UHIBBUKA FILLAH!

UHIBBUKA FILLAH!
UF L


__ADS_3

Saat ini Kayla sedang berada di perpustakaan untuk menyelesaikan beberapa tugas yang harus dia kejar, sekaligus mencari tambahan materi untuk beberapa presentasi susulan.


Gadis bercadar itu tengah serius membaca beberapa materi, hingga suara dering ponsel membuat atensi nya teralihkan.


My Alex


"How are you Ay? Miss you so much." Tulis pria itu dalam chat nya. Membuat Kayla tersenyum geli, pasalnya nama yang tertera di ponsel nya saat ini adalah nama yang dituliskan sendiri oleh Alex.


Kayla Natasha


"Miss you to Lex!" Terkirim.


Setelahnya, obrolan singkat via chat mereka berlanjut dengan seru. Membuat Kayla melupakan beberapa tugas yang sedang digarap. Dia rindu Alex, pria jenaka yang selalu berhasil membuatnya tertawa. Ketik, ketik, dan ketik terus berlanjut. Hingga suara seseorang membuat Kayla terkejut dan menjatuhkan ponselnya.


"Hey, ninja!" Sapa pria itu, membuat Kayla celingukan. Siapa yang dimaksud ninja? Sejak kapan ninja masuk kampus. Begitu batin Kayla.


Kayla mendongak, menatap pria yang barusaja berteriak ninja kearahnya.


"Siapa ninja?" Tanya Kayla polos, pria itu duduk di kursi hadapan Kayla berbatas meja panjang.


"Lo nggak ngerasa kaya ninja emang?"


"Nggak! Kak Ray ngapain disini?" Tanya Kayla, membolak balik lembaran buku pengalih rasa gugup nya.


"Gue dari tadi disini. Lo berisik banget, ganggu gue ngerjain tugas. Chatting sama siapa emang?" Tanya Rayhan sambil melirik ponsel disisi buku Kayla, ada rasa tidak enak dihatinya. Menebak dengan siapa gadis itu berkirim pesan hingga tertawa sesenang itu.


"Maaf kak, aku nggak tau kakak disini."


"Hemm."


Ada yang mendesir dihati Kayla mendengar jawaban Rayhan. Kata-kata itu yang dulu sering dia dengar sebelum berpacaran dengan Rayhan.


Sekarang tidak ada lagi tingkah manja dari pria itu, tidak ada ucapan manis, dan mungkin tidak ada lagi perasaan Rayhan untuknya.


"Ninja." Lirih Rayhan sambil menatap mata Kayla. Gadis itu sedikit terkekeh, jadi ini panggilan baru dari Rayhan untuknya?.

__ADS_1


"Kenapa lo pergi?" Tanya Rayhan sarkas, namun Kayla mengerti maksud dari pertanyaan itu. Kayla menelan ludah, kehilangan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Rayhan.


"Kak." Kayla menatap mata hitam Rayhan, namun beberapa detik kontak mata itu terputus. Dengan Kayla lebih dulu mengalihkan padangan.


"Lo pernah janji kan, nggak akan tinggalin gue." Rayhan kembali berkata, namun ucapan nya masih membuat Kayla tak mampu menjawab.


"Tapi kenapa? Setelah gue terbiasa tanpa lo, kenapa lo balik?"


"Kak." Kayla menunduk, tak sanggup menatap Rayhan. Air mata berhasil lolos dari mata indahnya. Rayhan terkekeh hambar melihat setetes air menjatuhi buku di hadapan Kayla.


"Seharus nya, setelah pergi lo gak usah balik lagi. Biar gue nggak perlu menata ulang hati dan perasaan gue!" Ucapan Rayhan kali ini, bukan hanya membuat air mata kembali jatuh. Tapi juga membuat gadis itu meledakkan tangis nya.


"Gue kira lo mimpi indah, tapi ternyata lo cuma mimpi buruk dalam hidup gue!" Tambah Rayhan, tidak perduli dengan gadis yang sudah tersedu dihadapannya. Rayhan kembali terkekeh, kali ini menertawakan dirinya sendiri. Ternyata tangisan Kayla masih menjadi kelemahannya, hati nya sakit saat melihat tangis gadis itu. Terlebih, saat ini dia lah yang menjadi alasan tangisan Kayla.


"Lebih baik kehilangan cinta seseorang karena Allah. Dari pada kehilangan Allah hanya karena cinta seseorang." Akhir nya kata itu lah yang dipilih Kayla sebagai jawaban atas segala pertanyaan Rayhan.


Rayhan terdiam, jawaban Kayla ini begitu menjadi tamparan keras untuknya. Ya, dari kalimat itu dia mengerti satu hal. Jika dipandang dari sudut Kayla, maka gadis itu kehilangan cinta seseorang karena Allah. Dan dari sudut Rayhan, maka dia adalah orang yang kehilangan Allah hanya karena cinta seseorang.


"Dalam hidup aku belajar banyak hal. Tapi sampai saat ini aku belum mengerti satu hal, melupakan orang yang ku cintai." Ucapan Kayla kali ini membuat Rayhan tersentak, karena secara tidak langsung gadis itu sudah menjawab semua pertanyaan yang selama ini ada dalam benak Rayhan.


"Aku duluan kak Ray, Assalamualaikum." Kayla beranjak berdiri, lalu meninggalkan Rayhan yang masih terdiam.


Dalam hati Kayla menyesal, mengapa dengan bodohnya dia malah mengatakan isi hatinya pada Rayhan. Padahal jelas-jelas dia tahu bahwa Rayhan sudah memiliki calon tunangan. Gadis itu menyeka air mata nya masih membasahi pipinya. Cadarnya menjadi sedikit basah karena tangisan nya tadi. Kayla melangkah cepat keluar dari gedung perpustakaan, tapi dering ponsel lagi-lagi menghentikan langkahnya.


"Assalamualaikum. Halo Ay." Sapa Alex di seberang telfon.


"Waalaikumsalam Lex, tumben kamu nelfon." Jawab nya dengan suara dibuat setenang mungkin, karena Alex sangat paham dengan cara bicaranya.


"Kamu dimana?"


"Hah?." Kayla tidak mengerti dengan pertanyaan Alex, mahal-mahal menelfon dari Mesir haya untuk bertanya lagi dimana?


"Kamu dimana?" Alex mengulang pertanyaan nya.


"Di Indonesia." Kayla menjawab polos, tidak mengerti arah pembicaraan Alex.

__ADS_1


"Hey! Aku nanya serius. Kamu pikir Indonesia selebar kampus kita?" Alex berteriak emosi disana, entah lah ada apa dengan pria itu. Kayla masih belum mengerti dengan tingkah nya, mudah sekali marah dan tertawa. Mirip dengan Rayhan.


"Aku di kampus, baru keluar dari perpustakaan. Kenapa sih Lex?"


"Jangan bergerak dari tempat kamu!" Perintah Alex dengan nada tegas, membuat Kayla semakin mengernyit bingung.


"Kenapa sih? Jangan buat aku bingung deh!" Tidak ada jawaban dari Alex, hanya langkah kaki yang bisa di dengar Kayla dari seberang telfon.


"Sekarang, putar balik badan kamu!" Perintah Alex lagi. Kayla dengan malah memutar badannya. "Hahaha, kamu mau sok soan kasih aku kejutan kaya di drama korea gitu?" Tanya Kayla masih fokus dengan ponsel nya, tidak melihat pria yang berdiri di hadapan nya dengan jarak 20 meter.


"Iya Ay, angkat kepala dan liat kedepan!"


Kayla mendongak, lalu terkejut melihat Alex benar-benar ada dihadapannya. Pria itu berjalan mendekatinya.


"Alex!" Teriak Kayla dengan heboh nya, sahabat yang selama ini dia rindukan tiba-tiba datang menemuinya bukan kah suatu hal yang sangat mengharukan.


"Halo Ay, gimana aku keren kan. Udah mirip belum sama oppa kamu itu?" Sindir Alex yang tahu betul gadis bercadar itu sangat menggemari oppa.


"Subhanallah Lex, kamu disini beneran?" Menimpuk Alex dengan buku ditangannya. Pria itu meringis, bukannya mendapat pelukan hangat justru mendapat timpukan buku tebal dari gadis yang dicintainya.


"Iya aku kesini karena kangen sama salah satu rakyat bapak Joko." Alex terkekeh saat Kayla melongok bingung mendengar ucapannya.


"Joko siapa?" Tanya Kayla, lagi-lagi tak mengerti dengan arah permbicaraan Alex. Pria itu memang selalu membingungkan.


"Kamu gimana, presiden sendiri nggak tau namanya. Kelamaan diluar negeri kamu!" .


"Hahahaha. Jokowi namanya bukan Joko!" Kayla terbahak sambil memukul Alex dengan buku lagi.


"Oh ya, kamu kenapa bisa tiba-tiba ada disini? Jangan bilang kamu pindah juga ikutin aku?"


"Yaa bisa dibilang gitu sih, habis nya kamu ngangenin Ay!" Kayla kembali terkekeh mendengar ucapan Alex. Pria ini memang selalu bisa membuat mood nya kembali membaik di setiap suasana, itulah mengapa dia sangat merindukan kehadiran Alex beberapa hari kemarin.


Setelah nya, dua orang itu berlalu ke kantin masih sambil berbincang hangat melepas kerinduan. Sebagai seorang sahabat tentunya, Kayla dan Alex berlalu dari tempat itu. Tidak menyadari bahwa ada seseorang lagi yang berdiri dengan penuh emosi melihat kedekatan mereka.


Rayhan sudah berdiri tidak jauh dari Kayla, saat gadis itu menerima telfon tadi. Dan yang membuat Rayhan semakin meledak emosi nya ketika seoarang pria menghampiri Kayla. Telinga Rayhan seperti terbakar saat mendengar pria asing itu memanggil kekasih nya dengan panggilan 'Ay'. Kekasih? Mantan kekasih lebih tepatnya.

__ADS_1


"Cih! Ay?! Ternyata dia orang yang nggak bisa kamu lupain Kay?" Lirih nya sambil berlalu dari tempat itu membawa amarah nya yang hampir meledak


__ADS_2