UHIBBUKA FILLAH!

UHIBBUKA FILLAH!
UHIBBUKA FILLAH


__ADS_3

🌺


🌺


🌺


Mentari pagi bersinar terang, menghangatkan penjuru bumi yang membutuhkan kehangatan setelah diterpa dinginnya malam. Sayup-Sayup mata Rayhan terbuka, netra hitamnya menangkap sesosok malaikat cantik yang terlelap di dekapannya. Wanita itu masih tidur dengan nyenyak, tidak merasa terganggu walau sinar mentari merayap masuk melalui celah jendela.


Rayhan mengangkat lengannya perlahan, lengan kekarnya serasa keram setelah semalaman dijadikan bantal untuk kepala Kayla. Pria itu mengangkat kepala istrinya hati-hati lalu merebahkan ke bantal. Namun pergerakannya justru membuat Kayla terbangun. Matanya mengerjab, menyesuaikan cayaha yang menerpa kornea mata.


"Assalamualaikum Ninja," Salam hangat dari Rayhan yang selalu terucap disetiap pagi. Pemuda itu menarik pinggang istrinya untuk mengeratkan pelukan.


"Waalaikumsalam mas," Jawab Kayla malu-malu. Wanita yang tidak mengenakan tudung cadar itu terlihat lelah, setelah semalaman melakukan kewajibannya untuk melayani sang suami.


Melihat wajah letih sang istri membuat Rayhan sedikit merasa bersalah, pria itu mengecupi seluruh bagian wajah istrinya dengan hangat.


"Morning kiss nya mana?" Tanya Rayhan dengan nada manja dan wajah menggemaskan yang dibuat-buat. Kayla memukul lengan suaminya, gadis itu sontak menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rayhan yang tidak terbalut selehai benang pun.


"Morning kiss sayang," Rayhan kembali meminta, membuat Kayla semakin menenggelamkan wajah dalam dekapan suaminya. Tangannya melingkar saling berpelukan dengan Rayhan.


"Kan udah mas," Lirih Kayla setelah Rayhan terus mengulang permintaannya.


"Kapan?" Tanya Rayhan serius, menyangga kepala dengan tangannya.


"Tadi kan kamu yang..," Kayla mendongak, menjauhkan wajahnya dari dada Rayhan. Wanita itu tidak melanjutkan kalimatnya, terlalu malu untuk mengatakannya dihadapan Rayhan.

__ADS_1


"Yang apa? Hm?" Rayhan semakin gencar menggoda istrinya saat melihat rona merah diwajah wanita itu. Tangan Rayhan terangkat, menyibak rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya.


"Morning kiss atau aku minta jatah lagi?" Tanya Rayhan dengan raut wajah serius, membuat Kayla membelalakkan mata. Yang benar saja?! Bahkan rasa lelah setelah yang terjadi semalam belum hilang dan pria itu sudah meminta lagi?!


"Aku capek..," Lirih Kayla dengan nada lemah, membuat Rayhan tertawa geli. Rayhan mencubit gemas hidung mancung kesayangannya.


"Kan biar Zein punya adik," Rayhan masih menggoda Kayla manja. Mumpung hari ini libur, dan Zein sedang menginap dirumah neneknya. Jadi kesempatan ini tidak boleh terlewatkan begitu saja. Jika hari biasa, Rayhan tidak mungkin akan mendapat waktu bermanja-manja dengan Kayla. Karena wanita itu akan sibuk mengurusi Zein yang masih berumur tiga tahun.


"Mass," Lirih Kayla lagi, seperti memohon ampun, berharap Rayhan sedikit berbaik hati dan melepaskannya pagi ini.


"Hahaha," Rayhan tertawa saat melihat ekspresi Kayla yang memohon belas kasihan.


"Yaudah, morning kiss nya mana?" Rayhan memajukan wajahnya, bersiap menyambut kecupan hangat dari Kayla.


Cup. Kecupan hangat yang berawal dari dahi, turun ke mata kanan dan kiri bergantian, ujung hidung, kedua pipi, dan yang terakhir adalah bibir. Rayhan tersenyum senang, lalu melakukan hal yang sama untuk istrinya. Dengan semangat mengecupi lagi seluruh bagian wajah Kayla tanpa tersisa, Rayhan menarik Kayla semakin erat kedalam pelukannya.


"Ayo bangun, kamu mandi duluan mas. Nanti kita solat dhuha," Kayla beranjak, menutupi tubuhnya dengan selimut lalu mengambil pakaiannya yang tergeletak di lantai. Rayhan ikut bangun, lalu mengambil handuk dilemari dan bergegas menuju kamar mandi.


Solat dhuha hukumnya memang sunnah, tapi itu sudah menjadi kebiasaan bagi Kayla dan Rayhan. Jika sedang bekerja, maka Rayhan akan menunaikan ibadah solatnya di kantor. Tapi saat sedang libur begini, maka solat dhuha menjadi rutinitas yang selalu dilaksanakan pasangan suami istri itu.


Banyak orang yang tidak tahu keistimewaan melaksanakan solat dhuha. Salah satu ahli hadist mengatakan, Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda bagi setiap hamba Allah yang melaksanakan solat dhuha maka akan Allah bangunkan untuknya istana di syurga.


* * *


Selepas melaksanakan solat dan tadarus beberapa saat, Kayla langsung mencuri kesempatan untuk keluar kamar. Wanita yang sudah mengenakan gamis dan hijab instan itu dengan semangat menuju dapur untuk membuat sarapan dan secangkir kopi hitam pahit untuk Rayhan.

__ADS_1


Kebiasaan pria itu setelah menikah adalah mengkonsumsi kopi hitam di pagi dan malam hari.


Sedang Kayla memasak sarapan di dapur, Rayhan bersantai di depan TV. Sesekali ia menghirup secangkir kopi yang asapnya masih mengepul. Suara dentingan piring dari dapur membuat Rayhan menoleh, penasaran apa yang sedang dimasak istri kesayangannya itu.


"Masak apa sayang?" Tanya Rayhan sembari melingkarkan tangannya diperut Kayla. Kebiasan yang selalu ia lakukan untuk memgganggu istrinya yang sedang memasak.


"Nasi goreng," Jawab Kayla terkekeh, sebenarnya merasa malu. Sudah hampir empat tahun usia pernikahannya dengan Rayhan tapi kemampuan memasaknya masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Yang bisa dimasaknya hanya ayam goreng, nasi goreng, telur goreng, ikan goreng. Hanya yang bisa di goreng saja, selain dari itu Kayla masih belajar untuk bisa memasaknya.


Rayhan terkekeh pelan, mengeratkan pelukannya sembari memperhatikan gerakan tangan Kayla yang mengiris bumbu. Rayhan mengernyit saat Kayla menghentikan pergerakan tangannya. Wanita itu menoleh, mencari wajah Rayhan yang bertumpu dibahunya.


"Maaf yah aku cuma bisa masak ini, pasti kamu bosan ya?" Suara Kayla terdengar lemah, menatap Rayhan dengan sendu. Pria itu melepas pelukannya lalu membalik badan Kayla agar menghadapnya.


"Aku menikah untuk punya istri, bukan tukang masak." Ujar Rayhan sembari tersenyum. Tapi kalimatnya masih belum bisa menghilangkan kegundahan di hati Kayla. Wanita itu menunduk, tangannya memilin ujung hijab yang ia kenakan.


"Kamu pasti bosan kan makan masakan aku yang nggak enak setiap hari," Suara Kayla terdengar parau, setetes air membasahi kain hijabnya. Rayhan memegang dagu wanita itu, menatap dalam mata Kayla yang memerah.


"Ninja, aku selalu terima kamu apa adanya. Nggak peduli walaupun masakan kamu nggak enak, yang terpenting kamu tetap enak dimakan," Ujar pria itu girang. Membuat Kayla reflex mencubit perutnya keras. Bagaimana bisa suaminya ini justru bercanda disaat dirinya merasa bersalah.


"Kamu jangan bercanda dong!" Kayla mengusap air matanya kasar, lalu mendorong tubuh Rayhan agar menjauh.


"Aku serius, walaupun masakan kamu nggak enak. Pasti tetap aku makan, empat tahun mah udah bikin aku terbiasa," Ujar Rayhan kembali melingkarkan lengannya diperut Kayla.


"Hmm, jadi masakan aku beneran gak enak ya? Mau aku masakin naso goreng pakai gula lagi?" Tanya Kayla ketus, mengingatkan kejadian beberapa tahun silam. Saat pertama kali mencoba masakan Kayla yang ternyata adalah nasi goreng maut yang membuatnya hampir meregang nyawa.


🌺

__ADS_1


🌺


🌺


__ADS_2