UHIBBUKA FILLAH!

UHIBBUKA FILLAH!
UF A.C


__ADS_3

❤❤❤


Sudah pernah ku ceritakan bahwa aku pencinta hujan?


Barang kali kalian lupa, mari kembali ku ingatkan.


Tapi, malam ini ku umumkan. Bahwa aku sangat membenci hujan.


Saat yang tercinta, kembali mengucap kata perpisahan...


Kayla Natasha..


❤❤❤


Cahaya bulan purnama yang temaram di gelap nya malam, memberi sedikit cahaya yang menenangkan.


Tapi tidak bagi dua insan yang sedang diliputi kegundahan, ke dua nya saling terdiam menyelami perenungan yang dalam.


Rayhan, pria itu sedang terdiam. Bergelut dengan waktu dan pikiran, tentang apa yang akan dia ucapkan.


Saat ini Kayla dan Rayhan sedang duduk disebuah bangku taman, tak jauh dari pusat perbelanjaan tadi. Tempat ini cukup ramai, banyak muda mudi yang menghabiskan waktu untuk menjalin kasih.


Kesunyian hanya menjadi milik mereka berdua, karena nyata nya sudah 10 menit mereka berada di tempat ini. Namun tak ada yang membuka suara.


"kak Ray mau ngomong apa?" Gadis itu melirik jam tangan, waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 sedangkan Ian berpesan Kayla harus ada dirumah sebelum jam sembilan malam.


Rayhan menoleh, tahu kegundahan gadis itu. Pria itu pun memutuskan untuk berdiri, mendongakkan wajah. Menatap bulan di kejauhan langit malam.


"Besok malam acara pertunangan gue..," Ucap Rayhan tanpa menoleh.


Aku tahu kak Ray. Gadis itu menunduk lirih, Kayla ingat jelas tanpa harus kembali di ingatkan.


Rayhan masih berdiri, kemudia menoleh saat tak mendengar jawaban apapun dari gadis dibelakang nya.


"Sama Clara." Tambah nya kemudian.


"Iya kak Ray." Lirih Kayla masih menunduk, mata nya berkaca-kaca. Hati nya perih menghadapi kenyataan yang menyakitkan.


"Dan lo cuma diem aja disitu?" Tanya Rayhan lagi, kali ini pria itu duduk dihadapan Kayla. Memandangi wajah cantik yang kini tertutup hijab.


Kedua nya saling bertukar pandang, mencoba mengungkapkan perasaan terdalam.

__ADS_1


"Lo masih sayang kan sama gue, ninja?" Tanya Rayhan lirih, jujur dia sendiri pun tidak yakin bagaimana perasaan gadis itu terhadapnya.


Lagi, Kayla hanya diam tanpa memberi jawaban. Membuat Rayhan jengah, lalu bangkit menjauhi gadis itu.


"Jawab, ninja!" Ucap nya sedikit berteriak, membuat Kayla tersentak kaget. Tak lama kemudian, gadis itu mengangguk singkat.


Namun berhasil membuat Rayhan mengembangkan senyuman.


"Ayo kita pergi dari sini,"


Kayla membelalakkan mata saat mendengar ucapan Rayhan, pergi bagaimana maksud nya?


"Kita sama-sama nggak mau pertunangan ini terjadi kan? Cara satu-satu nya kita pergi dari sini,"


"Stop kak Ray, kakak ngomong apa sih? Aku nggak mau, masalah ini harus nya diselesain bukan menghindar kak." Tolak Kayla mentah-mentah. Benar jika dia mencintai Rayhan, tapi tidak begini cara untuk bersama.


"Terus mau lo apa? Gue tetap tunangan besok malam, iya?" Rayhan lagi-lagi berteriak marah, membuat beberapa orang yang tak jauh dari mereka menoleh karena penasaran.


"Please ninja, ayo kita pergi." Kali ini suara nya terdengar bersahabat. Netra hitam nya memancarkan pengharapan yang dalam.


"Maaf kak, aku nggak bisa." Lirih Kayla, membuat Rayhan langsung menunduk lesu.


"Hahaha. Bodoh banget gue! Setelah di kecewain begitu dalam, tapi sampai hari ini gue masih tetap berjuang. Dan ujung nya tetap penolakan yang gue dapat!" Pria dengan hoodie hitam itu terkekeh hambar, lalu mengusap wajah kasar.


Suara lirih tangis Kayla membuat nya menoleh, kemudian menarik rambut merasa frustasi.


"Maafin aku kak Ray, tapi aku bener-bener nggak bisa. Aku nggak mau menjalin hubungan tanpa restu orangtua kakak dan abanh Ian." Ucap gadis itu disela tangis nya.


Setitik air membasahi wajah Rayhan, tapi bukan tangisan! Melainkan air hujan, pria itu mendongak, menatap langit gelap yang kian mengitam dan air hujan yang mulai menerpa permukaan bumi.


Beberapa orang berlari meninggalkan taman itu, hanya menyisakan dua insan yang tengah berkompromi tentang masadepan.


"Terus mau lo apa Kayla? Mau lo gue harus gimana lagi hah?!" Teriak Rayhan sekerasnya, suara nya terdengar nyaring dibawah air hujan.


Kayla hanya diam dan menangis, dan Rayhan menyadari itu. Walaupun air mata gadis itu tertutup kain cadar dan sudah bercampur air hujan, tapi Rayhan tahu gadis itu sedang menangis.


"Ternyata lo masih sama,Kayla. Masih mimpi buruk yang gue kira mimpi indah! Apa cuma gue yang berjuang selama ini? Berjuang biar kita jadi seperti dulu lagi? Apa lo nggak mau kita..,"


"Aku nggak mau kak!" Bentak Kayla, gadis itu berdiri lalu berjalan mendekati Rayhan.


Rayhan tersentak, kali ini luka dihatinya yang ditorehkan Kayla jauh lebih sakit dibanding luka memar diwajah pria itu.

__ADS_1


"Aku lebih baik kehilangan kak Ray kalau emang kehendak Allah, aku percaya qadha dan qadar Allah. Dan aku juga percaya, kalau kita emang ditakdirkan berjodoh kita pasti akan bersama apapun cara nya kak. Tapi aku juga akan terima kalau kak Ray emang bukan jodoh aku!" Kayla berteriak meluapkan emosinya, Kayla tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rayhan yang sesempit itu.


Rayhan menghela napas dalam, pria itu merogoh saku celana nya lalu mengeluarkan sebuah benda.


"Mungkin ini cara satu-satunya." Ucap pria itu, lalu menarik tangan Kayla. Gadis itu berontak, tidak menduga apa yang akan dilakukan Rayhan.


Rayhan menarik paksa tangan gadis itu, lalu membuka telapak tangan Kayla.


"Jaga ini baik-baik, jangan sampai ilang lagi."


Sebuah kalung dengan liontin huruf K&R kini berpindah ke tangan Kayla. Mata gadis itu membola, kalung yang empat tahun silam dia kembalikan pada Rayhan ternyata sampai saat ini masih disimpan oleh pria itu.


"Se enggak nya gue udah tau perasaan lo yang sebenarnya, makasih ninja. Karena sampai sekarang perasaan lo masih jadi milik gue." Rayhan tersenyum, senyum hangat yang sebenarnya mengandung kekecewaan.


"Kak bisa lepasin tangan aku?" Tanya gadis itu sambil menarik tangan nya dari genggaman tangan Rayhan.


Rayhan kembali menarik tangan Kayla, pria itu melepas hoodie milik nya lalu membungkus tangan gadis itu.


"Gue cuma mau kaya gini sebentar aja." Pinta Rayhan lalu kembali menggenggam tangan Kayla, tak bersentuhan langsung karena kain hoodie menjadi pelingdung.


"Mungkin selama ini gue belum bener-bener cinta sama lo, perasaan gue untuk lo masih didominasi nafsu semata. Tapi kasih gue waktu untuk belajar cinta sama lo karena Allah,sama kaya cara lo mencintai gue."


"Ana Ubibbuki Fillah. Tunggu gue ucapin kalimat itu diwaktu yang tepat suatu saat nanti." Ucap Rayhan sambil tersenyum, suara serak nya semakin terdengar serak saat mengucapkan kalimat itu.


Kayla tersenyum dibalik cadarnya, air mata kembali membasahi pipi nya.


Ana Uhibbuka Fillah Rayhan. Lirih Kayla dalam hati, kemudian menarik tangan nya dari genggaman Rayhan.


Ya Allah, semoga takdir mubram-Mu mempertemukan kami nanti dalam ikatan suci yang hakiki.


* * * * * * * * * * * * * * * *


Seseorang pernah menjelaskan padaku, jodoh, maut, rezeki, itu semua adalah ketentuan Allah.


Namun dalam takdir Allah, masih terbagi menjadi dua. Yaitu takdir Mubram& Mualaq.


Jodoh mu, kapan dia datang memang sudah Tuhan tentukan. Namun dengan ikhtiar dan tawakkal mu lah yang akan menuntun pada sang belahan jiwa.


Dengan siapa jodoh mu, tidak sepenuhnya ditentukan. Karena sifat nya *mubram.


* * * * * * * * * * * * * * * * *

__ADS_1


__ADS_2