
POV KAYLA❤
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Nama ku Kayla, gadis biasa yang mendamba cinta seorang pria. Tak ku sangka aku bisa jatuh cinta, dengan seorang pemuda yang memiliki sejutan pesona yang mampu memikat kaum hawa. Awal nya, kurasa perasaan ini hanya sebuah angin lalu yang akan hilang bersama jalan nya waktu.
Namun entah mengapa pria itu selalu memberi kenyamanan saat ku ragu, memberi keyakinan saat aku sedang rapuh.
Rayhan namanya, pria yang pernah menjadi idola kampus idaman para gadis. Pria yang tampan, dengan lesung pipi dan bulu mata lentik menjadi daya tarik utama yang menambah ketampanan nya. Bukan hal yang mudah bagi perjalanan cinta kami, begitu banyak rintangan yang harus kami lalui. Ah, sudah lah tak perlu kucerita kan bagaimana perjuangan ku dan suami tercinta untuk bersatu dan mengarungi bahtera rumah tangga ini.
Suara kicauan burung di luar sana sayup terdengar, sesekali suara deru mesin mobil tetangga pun ikut terdengar. Aku mengerjab-ngerjab kan mata ku, menyesuaikan cahaya yang menabrak kornea. Kulirik jam ternyata masih pukul 04:30, sebentar lagi azan subuh.
Kulirik pria di samping ku, dia tengah tertidur pulas dengan memeluk pinggang ku erat. Aku tersenyum, lalu mendekatkan pada wajah nya.
Ku perhatikan wajah tenang nan damai yang sedang terlelap itu, bulu mata indah nya sungguh menawan. Bibir tipis merah jambu nya juga begitu mempesona, meski aku sudah sah berstatus istri nya terkadang aku masih khilaf dan memandangi wajah tampan ini memuji betapa indah ciptaan Tuhan. Namun, aku bersyukur dia adalah suami ku, imam ku yang halal. Jadi aku tak terjerumus dalam dosa karena acap kali terpesona pada pria ini.
Perlahan ku hembuskan nafas pelan menerpa wajah nya, Rayhan menggeliat seolah terganggu dengan yang kulalukan.
"Mas, bangun sebentar lagi solat subuh." Bisik ku pelan di telinga nya.
"Hmm." Hanya begitu respon nya, terkadang aku merasa jengkel saat ajian sakti milik nya yang satu ini sudah keluar. Bayangkan saja, ibarat kata aku sudah berbicara panjang lebar dari huruf A sampai Z, dan dia hanya menjawab dengan deheman dan anggukan kepala. Namun, aku senang karena itu menjadi ciri khas seorang Rayhan.
"Mass, ayo bangun ayo solat subuh." Panggil ku lagi sembari mengguncang bahu nya.
"Bentar lagi sayang, mas masih ngantuk." Jawab nya sembari mengeratkan pelukan di pinggang ku.
Sadar akan situasi, secepat kilat aku menghempas selimut lalu berlari menuju kamar mandi untuk berwudhu. Kalian tahu, jika sudah begitu Rayhan pasti hanya mencari alasan untuk memperpanjang tidur nya.
Suara azan berkumandang, aku sudah memakai mukena ku dan bersiap menunggu imam ku untuk sholat berjamaah.
__ADS_1
"Sayang!" Panggil Rayhan yang barusaja keluar dari kamar mandi. Aku menoleh, melihat nya seperti kesusahan memakai baju nya.
"Kancing baju nya susah dipasang." Rengek nya manja, membuat ku tersenyum geli. Aku mendekat, lalu menjalankan kewajiban ku. Memakaikan baju tentu nya, setelah rampung aku segera berjalan mencari sajadah namun lagi-lagi rengkan manja suami ku itu terdengar.
"Sayaang." Suara serak khas nya terdengar lagi, dengan nada dibuat semanja mungkin.
Aku menghembuskan napas kesal, kalau begini kapan solat nya sih?!
"Apa lagi mas?!" Ketus ku sambil melirik tajam, aku hapal betul pasti ini hanya salah satu trik nya untuk mengerjaiku.
"Peci nya pasangin juga." Ujar nya sambil menunduk, mendekatkan wajah nya kearah ku. Jengkel sebenarnya, namun saat melihat wajah tampan nya yang menggemaskan entah mengapa selalu bisa membuat ku merasa malu dan salah tingkah sendiri. Perlahan, ku pasangkan peci di kepala nya menutupi sebagian rambutnya. Aku menoleh, mata kami tak sengaja bertemu pandang. Dan kau tau, dia mengerlingkan mata nya dengan genit terhadapku.
"Gak usah kegenitan." Ketusku sembari mencubit pinggang nya, sebagai pengalih rasa grogi ku.
Rayhan tertawa, lalu mengelus puncak kepala ku yang sudah tertutup mukena.
"Gemesin banget kamu nya, ayo solat kelamaan dekat kamu aku takut khilaf hahaha."
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Selepas ritual solat dan mengaji, aku terjun ke dapur untuk memasak. Sedangkan Rayhan kembali ke alam mimpi nya dengan selimut tebal yang menemani. Kami tidak menyewa asisten rumah tangga, karena bertekat bulat untuk belajar mandiri bersama.
Aku dan Rayhan tinggal disebuah apartemen yang terbilang cukup mewah, dengan satu kamar utama dan dua kamar lain yang terletak di lantai bawah.
Aku menuruni anak tangga sambil mengikat rambut ku asal, perlu ku beritahu jika didalam rumah memang aku tidak mengenakan hijab dan cadar. Rayhan bilang, dia sebenar nya hidup dengan seorang wanita atau ninja? Maka sejak saat itu aku tidak menggunakan cadar saat berdua bersama nya.
Waktu menunjukkan hampir pukul enam, maka aku harus bergegas memasak sarapan untuk Rayhan. Karena suami ku itu akan berangkat kerja saat pukul tujuh pagi. Dan kalian tahu, pria manja itu bahkan tidak mau menghidup kan air untuk mengisi bath-Up sendiri, lebih parah nya dia juga bahkan merengek minta dipakaikan baju dan dasi.
Sungguh merepotkan memang, rasanya aku seperti mengurus anak kecil berumur lima tahun yang belum bisa segala nya.
__ADS_1
Ditengah kesibukan ku dengan alat-alat dan bumbu dapur, terdengar teriakan yang mulia raja dari atas sana.
"Sayaang." Teriak nya dari dalam kamar yang bisa terdengar jelas.
"Sebentar mas!" Sahut ku sembari mengiris bawang dan beberapa bumbu lain untuk membuat nasi goreng. Yaa kalian tahu kan, aku bahkan tidak pernah memasak. Namun sejak menikah justru memasak adalah kegiatan wajib ku setiap hari, dan masakan yang bisa ku buat hanya nasi goreng dan juga telur mata sapi. Aku tidak tahu apakah Rayhan menyukai nya atau tidak, dia tidak pernah mengatakan apapun dan hanya makan dengan lahap. Tapi menurut ku sih, rasa masakan ku sudah lumayan. Tidak seperti dulu, membedakan gula dan garam halus saja aku tidak bisa.
"Kamu masak apa?" Suara Rayhan tiba-tiba mengejutkan ku, belum sempat aku menoleh dia sudah memeluk pinggang ku dengan erat dari belakang. Kepala nya bersandar di bahu ku, membuat jantung ku serasa ingin melayang. Entah lah, setiap kali bertatapan atau kontak fisik dengan Rayhan selalu saja berhasil membuat jantung ku terkena serangan dadakan.
"Nasi goreng haha, aku kan gak bisa masak mas." Jawab ku sembari menoleh pada Rayhan yang masih setia bergelayut dibelakang ku. Mata nya terlihat serius memperhatikan gerakan tangan ku, aku tersenyum saat melihat tingkah manja suami ku yang tiada tara ini.
"Kamu kenapa udah bangun? Biasa nya juga dibangunin...,"
"Aku khawatir aja, kamu masih belum bisa bedain gula sama garam. Kan nggak lucu kalau nasi goreng nya maut lagi kaya waktu dulu." Ujar nya santai tanpa beban, membuat ku mendelik kesal lalu menggeliat agar dia melepaskan pelukan nya.
"Mas, kamu kalau nyebelin besok-besok bukan gula yang aku masukin tapi susu bubuk kamu mau?" Tanya ku sembari menoleh lagi, dia masih setia bergelayut dan menyandarkan kepala di bahu ku.
Rayhan tertawa, lalu mengeratkan pelukan nya. "Syurga kamu ada di aku loh, kalau kamu durhaka nanti gumana mau masuk surga?" Ujar nya sembari mengecup bahu ku beberapa kali.
"Sayang...," Panggil Rayhan lembut, aku menoleh lagi bersiap menyemprot nya dengan omelan. Namun,belum sempat mengatakan apapun dia sudah lebih dulu mengecup bibir ku.
Oi jantungku, kamu mau buat aku gagal jantung hah?!
Maki ku dalam hati, pria yang baru saja membuatku senam jantung itu tertawa lalu tanpa merasa bersalah pergi begitu saja.
"Mass! Nakal banget kamu, haiss aku jadi lupa udah masukin garam apa belum nih!" Teriak ku kesal, sambil melirik tajam pada Rayhan yang terkekeh di meja makan.
"Morning kiss sayang, kamu kalau aku nggak minta kan nggak pernah punya inisiatif sendiri." Jawab Rayhan sambil tertawa senang, seperti baru saja memenangkan sebuah undian.
"Muka kamu merah banget loh, kaya habis kebakar matahari. Segitu seneng nya yah dapat morning kiss dari aku?" Goda Rayhan masih sambil tersenyum senang, membuat ku mati kutu tak berani menjawab atau menoleh padanya.
__ADS_1
Begitu lah rutinitas yang kami jalani setiap hari dirumah, menjalani hari hari dengan bahagia dan canda tawa. Walau sesekali ada perdebatan kecil antara aku dan Rayhan, namun kami bahagia. Menjalin cinta kasih yang halal, kalau orang bilang istilah nya pacaran setelah menikah. Begitulah kebahagiaan yang kami pupuk setiap hari, belajar dari hari kemarin, bersyukur berkesempatan menjalani hari ini dan berharap masih ada hari esok bagi kami untuk menjalin kasih yang hakiki hingga maut menjadi pemisah nanti.
❤❤❤