
Minggu pagi, disebuah taman kota nampak ramai dengan warga yang menghabiskan waktu akhir pekan nya untuk berolahraga dan bersantai ria. Banyak warga menghabiskan waktu nya dengan berlari santai, bersepeda, atau dengan berbagai sarana lain. Biasanya kegiatan seperti ini dinamakan car free day.
Disudut taman, Kayla tengah duduk disebuah bangku sembari meluruskan kaki yang terasa pegal selepas berlari santai. Wanita bercadar itu duduk sendiri, sambil menunggu sang suami yang tadi sedang mencari minuman dingin.
Di kejauhan, Kayla melihat seseorang yang tak asing bersama seorang gadis. Kedua nya tampak tengah berdebat, entah apa yang diperdebatkan.
Kayla awal nya memutuskan untuk tidak memperdulikan, namun saat menoleh lagi dia tak sengaja bersitatap dengan si gadis berhijab itu. Kayla mengernyit, seperti pernah melihat gadis itu.
Kayla berdiri, lalu menghampiri dua orang yang tengah berdebat sesekali saling melempar tatapan tajam.
"Assalamualaikum, Verrel yah?" Tanya Kayla pada sosok pemuda yang berdiri memunggungi nya. Pemuda itu kemudian menoleh, lalu tersenyum sekilas.
"Kayla? Kamu ngapain disini? Suami kamu mana?" Tanya Pemuda bernama Verrel itu.
"Hufft, aku kira tadi salah orang haha, ternyata emang Verrel. Dia lagi beli minuman dingin katanya." Jawab Kayla sambil tersenyum dibalik cadarnya, perhatian nya kemudian teralihkan pada gadis cantik berhijab pasmina yang berdiri di samping Verrel.
"Kamu Zahra kan? Yang ketemu aku di Gramedia waktu itu?" Tanya Kayla sambil mendekati gadis itu.
"Iya aku Zahra, haha maaf aku agak lupa sama kamu. Maaf yah waktu itu aku langsung pergi ninggalin kamu." Zahra tersenyum gugup, netra coklat nya berbinar memancarkan ketulusan. Membuat Kayla terkagum, begitu cantik rupa gadis itu. Ditambah dengan tutur kata yang santun pula.
"Iyaa nggak masalah kok. Kaliaan..., saling kenal yah?" Tanya Kayla sambil melirik Zahra dan Verrel bergantian. Zahra hanya tertawa sembari melirik Verrel, sedangkan Verrel menggaruk tengkuk tanpa menjawab.
"Yaa saling kenal sih, dia cuma teman SMA aja kok dan kebetulan satu Universitas juga." Jawab Zahra pada akhir nya, Kayla mengangguk paham. Namun masih ada yang mengganjal dipikiran nya, melihat gelagat dan respon Verrel dan Zahra. Kayla yakin dua sejoli ini pastu ada hubungan lebih dari sekedar berteman.
"Sekarang udah jadi suami istri." Tambah Verrel, Zahra jadi gelagapan lalu terkekeh malu.
"Wahh kalian nikah nggak ngundang aku, Verrel kok jahat." Kayla melirik Verrel tajam, merasa kesal pada teman baru dari suami nya.
"Gue kan nikah nya dadakan, sama kaya lo dan Rayhan. Gue nikah hasil nikung calon istri orang." Jawab Verrel santai, mengundang tawa dari Kayla dan Zahra.
"Ninja.." Terdengar suara Rayhan dari kejauhan, Kayla, Zahra dan Verrel sontak menoleh. "Itu suami kamu yah?" Tanya Zahra penasaran.
__ADS_1
Kayla mangangguk sembari tersenyum dibalik cadar nya. "Iyah, alhamdulillah." Jawab Kayla senang.
Rayhan datang dengan kantong keresek ditangan nya berisi minuman dingin dan beberapa cemilan.
"Eh lo disini juga bro?" Tanya Rayhan pada Verrel yang tengah sibuk memainkan hijab Zahra.
"Iya nih, si Pen yang ajak kesini. Gue sebener nya malas ikut beginian." Jawab Verrel sekena nya, dengan wajah datar yang khas.
"Eh nggak, aku nggak ajak kamu kesini. Tadi kan aku mau kesini sama Jessica." Sergah Zahra sembari memukul lengan pemuda Itu. Verrel hanya bergidik tak peduli.
"Kalian itu sebener nya serasi loh, tapi kenapa malah bertengkar terus? Padahal kan udah nikah?"
"Kalau gak ribut gak asik kan Pen." Jawab Verrel setelah meneguk minuman nya, lalu menoleh pada Zahra yang tersenyum kaku.
"Haha iya bener kata Verrel." Jawab Zahra sambil mencubit lengan suami nya.
* * * * * * * * * * * * * * * *
Hamparan rumput hijau nan luas yang menyejukkan hati. Kayla duduk bersandar disebuah pohon pinus ditepi taman, gadis itu masih fokus pada buku di tangan nya. Buku tentang bagaimana menjalankan rumah tangga menurut ajaran agama karya salah satu ulama terkenal.
"Kak Rayy!" Tegur Kayla, bukan hanya menganggu konsentrasi membaca nya. Namun perlakuan Rayhan membuat nya salah tingkah, malu sekaligus gugup.
"Apa?! Aku kan suami kamu, jadi gak nggak papa kan aku peluk." Jawab Rayhan tak acuh, makin mengeratkan pelukan nya di pinggang gadis bercadar itu.
Merasa terganggu, Kayla menaruh buku nya pada tumpukan buku lain disamping nya. Kayla meraih wajah Rayhan dengan kedua tangan nya, lalu mencubit gemas pipi suami nya.
"Aku tuh lagi baca buku biar tau gimana cara berbakti sama suami, jangan gangguin dulu yah." Seloroh Kayla lalu beralih mencubit hidung mancung Rayhan.
Menghela napas panjang, Rayhan bangkit dari pengkuan Kayla lalu duduk disamping gadis itu merentangkan kedua kaki. Tangan nya tergerak menarik sejumput rumput hijau, lalu menatap di kejauhan. Suara kicauan burung terdengar menentramkan, Rayhan lagi-lagi menghela napas dalam. Menetralkan degupan jantung yang tak karuan, setelah memiliki Kayla seutuh nya tak membuat Rayhan kehilangan rasa malu dan juga gugup nya terhadap gadis itu.
"Ninja..," Panggil Rayhan, Kayla menoleh membuat kedua nya beradu tatap.
__ADS_1
"Terimakasih kamu mau terima aku sebagai imam kamu, terimakasih mau menerima laki-laki yang banyak dosa. Dan terimakasih, masih menunggu aku." Ucap Rayhan tulus, Rayhan mendekat lalu menangkup wajah istri nya dengan dua telapak tangan.
Perlahan namun pasti, Rayhan mendekat lalu mendaratkan kecupan hangat di kening wanita yang sudah resmi menjadi istri nya itu.
"Terimakasih juga kak Ray udah menerima semua kekurangan aku, terimakasih karena mau menjadi imam yang nuntun aku ke syurga nanti."
Rayhan tersenyum, lalu menggenggam kedua tangan istri nya. Rayhan menatap dalam mata Kayla.
"Kayla..." Rayhan kembali menggenggam tangan istri nya. "You're the perfect one for me. You're the only one who can perfect me. I love you. The love that we have is so perfect. And it's just the perfect time for me to ask you..."
Rayhan menghela nafas.
"Will you be my perfect wife?" Tanya Rayhan penuh harap, mata nya berbinar memancarkan harapan besar.
Kayla terkekeh, lalu memukul bahu Rayhan.
"Gimana sih, kita udah nikah kok malah ngelamar lagi?" Tanya Kayla sambil tertawa geli melihat suami nya yang salah tingkah.
"Kamu, perfect one, perfect him, perfect love, perfect time, dan perfect wife." Ujar Rayhan sembari mencubit gemas hidung kesayangan nya yang terbalut cadar.
"Cinta itu nggak ada yang sempurna kak, setiap cinta pasti punya ujian dan rintangan. Tapi kak Ray harus tahu, kalau kita saling mencintai karena Allah maka Allah akan memudahkan jalan untuk kita....,"
"I want to be perfect wife for you.." Jawab Kayla pada akhirnya.
Rayhan tersenyum, lalu menarik Kayla kedalam pelukan nya.
Begitulah sepasang insan itu menghabiskan waktu sore nya di sebuah taman, menunggu sang mentari terbenam keperaduan nya. Saling menghangatkan dalam pelukan, merajut kasih dibawah tudung pernikahan yang suci dan sakral. Saling mengikat janji untuk saling menyayangi sampai maut menghampiri.
Bersiap membuka lembaran baru kehidupan yang akan mereka lalui berdua, bersama mengarungi bahtera rumah tangga. Hingga umur menua, tubuh menjadi renta dan akhir nya tutup usia.
Begitulah kisah cinta seorang gadis cantik arogan yang akhir nya menjelma menjadi seorang gadis bercadar taat beragama bernama Kayla Natasha Wijaya, dengan seorang pemuda bernama Rayhan Wijaya Kesuma yang pernah gagal dalam menjalin cinta yang akhir nya manjadikan Kayla sebagai labuhan terakhir cinta nya.
__ADS_1
🌺THE END🌺
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤