UHIBBUKA FILLAH!

UHIBBUKA FILLAH!
UF A.M


__ADS_3

Alex berdiri dihadapan Rayhan yang sedang tertunduk lesu, dari bahu nya yang bergetar Alex tahu pria itu sedang menangis walau tak bersuara.


Tepukan dibahu kanan nya, membuat Rayhan mendongak mencari sang pelaku. Rayhan menghapus sisa air mata diwajah nya, lalu menatap heran pada Alex.


"Ngapain disini?" Tanya Rayhan, menggaruk kepala yang tidak gatal. Merasa malu karena Alex melihat sisi lemahnya. Alex tersenyum samar melihat Rayhan yang salah tingkah.


"Cinta itu butuh perjuangan, bukan cuma menangis di pojokan. Kebahagiaan itu dijemput, bukan ditunggu!" Sergah Alex, lalu menarik tangan Rayhan kembali masuk kedalam ruangan.


"Alex apa maksud nya ini?" Tanya Rayhan tak paham, Rayhan menepis tangan Alex meminta penjelasan.


"Kamu lihat...," Alex menunjuk kearah Kayla yang masih menangis dipelukan Lisa.


"Selama aku kenal Ay, aku belum pernah lihat dia sehancur itu selain hari meninggal papa nya. Ay gadis baik, nggak pernah mau berbagi kesedihan sama orang lain. Dia selalu bisa simpan masalah nya sendiri tanpa orang lain tau berapa banyak sakit yang dia simpan, tapi hari ini. Dia bahkan nangis dan ngebentak aku, itu semua karena kamu."


Rayhan mendengar penjelasan Alex sambil menatap Kayla yang masih menangis. Rayhan tersenyum, setidak nya masih ada secuil harapan jika saja Alex mau merelakan.


"Kamu tahu Rayhan, Ay adalah cinta pertama ku. Aku bisa mengenal indah dan manis nya cinta, itu semua karena Ay. Dan Ay juga yang mengajarkan, kalau yang namanya cinta itu bukan cuma tentang kasmaran dan romansa yang memabukkan. Tapi juga arti sebuah perjuangan, dan rasa yang tak terbalaskan." Alex cepat-cepat menghapus air mata di pipi nya, lalu tersenyum lebar pada Rayhan.


"Alex, gue ikhlas dan rela kalau Ninja nikah sama lo. Karena gue rasa, takdir Ninja bukan untuk jadi milik gue. Lo orang yang lebih pantas jadi imam Ninja." Berat hati sebenarnya Rayhan mengatakan hal itu. Namun, Rayhan merasa memang saat ini lah waktu yang tepat untuk merelakan gadis yang dicintainya untuk bersama cinta lain.


"Aku mungkin lebih pantas jadi imam Ay, tapi imam yang dia mau cuma kamu. Apa arti nya rumah tangga tanpa cinta, bukan nya bahagia yang kami dapat tapi malah saling menyakiti." Ujar Alex sambil menepuk pundak Rayhan.


"Tapi Alex..,"


"Aku nggak tau gimana cerita kalian dimasalalu, tapi aku tau seberapa besar cinta Ay buat kamu. Nggak sebentar aku berjuang untuk gantiin posisi kamu di hati Ay, tapi semua sia-sia. Cinta sama obsesi beda tipis Ray, dan aku tulus cinta sama Ay. Aku ikhlas liat dia bahagia sama orang lain, daripada harus tersakiti karena terpaksa nerima aku."


"Tapi gimana sama keluarga lo dan semua tamu undangan, bang Ian juga pasti nggak setuju." Rayhan masih menolak ide gila yang dicetuskan Alex, bukankah nanti Alex sendiri yang akan menanggung malu akibat kejadian ini.


"Sana pergi, jemput kebahagiaan kalian. Kamu yang lebih pantas untuk Ay, hati dan cinta Ay cuma buat kamu." Ujar Alex lalu mendorong bahu Rayhan agar berjalan mendekati penghulu.


Rayhan mengangguk, lalu memeluk erat Alex beberapa saat.


"Thanks bro, gue harap lo temuin kebahagiaan dari gadis lain. Yang lebih cantik dari Ninja kalau bisa." Ujar Rayhan sambil tertawa dan menepuk bahu Alex.


"Kalau itu sih mustahil...,"

__ADS_1


"Mustahil gimana?" Tanya Rayhan tak paham.


"Mustahil ada gadis lain yang lebih cantik dari Ay..," Jawab Alex sambil tersenyum bangga, karena melihat wajah Rayhan yang tadi tersenyum berubah menjadi pias.


"Kampret lo, bay the way Ninja emang paling cantik sih. Dan bentar lagi jadi istri gue." Celetuk Rayhan membalas ucapan Alex, membuat Alex berdecih sinis.


"Udah sana pergi, kelamaan disini aku berubah pikiran lho." Ancam Alex sambil membetulkan jas yang dia kenakan.


Rayhan langsung meninggalkan Alex tanpa menjawab lagi guyonan yang dilontarkan pria itu.


Rayhan berjalan mendekati penghulu dan Ian yang sudah menunggu, sesekali Rayhan melirik Kayla yang masih menangis. Rayhan yakin, bahwa Kayla masih tidak menyadari keberadaan nya. Bahkan Lisa yang duduk disamping gadis itu pun masih larut dalam tangisan bersama Kayla.


Rayhan duduk berhadapan dengan Ian, lalu menjabat tangan Ian untuk melakukan ijab kabul.


"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Kayla Natasha Wijata binti Wijaya alal mahri 10 juta hallan."


"Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq." Tak perlu mengulang dua atau tiga kali, Rayhan menjawab dengan lancar kalimat nya.


Setelah kata sah diucapkan penghulu, Rayhan menunduk seraya merentangkan dua tangan untuk berdoa. Mengucapkan syukur yang mendalam, setelah perjalanan dan perjuangan panjang akhir nya hari ini dia bisa menghalalkan wanita yang sudah lama dia dambakan.


Rayhan menghapus air matanya yang terjatuh karena perasaan haru yang menyeruak didalam dada. Rayhan menjawab tangan Ian dan mencium tangan pria yang sudah resmi menjadi kakak iparnya itu.


"Terimakasih bang, itu udah pasti aku lakuin." Jawab Rayhan percaya diri.


Setelahnya, Rayhan berjalan mendekati Kayla. Entah Kayla menyadari atau tidak bahwa Rayhan sudah menyelesaikan ijab kabul nya. Gadis itu masih saja menangis dipelukan Lisa, seperti nya tidak menyadari bahwa Rayhan sudah menggantikan posisi Alex.


Rayhan tersenyum geli, lalu memberi isarat pada Lisa untuk tetap diam. Karena Lisa lebih dulu menyadari kehadiran Rayhan dihadapan mereka.


"Assalamualaikum jodoh." Rayhan mengucap salam. Rayhan berdiri dihadapan Kayla dan Lisa yang masih berpelukan.


Kayla tersentak kaget, melepas pelukan nya lalu menoleh pada Rayhan.


Assalamualaikum jodoh???? pikir Kayla tak mengerti.


"Malah cengo, jawab tuh salam dari suami nya." Lisa mengikut lengan Kayla sambil terkikik geli.

__ADS_1


"Hah, gimana-gimana?" Tanya Kayla polos, gadis yang matanya masih memerah dan sembab itu menoleh lagi pada Rayhan.


Lisa bangkit dari duduk nya, lalu meninggalkan Kayla yang masih terbengong heran dan Rayhan yang tersenyum geli.


"Aku pernah janji kan, kalau suatu hari aku pasti bilang sesuatu sama kamu?" Tanya Rayhan setelah Lisa benar-benar menjauh.


Kayla yang masih belum juga mengerti hanya mengangguk, gadis itu mengedarkan pandangan menatap orang-orang. Namun netra nya tak menangkap sosok Alex diantara keramaian orang.


"Alex dimana?" Tanya Kayla penasaran, Rayhan yang semula tersenyum langsung memasang wajah ketus seperti biasanya.


"Udah punya suami masih tanya laki-laki lain, kamu gimana sih?!" Sergah Rayhan, sudah keluar nada bicara ketus seperti dulu yang biasa didengar Kayla.


"Suami?!"


"Inni uhibbuki fillah,Kayla." Ujar Rayhan sambil tersenyum, lalu menarik gemas hidung Kayla yang terbalut cadar.


Kayla tersenyum dibalik cadarnya, tergambar dari sudut mata yang menyipit. Kini gadis itu mengerti, bahwa Rayhan yang sudah menggantikan Alex untuk melakukan ijab kabul.


"Ana uhibbuka fillah, ahabbakalladzi ahbabtani lahu." Jawab Kayla masih dengan senyuman tertahan. Gadis itu kembali meneteskan air mata haru. Rayhan tersenyum, lalu menarik Kayla kedalam pelukan nya. Menyalurkan kehangatan dan kenyamanan yang sudah lama tak mereka rasakan.


Kayla membalas pelukan Rayhan dengan erat, rasa rindu setelah bertahun-tahun terpisah akhirnya kini sudah terbayar lunas.


"Aku kangen kak Ray..," Lirih nya dengan suara yang tertelan, gadis itu menenggelamkan wajah nya dalam pelukan hangat Rayhan. Kayla tersenyum, saat dengan jelas merasakan detak jantung Rayhan yang berdegub tak beraturan.


"Jantung nya mau loncat yah?" Tanya Kayla terkekeh geli, Rayhan langsung melepas pelukan nya dan menjauhi Kayla.


"Idih nggak, sok tahu kamu. Ada kali jantung kamu itu, deg-degan kan aku peluk?" Balas Rayhan, membuat Kayla memalingkan wajah menyembunyikan rasa malu dan pipi yang memanas.


Disudut ruangan, Alex berdiri sambil bersandar di dinding, kaki nya kiri nya terangkat bertumpu pada dinding dibelakangnya. Kedua tangan nya, dia sembunyikan disaku celana. Alex tersenyum hambar, menyaksikan kebahagiaan dua insan yang tengah dimabuk asmara. Tertawa dan bergurau ria tanpa memperdulikan sekitar mereka.


Dalam hati Alex merasa lega, setidaknya dia berhasil memberikan sebuah kebahagiaan pada Kayla. Sudah terlalu banyak kesedihan yang gadis itu rasakan, dan Alex ingin memberikan sedikit kebahagiaan dengan cara merelakan gadis itu menjadi milik Rayhan.


Sakit memang mengikhlaskan sesuatu yang begitu kita inginkan, namun akan lebih menyakitkan jika kita memiliki sesuatu yang memang bukan hak kita. Hal itu hanya akan mendatangkan penderitaan dan penyesalan dikemudian hari, dan Alex tidak ingin hal itu terjadi.


🌺

__ADS_1


🌺


🌺


__ADS_2