
❤❤❤
Cinta yang paling mulia adalah cinta Bunda Khadijah terhadap Suami dan dakwahnya.
Cinta yang paling berwarna adalah cinta Bunda Aisyah yang menemani Rasul hingga akhir hayatnya.
Lalu cintaku? Bila kau tahu hukum tajwid Al-Qur'an bernama Idgham Bilaghunnah seperti itulah cintaku. Ada, terlihat namun tak dianggap.
❤❤❤
Kayla, Lisa, dan Candra mereka sedang asyik berbincang dikantin sambil membahas tugas kelompok untuk melakukan observasi disebuah perusahaan kecil yang akan mereka lakukan akhir pekan ini.
"Menurut lo kita observasinya dimana ya Kay, gue lagi males mikir nih." Ucap Lisa sambil menyuapi pacar bucin nya. Sejak tadi Candra merengek ingin mendapat perhatian Lisa.
"Suapin lagi blekping." Candra meraih dagu Lisa dan menghadapkan padanya.
"Is diem dulu, aku lagi bahas tugas. Kamu gak bisa makan sendiri?" Ketus Lisa sambil membolak balik beberapa lembar data yang sudah mereka siapkan.
"Blekping jahat ih, udah berapa hari ini kamu sibuk nugas terus. Sibuk ngurus aku kapan?" Merengek dengan nada manja dan wajah sok menggemaskan.
Lisa mendelik kesal sekaligus malu, panggilan blekping dan tingkah manja Candra membuat beberapa orang mendelik geli melihatnya.
Kayla terkekeh dibalik cadarnya, merasa geli melihat kelakuan dua sahabatnya.
"Paling nanti kita observasinya di desa kecil pinggiran kota aja, disanakan bayak usaha-usaha menengah kebawah. Dan kalo bisa kita bisa investasi modal juga disana."
"Nah bagus itu Kay, duit lo kan bejibun tuh sayang kalo gak di buang ntar numpuk sampe jamuran." Candra menimpali dengan entengnya, mendapat timpukan sendok dari Lisa.
"Ngomong nya jangan begitu dong, gak tau orang lagi serius malah ngebacot!" Lisa menarik kerah kemeja panjang warna marun yang dikenakan Candra.
"Loh salah nya dimana, aku kan kasih saran blekping. Lo pasti bingung gimana cara buang uang lo kan Kay?" Candra membalas dengan mengacak gemas rambut Lisa sampai gadis itu berteriak kesal.
Kayla hanya tertawa menanggapi kelakuan dua sejoli yang terkenal sebagai pasangan absurd ini. Karena alih-alih menggunakan panggilan sayang, Candra dan Lisa malah memilih panggilan absurd juga satu sama lainnya.
"Tapi saran kak Candra bagus juga Lis, kita bisa investasi untuk usaha mereka nanti supaya lebih berkembang." Kayla memilih tidak menanggapi lebih jauh kekonyolan Sahabatnya.
Daripada jadi pengganggu pasangan dimabuk asmara, Kayla menghabiskan makanan yang dari tadi belum sempat dia sentuh. Hingga saat dia mengedarkan pandangan, melihat Rayhan bersama dua pengawal yang selalu mengikutinya. Siapa lagi jika bukan Doni dan Agung, dua pengawal yang selalu setia berada disisi tuan nya. Tapi yang membuat Kayla heran, kenapa akhir-akhir ini gadis bernama Clara selalu saja bersama Rayhan.
__ADS_1
Beberapa hari ini Kayla sempat memergoki mereka bersama, dikantin, koridor kampus, bahkan tak jarang melihat mereka juga pulang bersama.
Dan yang lebih membuatnya heran, sejak malam dimana Rayhan menginap dirumahnya pria itu terkesan menjauhinya. Entah apa benar atau tidak, tapi begitu yang Kayla rasakan. Sikap Rayhan yang seperti itu, terkesan sengaja menjauhinya. Dan Kayla tidak mengerti apa kesalahan nya yang membuat Rayhan menjauh.
Kayla menunduk fokus pada makanan nya saat Doni yang memimpin jalan terlihat menuju kearah mereka. Benar, tak lama terdengar sapaan pria itu.
"Anzay, kaga malu lo berdua ngebucin dikantin? Bawa nyamuk lagi." Ucapnya sambil menepuk pundak Candra lalu melirik Kayla yang sibuk dengan makanan nya.
"Gue kaga ngebucin elah, lo sirik ngomong aja. Tampang dibagusin makanya biar cewek gak takut liat muka lo."
"Asyu sekali anda!" Umpat Doni menimpuk Candra dengan botol minuman.
"Han, kita disebelah sana aja yuk. Berdua aja disini rame." Suara Clara yang dibuat semanja mungkin, membuat penghuni meja mendelik sebal.
Kayla menoleh sekilas, melihat Clara yang bergelayut manja dilengan Rayhan. Biasanya pria itu berontak dengan perlakuan Clara, tapi entah sejak kapan dia seperti menerima saja saat Clara menempel terus padanya.
"Gue mau disini." Rayhan duduk diantara Candra dan Doni. Sedangkan Clara mulai merengek agar bisa pindah dari meja ini.
"Assalamualaikum." Agung mengucap salam, jadi yang paling terakhir sampai.
Agung memilih duduk di samping Kayla, dengan jarak aman tentunya. Dia sempat melihat raut kesal dimata Kayla saat melirik Clara dan Rayhan. Doni tersenyum, menyadari tingkah aneh Kayla.
"Cemburu?" Tanya nya kemudian, membuat Kayla menoleh dan menatapnya.
Gadis bercadar itu menggeleng dengan cepat. "Nggak, mana mungkin aku cemburu." Jawab nya dengan nada setenang mungkin. Agung kembali tersenyum dengan tingkah gemas Kayla.
"Han kita disebelah sana aja, gue nggak betah disini berisik banget deh." Suara Clara kembali terdengar dengan manjanya. Gadis itu menunjuk meja kosong disudut kantin.
"Lo kalo nggak mau berisik gak usah gabung disini, gitu aja kok repot." Sewot Lisa sambil melirik tajam pada Clara.
"Diem aja lo jangan banyak omong, lagian gue juga gak mau gabung sama kalian." Ketus Clara sambil mengibaskan rambut panjangnya.
"Idih, emang lo pikir kami disini seneng banget mau gabung sama cewe ribet kayak lo?!" Lisa sudah menggebrak meja dengan keras, membuat makanan milik Doni yang baru datang hampir terjatuh.
"Blekping jangan marah, jangan cari masalah sama dia. Pawang nya cuma Rayhan." Candra menenangkan pacar nya yang tersulut emosi.
Lisa meneguk munuman miliknya hampir setengah gelas, lalu meletakkan dimeja dengan kasar. "Lagian sok cantik banget, gak sadar muka udah kaya aspal bolong dikasih tambalan."
__ADS_1
"Lo kalo mau disana yaudah pergi, gue males." Rayhan akhir nya buka suara, sudah kesal mendengar perdebatan Lisa dan calon tunangan nya.
Pria itu kemudian sibuk dengan ponselnya, sudah tidak mau mendengarkan rengekan Clara. Sebenarnya Rayhan juga tidak nyaman berlama-lama satu meja dengan Kayla, tapi lebih baik bersama teman-teman nya daripada makan berdua dengan Clara. Karena gadis itu pasti akan mengambil kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mendekati Rayhan.
Kayla menunduk, menyembunyikan kesedihannya. Sejak tadi sudah beberapa kali dia melirik Rayhan, tapi tak pernah sekalipun pria itu menoleh padanya. Bahkan seperti tidak menyadari keberadaan nya di meja ini.
Beberapa saat semua orang terdiam, sibuk dengan kegiatan dan pikirannya masing-masing. Sampai suara Clara kembali terdengar memecah keheningan.
"Gue punya pengumuman buat kalian semua." Clara mengaduk-aduk isi tasnya, seperti mencari sesuatu. Sedangkan yang lain pura-pura tidak mendengar ucapan gadis itu.
"Awal bulan depan gue dan Han resmi bertunangan, dan ini undangan untuk kalian semua." Ucap Clara sambil berkeliling meja membagikan undangan. Rayhan spontan menoleh, dia bahkan tidak tahu mengenai hal ini. Dan undangan itu? Bagaimana sudah mencetak undangan tanpa sepengetahuannya.
"Wadau kamvret lo mau tunangan kaga ngasih info sama kita, kawan laknat emang lo." Candra langsung menyikut lengan Rayhan. Pria itu berdecak sambil melirik undangan yang ada ditangan Candra.
Kayla membaca undangan yang ada ditangannya, gadis itu tersenyum lirih dibalik cadarnya. Lalu memejamkan mata beberapa saat, mengontrol perasaan hatinya.
Selamat kak Ray, aku ikut seneng. Lirih nya dalam hati sambil menatap kertas yang tertera nama Rayhan dan Clara.
"Asikk gue makan gratis, lumayan dah kondangan pas pulang kenyang." Celetuk Doni dengan semangat nya, membayangkan berbagai hidangan mewah yang akan dia telan habis nanti.
"Maaf semuanya. Aku duluan ya, mau cari Alex dulu. Assalamualaikum." Kayla berdiri, lalu meraih tasnya. Gadis itu sudah tidak sanggup berlama-lama ditempat ini. Kayla pergi dengan kertas undangan yang tanpa sadar masih ada dalam genggamannya.
* * * * * * * * * * * *
Kayla berlari menyusuri koridor kampus, entah kemana tujuannya. Yang jelas dia hanya ingin mencari tempat untuk menenangkan dirinya, gadis itu terus berjalan sesekali menyeka air mata yang keluar tanpa persetujuannya.
Sampai teriakan Alex dari kejauhan membuat nya berhenti, tapi tak sanggup menoleh pada pria itu.
"Ay mau kemana?" Alex berlari menghampiri Kayla. Pria itu baru selesai mengerjakan tugas kelompoknya di perpustakaan.
"Nggak Lex, aku mau pulang tiba-tiba nggak enak badan." Jawab nya spontan, bukan niat hatinya mau berbohong. Kalimat itu terucap spontan tanpa Kayla pikirkan lebih dulu.
"Kalau sakit kenapa masih ngampus Ay, ayo aku anter kerumah sakit. Sebentar lagi jadwal kita bakal padat lho. Kamu harus fit badannya Ay."
"Haha Alex, aku cuma pusing kok jangan lebay deh. Lagipula mata kuliah statistik dimulai." Kayla tidak mau berbohong lebih jauh, gadis itu mengajak Alex untuk segera kembali ke kelas.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
__ADS_1