membuat Revan tidak tahan lagi.
_
_
_
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukung, vote , like and share !