UHIBBUKA FILLAH!

UHIBBUKA FILLAH!
UF W


__ADS_3

❤❤❤


Jangan bersedih hati, apapun yang hilang dari sisimu pasti akan kembali dalam wujud yang lebih baik.


Kesalahan manusia ialah selalu berduka saat kehilangan sesuatu yang bukan hak nya.


Salah satu cara mendapatkan kebahagiaan yang hakiki ialah mengikhlaskan sesuatu yang telah berlalu, dan menjaga sesuatu yang berharga disisi kita.


❤❤❤


Kayla dan Alex tengah berada disalah satu bangku taman dekat parkiran kampus, pagi ini mereka ada jadwal bertemu dengan dosen pembimbing. Tapi karena suatu hal mendesak, membuat schedule mundur dari jadwal yang seharusnya.


Hembusan angin yang bertabrakan dengan dedaunan pohon, menghasilkan suara deru angin menyejukkan.


Kayla duduk dalam diam, gadis itu tenggelam dalam pikirannya. Matanya menatap jauh kedepan, dari sorot matanya yang terlihat jelas kesedihan membuat Alex dengan mudah menebak jika gadis ini sedang memiliki masalah.


"Kamu kenapa Ay? Beberapa hari ini kaya nya sedih terus?" Alex menoleh, mencari jawaban dari mata gadis itu.


"Haha masa? Perasaan kamu aja Lex, aku biasa aja kok." Gadis itu menunduk, menyembunyikan tangan yang bergetar dibalik hijab besarnya.


Alex terdiam, mengamati perubahan sikap Kayla. Senyum tipis tertoreh dibibirnya.


"Kalau mau bohong jangan sama aku." Ucapnya tegas, dia tahu betul bagaimana jika Kayla sedang menutupi sesuatu. Gadis itu akan menyembunyikan tangan nya yang bergetar karena grogi.


"Ih apa sih kamu, aku nggak bohong Lex." Kayla semakin gelagapan, membuat Alex mendesah panjang.


"Ay aku tau kamu ada masalah, dan aku ngerti kalau kamu nggak mau cerita. Tapi tolong jangan bohong dengan keadaan kamu. Kalau ada apa-apa bilang." Ucapnya tegas, membuat Kayla menunduk merasa bersalah.


Kayla menghela napas, lalu menatap Alex. Gadis dengan hijab dan gamis berwarna navy itu menghela nafas beberapa kali.


"Kalo kita suka sama suatu barang. Tapi barang itu udah diijab sama orang lain, tapi belum dibayar calon pemilik nya. Menurut kamu, kita masih boleh beli barang itu nggak? Atau harus merela kan dan beli barang lain?"


Alex tertegun, binar terang yang selalu menghiasi mata nya seketika meredup.


"Kamu suka sama seseorang?" Suaranya meninggi, sebenarnya karena terkejut. Dia tahu jelas, selama ini Kayla tidak pernah membicarakan hal semacam ini. Dan yang Alex tahu, Kayla tidak mudah jatuh hati dengan lawan jenis. Bagaimana tidak, dengan nya yang hampir setiap hari bersama tetap saja Kayla tidak mengetahui bagaimana perasaan Alex padanya.


"Ah nggak kok haha," Kayla semakin tergugup, menyesal mengatakan hal seperti itu pada Alex.


"Siapa orang nya Ay?" Suara Alex terdengar lirih, tidak menyangka dirinya akan keduluan orang lain untuk merebut hati Kayla.


Gadis itu tetap menunduk, lidah nya kelu untuk berkata. Kayla memejamkan mata, membayangkan wajah Rayhan saat terakhir kali bersitatap dengan nya. Tak ada senyuman, tidak ada saapaan, apalagi perlakuan manis seperti dulu. Semua sudah hilang dari pria itu.


"Rayhan?"


Tanya Alex pada akhirnya, bukan selama ini pria itu tidak menyadari. Dia sangat menyadari bagaimana Kayla bersikap saat bersama pria itu, Alex seringkali memergoki Kayla mencuri pandang. Tapi saat Rayhan menatapnya, gadis itu justru membuang muka. Ditambah lagi dengan Rayhan, dia mengetahui pasti jika pria itu menyimpan sebuah rasa untuk Kayla. Bahkan mungkin sama besarnya dengan perasaan Alex untuk gadis itu.

__ADS_1


Seketika Kayla menoleh, kedua nya bersitatap beberapa saat. Gadis itu masih terdiam, suara nya seperti tercekat.


Alex tersenyum hambar, tak perlu menunggu jawaban dari mulut gadis itu dia pun sudah tau. Sorot mata Kayla menjawab semua pertanyaan nya. Alex menunduk, rasa sakit seketika mengerayapi hatinya.


Menyadari dirinya bahkan sudah kalah sebelum memasuki medan perang!


"Ay, kamu pasti tau dia tunangan Clara kan?"


Kayla hanya mengangguk, memejamkan mata. Beristigfar dalam hati, berharap bisa membantu sedikit menghilangkan rasa sakit menghadapi kenyataan pahitnya.


"Bukan sesuatu yang salah kalau kita memperjuangkan keinginan kita, Allah selalu menyuruh hamba-Nya untuk berikhtiar. Tapi dalam berikhtiar itupun kita jangan sampai lupa untuk bertawakkal pada Allah. Karena dalam kehidupan, baik buruk nya takdir seseorang itu udah ditentukan Ay."


"Tapi jangan sampai karena kamu sibuk memperjuangkan keinginan kamu, kamu sampai lupa ada orang lain disisi kamu yang mungkin jauh lebih besar perasaan nya untuk kamu Ay."


Kayla tersenyum, dibalik cadarnya saat mendengar penjelasan Alex. Gadis itu manggut-manggut memahami penjelasan Alex.


"Terimakasih loh motivasi nya Lex, kamu emang sahabat aku yang paling pengertian." Kayla menepuk pundak pria itu, lalu tersenyum manis. Bagaimana cara Alex mengetahuinya? Dia bahkan sudah hafal setiap ekspresi wajah Kayla dibalik cadarnya. Sangat mudah bagi Alex mengetahui kapan gadis itu tersenyum, cemberut, bahkan saat berbohong. Alex tahu semua tanpa terkecuali.


"Gimana bisa ya orang single kaya kamu ngomong nya puitis gitu haha." Akhir nya gadis itu tertawa, melupakan sedikit rasa sedih dihatinya sejak beberapa hari lalu.


"Hahaha, kamu juga jomblo. Jangan ngehina aku ya." Alex terkekeh geli, bukan kegelisahannya sudah hilang. Tapi memutuskan untuk menutupi semua rasa dihatinya untuk Kayla.


"Ah masa sih? Nggak punya someone gitu? Orang Indo sama sekali nggak ada yang bikin kamu tertarik gitu?" Tanya Kayla penasaran, bersahabat dengan Alex selama 4 tahun tidak pernah sekalipun pria itu membahas tentang gadis. Kayla bahkan sempat beranggapan bahwa Alex seseorang yang tidak menyukai lawan jenis.


"Ada kok."


"Okay, okay! I'll tell you a secret, though." Ungkap Alex setelah gadis itu terus mendesaknya mengatakan sesuatu. Kayla mengernyit heran, apanya yang susah?


"There is this girl." Alex menyebut-nyebut seorang gadis. Dada Kayla berdebar-debar, rasa penasaran mengerayapi hatinya.


"Ku pikir aku menyukainya." Alex tersenyum sambil menerawang lurus kedepan, beberapa orang mahasiswa sibuk berbincang dan mengerjakan tugas masing-masing. Kayla ikut menoleh, memilih diam menunggu ucapan berikutnya.


"Aku sering melihatnya di taman kampus, di depan kelas ku. Tapi, aku nggak pernah berani bicara sama dia." Alex mengingat kejadian beberapa tahun lalu, saat dirinya baru mengenali Kayla. Hanya sekali bicara, saat mengantar gadis itu mencari ruangan dosen. Setelah itu, butuh waktu lama bagi Alex agar memiliki keberanian mendekati Kayla.


"Dan kamu pikir kamu menyukainya?" Tanya Kayla penasaran.


"Ya." Alex menoleh pada gadis disamping nya. "Ada sesuatu yang misterius dalam dirinya, yang bikin aku tertarik."


"Kamu aneh." Dengus Kayla sambil menepuk kesar kepala Alex. Pria itu terkekeh lagi.


"Hahaha, aku juga heran. Aku biasanya nggak begini loh Ay."


"there's always a first time. Aren't you going to talk to her? say hi?" Kayla memberi saran.


"Aku nggak yakin, dia penyendiri jarang gabung sama sahabat-sahabatnya."

__ADS_1


"Aku rasa jarang ada penduduk kami yang penyendiri, karena orang Indonesia itu terkenal ramah dan punya jiwa sosial yang tinggi."


"Dia ini beda Ay, aku nggak yakin." Alex menunduk, setelah semua penjelasannya tadi. Tidakkah Kayla menyadari bahwa dirinya sendiri sosok yang dimaksud Alex.


"Dia nggak pernah liat kamu gitu? Atau nggak sengaja papasan dijalan?"


"Sering, bahkan selalu ketemu. Tapi kadang dia selalu hanyut dalam pikirannya sendiri, nggak pernah sadar ada aku di sisinya."


Kayla memaksa Alex mendekati gadis misterius nya tu tapi Alex selalu menolak. Setiap kali Kayla bertanya pada Alex apa yang membuatnya tertarik pada gadis itu Alex tidak pernah bisa menjawab dengan yakin.


"Karena dia cantik?"


"Ya dia cantik, menarik lagi. Tapi bukan itu,bukan itu." Alex menolak ide itu.


"Kalau gitu apa dong?" Tanya Kayla jengah, sejak tadi bermain tebak-tebakan ini tidak ada habisnya.


"Dia sangat misterius."


Kayla terbahak, menepuk senderan bangku beberapa kali. "Pembunuh berantai juga misterius Lex." Ucapnya kemudian.


Alex tertawa juga, menyadari kalimat absurd yang baru dia ucapkan.


"she seems to have her own world filled with her own sorrow. She doesn't seem to notice everyone around her. Every time I see her, she seems like struggling to breathe the air as much as she can. Like, she tries to gather her strength or something."


Kayla membelalakkan mata. Benar-benar bukan Alex yang selama ini dikenal nya.


"Ha? Sekarang kata-kata kamu lebih puitis dari yang tadi. Subhanallah beruntung nya cewek itu punya penggemar kaya kamu ya." Kayla tertawa sekaligus terkagum-kagum.


"Dia yang buat aku jadi begini." Alex masih tenggelam dalam perasaan dalamnya.


Makhluk ini bener-bener berubah jadi bucin sekarang.


"Tunggu apalagi kalau gitu, ayo bilang ke dia. Kamu mau dia keburu diambil orang lain?"


"Aku nggak mau ambil resiko Ay. Dia mungkin aja punya perasaan untuk orang lain." Lirih Alex sambil tertunduk, bahkan sudah sejauh ini mengungkapkan perasaannya Kayla tetap belum menyadari.


"Sesuatu itu selalu terjadi pada masa yang tepat Ay, lagipula aku belum siap kalau harus ditolak."


* * * * * * * * * * * * * *


Jodoh memang Tuhan yang menentukan, tapi bagaimana cara kau menemukan itu ditentukan dari usaha yang kau lakukan. Jangan hanya menunggunya datang, berusahalah! Tuhan memang baik. Tapi manusia terkadang lupa. "Usaha tanpa doa itu sombong, dan doa tanpa usaha itu sia-sia!"


(**dia tampaknya memiliki dunianya sendiri yang penuh dengan kesedihannya sendiri. Dia sepertinya tidak memperhatikan semua orang di sekitarnya. Setiap kali saya melihatnya, dia tampak seperti berjuang untuk menghirup udara sebanyak yang dia bisa. Seperti, dia mencoba mengumpulkan kekuatan atau sesuatu.)


Translate kalimat panjang nan puitis nya Alex, biar gak perlu Google Translate lagi😁🤗🤗

__ADS_1


* * * * * * * * * * * * *


__ADS_2