
Malam hari, setelah acara selesai Rayhan dan Kayla memutuskan untuk pulang kerumah orang tua Rayhan, memang sejak kepulangan nya Indonesia pria itu bahkan belum sempat pulang kerumah.
Turun dari mobil, dua pasangan yang baru saja resmi menikah itu melangkah beriringan menuju pintu utama. Rumah ini nampak sepi, bahkan satpam yang berjaga di depan gerbang pun nampak berleha-leha melalaikan tugasnya.
Rayhan melihat sekeliling, betapa rindu dengan rumah mewah ini. Rumah tempatnya dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh seorang mama nya, walaupun tanpa kasih sayang seorang papa. Ada rasa haru yang menyelimuti Rayhan, pria yang kini sudah berstatus menikah itu menghirup napas dalam. Membayangkan apa yang akan terjadi saat didalam nanti.
Sang istri yang berada disamping nya pun menggenggam erat tangan Rayhan, bisa merasakan kekhawatiran suaminya.
"Ada aku disini, apapun yang terjadi nanti aku tetap disamping kak Ray." Ucap Kayla sambil menatap dalam mata Rayhan.
Rayhan tersenyum, menarik tangan istri nya lalu mencium punggung tangan nya.
"Aku takut Ninja, aku takut mama kecewa karena keputusan ku satu tahun lalu." Rayhan kembali menatap pintu putih yang tertutup rapat, seperti sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi saat sudah masuk kedalam rumah nanti.
Kayla mengetuk pintu beberapa kali, sedangkan Rayhan masih terdiam sambil menunduk menatap lantai. Tak lama pintu terbuka, seorang wanita paruh baya muncul dengan pakaian lusuh nya.
"Maaf cari siapa ya?" Tanya wanita paruh baya itu sambil menatap hangat pada Rayhan dan Kayla.
Rayhan terheran, lalu menatap baik-baik wajah wanita itu. Dan baru menyadari, seperti nya wanita itu adalah asisten rumah tangga yang baru bekerja dirumah ini. Karena sebelum kepergian Rayhan, wanita ini belum bekerja dirumahnya.
"Assalamualaikum, saya sama istri saya mau ketemu sama pemilik rumah. Ada?" Tanya Rayhan santai, tangan nya mengenggam erat pergelangan tangan Kayla.
Kayla menoleh, menatap wajah Rayhan yang menegang.
"Waalaikumsalam, tuan sama nyonya ada didalam. Silakan masuk." Jawab si wanita paruh baya, lalu mempersilakan Rayhan dan Kayla untuk masuk.
__ADS_1
Rayhan langsung membawa Kayla menuju ruang keluarga, karena setahunya kebiasaan keluarga nya dulu setiap malam menghabiskan waktu bersama diruang keluarga. Tapi tidak dengan Rayhan tentunya, karena pria itu lebih memilih menyendiri didalam kamar atau keluar bersama teman-teman nya.
Sayup-sayup terdengar suara seseorang yang tak asing dipendengaran Rayhan, langkah kaki nya semakin perlahan. Genggaman tangan nya pada Kayla pun semakin mengerat, rasa takut semakin besar melanda Rayhan.
"Assalamualaikum...," Sapa Kayla saat sudah memasuki ruang keluarga. Dua orang yang duduk membelakangi pun menoleh, lalu bangkit berdiri saat melihat pria disamping Kayla.
"Rayhan!!" Teriak Sonya menyuarakan keterkejutan nya, lalu berlari menggapai Rayhan. Kayla menjauh, membiarkan anak dan ibu yang saling menumpah kan rindu setelah sekian lama tidak bertemu.
Rayhan memeluk erat tubuh mamanya, menyalurkan semua rasa rindu yang sudah lama terpendam. Tak lama, Wijaya Kesuma berjalan mendekati istri dan anaknya.
"Rayhan..., sayang anak papa." Lirih pria paruh baya itu, Rayhan tersentak lalu melepas pelukan nya dari sang mama.
Rayhan bergeming, mendengar kalimat asing yang tak pernah dia dengar dari mulut papanya. "Rayhan..,anak papa." Panggil Wijaya lagi, lalu memeluk erat putra bungsu nya.
"Dari mana aja kamu nak, kamu membuat papa sama mama khawatir. Maafin papa Ray, selama ini papa banyak bersalah sama kamu. Papa banyak berdosa sama kamu...,"
"Shhht..., udah pa. Masalalu biarin berlalu, tanpa perlu minta maaf Ray udah maafin papa dari lama. Rayhan juga minta maaf kalau selama ini belum bisa jadi anak yang berbakti dan membanggakan mama papa." Ujar Rayhan tulus, air mata haru kembali membasahi wajah nya. Sungguh beruntung Rayhan hari ini, bukan hanya mendapatkan cinta gadia nya tapi juga mendapatkan cinta dari sang papa yang sudah lama dia dambakan.
Wijaya melepas pelukan nya, lalu melirik pada wanita bercadar yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Siapa dia?" Tanya Wijaya, Sonya yang sedari tadi menangis penuh haru pun ikut melirik pada Kayla.
Kayla tersenyum kikuk dibalik cadarnya, lalu menghampiri dan mencium punggung tangan Sonya.
"Kayla, yang dulu pernah tunangan sama kak Roland." Jawab Rayhan santai, Wijaya mengerutkan kening. Lalu menatap penuh tanya pada Rayhan.
__ADS_1
"Istri aku pah,"
"APA?!" Teriak Wijaya dan Sonya bersamaan, Sonya langsung menghampiri anak Rayhan memukul lengan kekar Rayhan penuh amarah.
"Dasar anak kurang ajar, hilang setahun nggak ada kabar. Bikin mama papa sama Roland hampir gila mencari kamu, ternyata kamu pulang-pulang bawa istri. Mama disini hampir jantungan kamu enak-enak berduaan begitu?!" Sonya menarik rambut Rayhan penuh amarah, jika saja ada sapu atau sejenis nya mungkin sudah dia gunakan untuk melampiaskan kekesalan nya pada Rayhan.
"Astagfirullah, ampun mah. Dari dulu kenapa suka banget nyiksa aku sih?!" Rayhan merintih kesakitan, namun tak berani memberontak. Pria itu membiarkan mama nya melampiaskan kekesalan nya.
"Bisa-bisa nya kalian nikah nggak kasih tau mama sama papa, kalian nikah dimana? Udah berapa lama, astaga kalian!!" Sonya memijit pangkal kepala nya, mengetahui anak bungsu kesayangan nya yang sudah menikah tanpa memberitahu sebelum nya.
"Nikah nya juga baru tadi siang...,"
"Apaa?!! Tadi siang, astaga anak ini!" Belum menyelesaikan ucapan nya, Rayhan sudah kembali mendapatkan pukulan dari Sonya.
"Kamu hilang kemana setahun ini. Papa sudah cari kemana-mana tapi tetap nggak bisa ketemu, sekarang kamu pulang udah bawa istri pula." Wijaya menarik tangan Kayla agar mendekat, lalu menepuk pundak wanita itu.
"Maaf ya sayang, papa sama mama nggak datang ke pernikahan kalian. Suami kamu itu mungkin amnesia." Wijaya melirik tajam pada Rayhan, sedangkan pria itu masih mengaduh mendapat jambakan dari sang mama.
"Maaf pah Rayhan nggak sempat pulang dulu, Rayhan nikah hasil nikung calon istri orang." Jawab Rayhan tanpa merasa bersalah, membuat Sonya kembali mengeluarkan amarah nya.
"Kak Roland dimana?" Tanya Kayla pada Wijaya, memang sejak keributan tadi sosok Roland sama sekali tidak kelihatan.
Rayhan pun baru menyadari, jika Roland memang sejak tadi tidak terlihat.
"Roland sekarang tinggal di Canada, merintis usaha baru disana. Katanya sekalian mau melupakan Rayhan yang kami kira udah meninggal." Suara dan air muka Sonya langsung berubah sendu, mengingat betapa berat cobaan bagi keluarga mereka selama setahun ini. Mulai dari pertunangan yang batal dan membuat hubungan dengan keluarga Clara menjadi renggang, meninggal dan hilang nya Rayhan. Hingga kepergian Roland karena rasa bersalah dan kehilangan nya.
__ADS_1