
Hai para readers !
_
_
_
Hehe, sudah 7 tahun wanita itu bercerai dan membesarkan anak nya sendiri. Mira tidak ingin membebani kedua orang tuanya yang sudah tua, jadi ia lebih memilih untuk tinggal berdua dengan Arga. Terlebih lagi pemuda kecil nya itu sangat mandiri dan mengerti akan kondisi sang ibu nya.
Selama 7 tahun juga ia menyembunyikan keberadaan Arga. Meski ia sadar jika Revan tidak akan pernah mencari keberadaan anak nya. Namun ia cukup khawatir. Takut Revan akan mengambil sang buah hati nya. Sudah cukup pria itu menyakiti diri nya. Jangan sampai terulang kembali untuk yang kesekian kali nya, karena apa yang ia terima hanyalah siksaan batin maupun fisik.
Dan selama 7 tahun pula berita tentang Revan yang selalu bergonta - ganti pasangan layaknya baju baru sekali pakai langsung buang. Hahah ia ganti itu pun selalu menghiasi kolam di tabloid nya. Baik itu berita online atau televisi. Perusahaan pria tersebut pun sudah jauh lebih maju sekarang. Terlihay dari beberapa kali nama Revan Albrain masuk dalam jajaran 10 orang kaya.
Mira melajukan mobil nya pergi meninggalkan Arga menuju Kantor nya. Setelah keluar dari rumah Revan, wanita itu kembali bekerja di perusahaan ayah nya sebagai direktur.
Namun setelah Arga bersekolah, Mira memilih untuk kembali ke Jakarta. Disini ia banyak keluarga, terlebih lagi wanita itu memiliki jabatan yang tinggi sekarang. Membuat mau tidak mau bekerja di kantor pusat.
__ADS_1
" Selamat pagi, Bu Mira. Rapat akan di mulai 5 menit lagi. Apa ada berkas yang masih kurang ? " tanya Erlan yang menjabat sebagai sekertaris pribadi Mira di kantor nya.
" Ohiya, selamat pagi , Erlan. Sepertinya sudah lengkap. Kamu boleh keluar " Ucap Mira setelah memeriksa dokumen.
" Erlan, saya ingin turun sebentar. Saya ingin mengunjungi Divisi Keuangan. Tolong hubungi Pak Zein untuk menyiapkan berkas yang saya minta " Imbuhnya.
" Baik Bu Mira " Jawab nya Erlan. Mira beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju lift.
Di tekan ny tombol lift lantai Divisi Keuangan. Namun ia tak sadar bila lift yang ia gunakan menuju ke bawah karena tombol yang ia pencet tanpa sengaja memencet tombol menuju ke Kantor.
" Lho kok lobby sih ! " Ucap Mira saat mau keluar lift.
Saat pintu lift buka, ia di sambut oleh tatapan kaget dan berubah menjadi dingin yang membuatnya terpaku tak bergerak di tempat.
" Selamat pagi, Bu Mira " Sapa karyawan yang berdiri di bagian paling depan, yang bernama Dyas.
" Selamat pagi, Dyan " Ucap Mira membalas sapaan dari Dyas.
__ADS_1
" Ini perwakilan dari Er's Company , Bu. Mereka yang akan rapat dengan ibu . Mereka datang lebih awal karena ingin menyiapkan presentasi. " Ucap Dyas.
" Oh ya, selamat datang " Ucap Mira singkat, lalu ia menggeser tubuh nya dan membiarkan orang yang tadi menatapnya itu masuk.
" Ibu, mau ke Divisi Keuangan ? " Tanya Dyas.
" Iya, tapi gk jadi tombol lift kantor lagi rusak. Tolong kamu hubungi teknisi untuk membenahi sistem yang telah rusak ya " Ucap Mira.
Alangkah kaget nya klien yang sedang ia tunggu di ruangannya adalah Revan Albrain.
Mira baru tau jika ia mengadakan rapat dengan perusahaan Revan. Seingatnya nama perusahaan pria itu bukan ER'S COMPANY. Pria itu datang bersama asisten dan sekertaris nya. 2 wanita muda dengan tubuh yang sexy dan pakaian yang nyaris kelihatan terbuka.
*Hump ! Memang tidak pernah bisa berubah Batin Mira.
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa dukung , vote , like and koment yaa*