
❤❤❤
Jika cinta mu pada seseorang membawamu jauh dari Allah.
Maka Allah akan menjauhkan mu dari cinta itu.
Jika cinta mu pada seseorang membawamu lebih dekat dan taat pada Allah.
Niscaya Allah akan mendekatkan mu, agar kalian merajut asa bersama dalam naungan Agama.
❤❤❤
Pagi yang cerah, matahari mulai bangkit lagi dari peraduannya. Menjalankan tugas dari Sang Pencipta alam. Untuk memberikan kehangatan menggantikan pekatnya malam. Pagi ini, Rayhan sudah berkutat dengan lembaran dokumen dan laptop di meja kerjanya. Memang setiap akhir bulan, pria itu selalu turun tangan sendiri untuk memeriksa jalannya usaha yang sudah ia rintis.
Memeriksa penjualan, laporan keuangan, dan persediaan barang dagang serta peralatan service. Semua Rayhan sendiri yang akan mengontrol nya setiap akhir bulan.
Pria itu tengah fokus mempelajari dokumen yang disusun oleh Doni beberapa hari lalu sebagai laporan rutin.
Suara pintu terbuka membuat Rayhan mengalihkan atensi, pria itu heran. Biasanya tidak ada yang berani masuk sebelum mendapat izin darinya.
Dan lebih heran lagi saat melihat Clara muncul dari balik pintu sambil meneriak kan namanya.
"My Han!" Pekik gadis itu kegirangan, membuat Rayhan bergidik ngeri. Clara berlari kegirangan mendekati Rayhan. Gadis dengan pakaian minim kurang bahan itu ingin menggapai tubuh Rayhan.
"Stop!" Pria ber kemeja hitam itu berteriak sambil mengangkat tangannya memberi peringatan.
"Morning Han, miss you so much." Tanpa aba-aba Clara langsung duduk di pangkuan Rayhan, tangan gadis itu melingkar di leher jenjang nya.
Rayhan memejamkan mata, hatinya sedikit terhenyak. Dia tidak nyaman seperti ini!
Memang benar dia adalah pria pemabuk yang jauh dari ajaran agama, tapi dia masih mengerti dengan jelas bagaimana batasan-batasan dalam agama.
Rayhan mendorong tubuh Clara agar menjauh, pria itu berdiri lalu menatap tajam penuh emosi.
"Lo mau mengggoda gue?" Tanya nya dengan tatapan berang.
__ADS_1
"Jadi, lo merasa tergoda?" Clara tersenyum, mengedipkan sebelah matanya.
Rayhan menatap gadis itu, dari atas kepala sampai ujung kaki. Sungguh, Rayhan sangat membenci wanita seperti ini. Yang tidak tahu menghargai dirinya sendiri.
"Gak sama sekali!" Ketus nya, lalu kembali duduk dan memeriksa dokumen. Clara menghela nafas, lalu duduk di meja. Menghadapkan dirinya pada Rayhan. Gadis itu mengusap acak rambut hitam Rayhan.
"Yang bener?" Gadis itu menunduk menatap wajah Rayhan, pria itu kembali memejamkan mata menghindari pemandangan tak mengenakkan di depan matanya. Pakaian minim yang dikenakan Clara, membuat bagian dadanya terlihat jelas.
"Lo tau dari mana gue disini?" Rayhan heran, bukankah selama ini tidak ada yang tahu tentang bisnis yang dia jalankan.
"Tadi gue kerumah, mama bilang lo baru berangkat jadi gue ikutin. Ternyata lo pinter bisnis juga ya." Clara mengedarkan pandangan menyapu ruangan yang cukup luas ini.
Mata Clara tak sengaja menangkap sebuah objek,bingkai foto di sudut ruangan. Gadis itu langsung mengambil dan menunjukkan pada Rayhan.
"Dia siapa?" Tanya Clara dengan nada tak suka, gadis itu kembali melihat foto. Dalam bingkai itu, terpotret sosok gadis cantik tersenyum ceria dengan rambut kecoklatan nya. Clara mengernyit, menyadari foto yang sama dengan seorang gadis yang menjadi background ponsel Rayhan.
Rayhan meliriknya, lalu merampas foto tersebut. Dia tidak suka miliknya di usik orang lain tanpa izin.
"Gue pernah bilang, lo gak pikun kan?" Tanya Rayhan acuh, menatap foto tersebut.
Gadis itu kembali membuang nafas, berjalan mendekati Rayhan. Ada sedikit keraguan dalam benaknya, keinginan yang lebih kuat membuat Clara memantapkan niat.
Clara kembali duduk di pangkuan Rayhan, belum sempat pria itu bereaksi karena terkejut. Sebuah kecupan hangat mendarat sempurna dibibirnya. Rayhan membelalakkan mata, detik berikutnya pria itu mendorong kasar tubuh Clara.
"Damn! Kurang ajar." Umpat nya sambil mengusap kasar bibir sendiri.
Pria itu marah, selama bertahun-tahun dia selalu menjaga yang 'satu itu' tidak pernah dia lakukan dengan perempuan lain selain Kayla dulu.
Clara menunduk, awal nya dia menyangka Rayhan akan luluh. Tapi dugaan nya salah, justru umpatan yang dia terima.
"Sialan! Apa cuma itu yang bisa lo lakuin untuk curi perhatian gue hah?!" Rayhan berteriak marah. Membuat Clara semakin menunduk.
"Asal lo tahu, gue paling muak sama cewek kaya lo. Jangan lo samain gue sama laki-laki lain, yang bisa luluh dengan rayuan!" Rayhan masih terus membentak, semakin lama ucapannya semakin membuat sakit hati. Percayalah, sejak dulu Rayhan memang memiliki mulut pedas yang akan dia gunakan untuk menyakiti hati lawan bicaranya.
"Haan." Lirih gadis itu, kepala nya masih tertunduk. Tidak berani menatap Rayhan yang penuh amarah.
__ADS_1
"Mikir Clara! Kelakuan lo tadi bahkan lebih rendah dari seorang pel4cur!"
Deg! Setetes air mata berhasil meluncur diwajah gadis itu, jangankan untuk menyeka air matanya. Mengangkat wajah pun dia tidak berani. Hatinya sakit, dari sekian banyak pria yang pernah berkencan dengan nya. Baru kali ini ada pria yang menolak, bahkan sampai merendahkan Clara.
"Lo tau pel4cur kan, mereka melakukan hal itu dengan bayaran. Sedangkan lo, jangankan dibayar. Gue minta pun nggak!"
Clara sontak mendongak, menatap Rayhan tajam. Gadis itu bergerak menghampiri Rayhan.
Plaak! Pria itu menoleh ke kiri saat satu tamparan mendarat diwajahnya. Jangan tanya pelakunya, sudah pasti Clara tersangka utama.
"Jaga mulut lo Han! Gue lakuin ini semua buat lo, tapi lo munafik! Gue tau lo itu nggak beda sama laki-laki lain!" Clara menyeka air mata dengan punggung tangan. Gadis itu berlari meninggalkan Rayhan yang masih terkekeh sinis.
Sudah cukup! Sudah terlalu banyak rasa sakit yang ditorehkan Rayhan dihati gadis itu. Segala cara bahkan sudah Clara lakukan untuk menaklukkan hatinya, tapi lagi-lagi hanya penolakan yang dia dapat.
* * * * * * * * * *
Rayhan berjalan santai, dengan kedua tangan disaku celana. Sesekali pria itu bersiul sambik mengedarkan pandangan, menyusuri setiap sudut pemandangan danau buatan yang sudah lama terbengkalai. Tak ada yang istimewa dari tempat ini, sama sekali tidak ada!
Hanya sebuah danau yang dipenuhi rumput liar disekelilingnya, dengan beberapa bangku taman yang lapuk termakan zaman. Taman buatan ini memang sudah lama ditinggalkan, bersamaan dengan kenangan yang terkubur dalam.
"Be mine or I'll be yours" Kalimat itu kembali terngiang dalam ingatan. Kau pasti tau, untuk siapa kalimat itu pernah dia ucapkan?
Langkah Rayhan terhenti, saat melihat sosok gadis berdiri di kejauhan. Gadis bercadar itu berdiri menghadap hamparan danau luas yang kehijauan. Sebuah senyum tipis terbit digaris bibir pria itu. Entah ini kebetulan atau takdir, tapi sungguh diluar dugaan mereka akan bertemu kembali di tempat ini.
Tapi jika dikaji lebih dalam. Dalam kehidupan tak ada istilah kebetulan, bahkan jika kau bertemu dengan seorang yang tak kau kenali pun itu sebuah takdir Tuhan. Siapa yang akan tau jika dikemudian hari kalian kembali dipertemukan, atau bahkan dipersatukan dalam sebuah rasa yang mendalam.
"Assalamualaikum, ninja."
Kayla menoleh, mencari sosok yang barusaja mengucap salam. Dilihatnya seorang pria bersetelan kemeja hitam berdiri dikejauhan.
"Waalaikumsalam." Jawab gadis itu, kemudian mengalihkan pandangan. Kayla tersenyum, baru tadi dia memikirkan pria itu. Dan nyata nya sekarang sudah ada didepan mata. Sungguh hebat kekuatan doa, bukan? Baru beberapa waktu kau panjatkan, sekarang sudah terkabulkan.
"Do you miss me, ninja?" Suara serak khas pria itu kembali terdengar.
Kayla terkekeh, sudah lama rasa nya sejak terakhir kali dia mendengar panggilan khusus itu. Kayla rindu dengan panggilan itu. Panggilan yang mungkin hanya diberikan untuknya seorang.
__ADS_1
* * * * * * * * * *