
❤❤❤
Pagi ini kembali kudapatkan,
Sebuah kabar tentang kehilangan..
Seseorang yang tersayang,
Meninggalkan aku untuk berpulang..
❤❤❤
Pagi hari yang cerah, setelah semalaman bumi di guyur hujan. Menyisakan sebuah kisah yang akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Seorang gadis berhijab masih terlelap dibawah selimut, mungkin faktor lelah yang membuat nya masih terlelap.
Suara dering ponsel berbunyi berkali-kali pun tidak membuat Kayla terbangun. Setelah berdering entah kesekian kalinya, Kayla menggeliat. Perlahan tangan nya meraih ponsel yang berdering nakas.
Dengan mata yang masih tertutup, gadis itu mengangkat telfon tanpa melihat nama.
"Assalamualaikum, ada apa..."
"Rayhan kecelakaan semalam, mobil nya masuk jurang. Supir nya ditemuin meninggal...," Seketika mata gadis itu terbuka lebar, rasa kantung yang masih mengusai nya pun langsung memudar.
"Nggak, nggak mungkin. Kak Ray semalam baik-baik aja, gak mungkin kecelakaan. Kamu jangan bohong!" Kayla melempar ponsel nya tak tentu arah. Lalu menutup telinga dengan kedua telapak tangan, detik berikutnya terdengar suara isak tangis dari gadis itu.
Nggak mungkin, ini pasti bohong. Dia baik-baik aja, aku yakin. Begitu yang ada dipikiran Kayla, gadis itu langsung berlari keluar kamar. Dengan gaun tidur dan hijab yang sudah menutupi kepala nya, Kayla berlari menuju kamar Ian. Gadis itu mengetuk pintu, sekeras mungkin agar cepat terbuka.
__ADS_1
"Abang, buka." Teriak Kayla sambil menangis, tak lama kemudian pintu terbuka. Ian menampakkan kepala nya, dengan wajah lelah yang masih kentara.
Memang baru semalam pria itu pulang dari urusan bisnis nya dibali, sehingga tidak bisa menghadiri acara pertunangan.
Kayla membuka lebar pintu, lalu masuk tanpa izin sang empu. Ian hanya angkat bahu sambil menggaruk kepala nya, berjalan mengikuti Kayla setelah menutup pintu.
"Dek, kamu kenapa....," Belum selesai pertanyaan yang ingin di lontarkan, adik kesayangan nya sudah melompat kedalam pelukan Ian. Kayla menangis, menumpahkan semua perasaan yang selama ini dia pendam sendirian.
"Kak Ray kecelakaan, dia dia kecelakaan kak. Mobil nya,," Racau Kayla tidak jelas, suara tangis nya semakin lama semakin kencang. Ian memeluk tubuh gadis kecil kesayangan nya, ikut merasakan kesedihan yang Kayla rasakan.
Ian melepas pelukannya, lalu memegang bahu Kayla. "ceritain sama abang, Rayhan kenapa?" Tanya Ian sambil menghapus air mata di pipi adik nya.
"Kak Ray... Kak Ray...,"
"Iya sayang, Rayhan kenapa?" Tanya Ian dengan sabar, walaupun Kayla meracau tidak jelas.
Sungguh malang nasib gadis ini, belum lama kehilangan sosok ayah yang begitu berharga baginya. Kini harus kehilangan seseorang yang sangat dicintainya pula.
"Kak Ray nggak kecelakaan kan bang, dia nggak papa. Bilang Kayla dia nggak kenapa-kenapa kak?" Kayla masih terus menangis dipelukan abang nya.
"Kak Ray gak mungkin meninggal, nggak mungkin bang. Dia pasti baik-baik aja sekarang. Aku, aku harus cari dia bang."
Ian terdiam, tak mampu menjawab apapun. Yang bisa dia lakukan hanya memeluk Kayla seerat mungkin, memberikan ketenangan pada adiknya.
Kayla menangis lirih, kenyataan yang baru saja dia terima kembali membuka sayatan baru di hati. Sekejam inikah takdir mempermainkan hidup nya? Jika kita berjalan kembali kebelakang, Kayla hanya merasakan bahagia sesaat. Kembali mengingatkan, bahwa gelimang harta bukan jadi tolak ukur kebahagiaan.
* * * * * * * * * * * * *
__ADS_1
Di kediaman Wijaya Kesuma.
Sonya dan Roland yang sejak semalam tidak bisa tidur dan mencoba menghubungi Ian, akhirnya subuh tadi Roland yang baru selesai melaksanakan sholat subuh mendapatkan info yang mengatakan Rayhan adik nya mengalami kecelakaan. Mobil nya hampir masuk kedalam jurang, dan supir nya ditemukan dalam keadaan meninggal. Hanya itu info yang Roland dapatkan, tentang keberadaan dan keadaan adiknya, tak sempat bertanya Roland langsung memutus sambungan telfon dan berlari menemui Sonya dan Wijaya Kesuma di kamarnya.
"Rayhan kecelakaan," Ucap Roland setelah dibuka kan pintu oleh Sonya.
Wijaya yang tadi tengah duduk di sofa memeriksa beberapa dokumen, langsung berdiri mendekati Roland.
"Mana mungkin, papa yakin anak itu kabur dan pergi ke club malam." Sentak Wijaya dengan nada angkuh nya.
"Pak Yusuf meninggal pa, dan Rayhan...,"
Brukkk.
Belum sempat Roland menyelesaika kalimatnya, Sonya sudah jatuh tersungkur. Wijaya mengangkat tubuh istrinya dan membawa ke tempat tidur. Roland berlari kesudut ruangan mencari obat untuk menyadarkan mamanya.
"Ray.. Ray.., anak mama..," Racau Sonya, tangisan nya pecah seketika saat mengingat perkataan Roland. Tidak mungkin anak ku kecelakaan, begitu pikir Sonya. Wanita paruh baya itu menangis sejadi nya dalam pelukan sang suami, namun Wijaya Kesuma nampak tenang-tenang saja. Karena mungkin ini yang sejak lama dia inginkan, tidak ada Rayhan dalam kehidupan nya.
* * * * * * * * * * * *
Pukul 09:00
Roland mengunjungi tempat kecelakaan Rayhan, tempat itu sudah dikerumuni warga sekitar dan juga sudah dipasang garis polisi. Ada banyak darah dimana-mana, korban meninggal yang tak lain adalah pak Yusuf sudah dilarikan ke rumah sakit. Tim sar juga tengah mencari keberadaan Rayhan.
"Besar kemungkinan saudara Rayhan masuk kedalam jurang, karena pintu belakang yang terbuka di sisi kiri yang menghadap langsung kedalam jurang." Begitu penjelasan salah seorang polisi pada Roland.
Clara yang juga sudah berada disitu hanya bisa menangis, tak sanggup berkata-kata. Baru kemarin rasa nya bertemu dengan Rayhan dan semua terasa baik-baik saja, namun kenyataan yang diterima nya saat ini justru sebaliknya. Rayhan hilang! Tidak tahu kamana,masih hidup atau tidak pun tak tahu.
__ADS_1
Begitulah kehidupan, tidak akan ada yang tahu jalan cerita nya. Susah senang dalam hidup, sampai kapan kau bernyawa, siapa jodoh yang akan kau dapatkan semua rahasia Tuhan.