
Malam ini Kayla tengah bersiap untuk pergi menemani Lisa yang katanya malam ini ingin bermalam mingguan dengan Candra.
Siang tadi, Lisa mati-matian membujuk Kayla agar mau ikut dengan nya. Dan alibi yang digunakan Lisa berhasil membuat Kayla menerima tawaran nya meski secara terpaksa.
"Lo pasti tahu kan, kalau cewek dan cowok yang bukan muhrim itu nggak boleh berduaan? Makanya lo temenin gue yah, please." Rengek Lisa dengan segala bujuk rayunya siang tadi.
Dan disini lah Kayla berakhir,disebuah mall ternama di pusat kota. Bersama Lisa menunggu Candra yang katanya terjebak macet.
"Emm.. Lis," Panggil Kayla tergagu, membuat Lisa yang sedang menikmati ice cream nya langsung menoleh.
"Apa dah, gua lagi makan lu jangan banyak tanya dulu." Sewot Lisa yang terganggu konsentrasi makan nya.
"Emm.. Hari ini aku gak liat kak Ray, kemana ya dia?" Tanya Kayla setengah berbisik, jika Lisa tidak tajam pendengaran nya mungkin gadis itu tidak bisa mendengar ucapan Kayla yang hampir tertelan suara bising lain.
"Eh, gimana-gimana?" Tanya Lisa seolah tidak mendengar. Kayla, gadis bercadar itu berdehem merasa gugup.
"Haha nggak, tadi aku tanya tugas kita yang mana lagi yang belum selesai."
"Hahahaha.. Kay, lo belajar bohong dari mana dah, gue denger tadi lo nanyain kak Ray kan?" Ledek Lisa sambil menyikut lengan sahabat nya.
Kayla menunduk, rasa malu menjalar keseluruh tubuh. Entah sejak kapan gadis itu menjadi pemalu, membuat Lisa semakin gencar menggodanya.
Dua gadis itu masih sibuk dengan dunia mereka, yang satu bertingkah seolah tak punya malu. Dan yang satu bertingkah malu-malu. Sampai dua gadis itu tidak menyadari kedatangan Candra, pria itu tidak sendiri. Disamping nya ada seorang pria lagi, pria berhoodi hitam yang menutup kepalanya.
"Blekping." Sapa Candra menghampiri pacar nya, Lisa yang melihat langsung menghambur kedalam pelukan pria itu.
Sedangkan Kayla, gadis bercadar itu hanya menunduk menahan malu. Pasal nya, dia kenal betul siapa pria yang berdiri di sisi kanan Candra. Dan pria itu sedang menatapnya.
"Assalamualaikum, ninja." Ucap nya memberi salam, lalu berdiri tepat dihadapan Kayla.
"Waalaikumsalam, kak Ray." Kayla menjawab tanpa menatap, gadis itu terlalu malu membayangkan bagaimana jika Rayhan mendengar pertanyaan nya pada Lisa tadi.
Dua pasangan sejoli itu akhir nya mulai berjalan, mengeliling pusat perbelanjaan yang dipenuhi banyak orang.
Bukan dua pasangan, karena yang berkencan hanya si Blekping dan Candra. Sedangkan Kayla dan Rayhan hanya bertugas sebagai pengawal dibelakang.
Lisa dan Candra berjalan dengan santai nya, saling merangkul dan tertawa serasa dunia milik berdua. Kadang Lisa akan menutup mata pacar nya dengan kedua tangan saat ada gadis cantik berpapasan, benar-benar pasangan dimabuk asmara.
Lain kisah di depan, lain pula dengan yang di belakang. Kayla dan Rayhan berjalan dalam diam, dengan jarak satu meter membentang.
Kedua nya hanya diam,tanpa ada yang berniat membuka suara.
Wajah Rayhan yang tertutup hoodie, membuat nya susah untuk menoleh dan melihat Kayla. Sesekali pria itu akan mencuri pandang saat perhatian gadis bercadar itu sedang teralihkan.
Sampai saat Rayhan masih mencuri pandang, pria itu tak sengaja menabrak seseorang. Hoodie yang menutup kepala nya tak sengaja terbuka, membuat Kayla dan Lisa terkejut. Pasal nya wajah pria itu penuh dengan luka memar dan perban di kepala.
"Kak Ray, lo kenapa bisa gitu?" Lisa lebih dulu bertanya, sedangkan Kayla masih menatap dengan terkejutnya.
"Bukan apa-apa," Jawab Rayhan singkat, lalu berjalan mendahului Kayla dan Lisa yang masih terkejut.
Kayla, gadis bercadar itu setengah berlari menyusul Rayhan.
"Kak Ray habis berantem sama siapa?" Tanya Kayla setelah berhasil mensejajarkan langkah.
Rayhan menoleh, tersenyum sekilas lalu menjawab. "Gak berantem, cuma kecelakaan dikit."
Kayla mendelik sebal, tanpa sengaja tangan nya terangkat memukul lengan Rayhan.
"Kecelakaan mana bisa luka nya begitu sih." Ketus Kayla, lagi-lagi memukul lengan pria itu.
Rayhan terkekeh, lalu menghentikan langkah.
"Ini bukan apa-apa, tapi gue seneng lo khawatir." Ucap nya sambil tersenyum.
Lagi, Kayla menyembunyikan tangan dibalik hijab lebarnya menyembunyikan rasa grogi.
"Aku nggak khawatir tuh." Kilah gadis itu, lalu berjalan lagi meninggalkan Rayhan yang terkekeh senang.
* * * * * * * * * * *
Pasangan bucin absurd sedang menghabiskan waktu berdua dengan menonton film romantis di bioskop, sedangkan Rayhan dan Kayla lebih memilih menunggu di cafe ketimbang harus menemani mereka.
__ADS_1
"Kakak kenapa bolos kuliah tadi?" Tanya Kayla lagi, gadis itu sudah tidak tahan dengan suasana canggung yang menyelimuti mereka. Sudah cukup waktu sepuluh menit yang dihabiskan hanya untuk saling terdiam.
"Lo khawatir banget ya, sampe nanya terus?" Tanya Rayhan percaya diri, pria itu masih setia memperlihatkan senyuman nya.
Kayla yang menyadari, kemudian menatap heran. Pasalnya, ini kali pertama baginya melihat wajah ceria Rayhan setelah mereka kembali bertemu.
"Seneng banget kaya nya?" Tanya Kayla, rasa penasaran yang memenuhi pikiran nya memaksa gadis itu untuk betanya.
Rayhan yang sedang menyesap kopi hitam nya kemudian menoleh.
"Emang iya, gue lagi seneng tau." Rayhan kembali tersenyum,membuat Kayla memilih untuk mengalihkan pandangan.
Di sudut cafe, beberapa orang yang tergabung dalam band musik sedang menampilkan akhir mereka diatas panggung. Dengan lagu milik Anji yang berjudul 'Dia' menjadi latar belakang suasana riuh di cafe ini.
Beberapa menit terdengar, lagu pun berakhir. Suara riuh kembali terdengar saat tepuk tangan para pengunjung menggema.
"Dari pengunjung, apa ada yang berniat menyumbang lagu?" Si pembawa acara bertubuh tambun membuka suara, lalu mengedarkan pandangan.
"Oh, mas yang pakai hoodie hitam?" Pria itu menunjuk sudut cafe. Dimana Rayhan berdiri sambil mengangkat tangan.
Rayhan membuka hoodie, menyisakan kaus hitam polos berlengan pendek. Wajah nya yang penuh luka memar tidak sedikitpun membuat ketampanan pria itu memudar. Dengan percaya diri, Rayhan berjalan lalu naik keatas panggung.
"Lagu Perfect dari Ed Sheeran" Tukas pria itu santai, lalu meraih gitar disudut panggung.
Rayhan berdiri disebuah kursi, jari-jari panjang nya mulai memetik senar gitar. Dengan rumus yang sudah dia hapal diluar kepala.
I found a love for me
Darling, just dive right in
And follow my lead
Suara serak khas pria itu mulai terdengar, suansana cafe yang mula nya riuh gemuruh seketika terdiam untuk menyimak lagu Rayhan. Suara serak dan wajah tampan terbalut perban nya membuat para gadis kembali riuh meneriakkan dukungan untuk Rayhan.
Well, I found a girl, beautiful and sweet
I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
I will not give you up this time
Darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Disela Rayhan bernyanyi, Lisa dan Candra yang entah dari mana datang menghampiri Kayla. Lalu duduk disamping gadis bercadar hitam itu.
"Wagelaseehh, gue baru dua kali ini denger kak Ray nyanyi. Bagus gilak, kenapa gak jadi penyanyi aja yah." Lisa menyeruput minuman milik Kayla tanpa dosa.
"Itu punya Kayla, Blekping. Kamu kalau haus pesen gih." Candra merebut gelas jus milik Kayla, lalu mengembalikan di tempat seharusnya.
"Itu sahabat gue kesambet apa? Bersejarah banget tu manusia patung mau nyanyi." Celetuk Candra tanpa dosa, tak lama mendapat pukulan keras dikepala nya dari Lisa.
"Diem! Dengerin aja kak Ray nyanyi tuh, lo berisik gue timpuk dah."
"Udah-udah diem, kalian dua pacaran tapi kaya orang musuhan aja." Kayla menarik tangan Lisa agar sedikit menjauh dari Candra. Gadis itu lama-lama merasa jengah melihat mereka yang selalu menempel bak prangko.
"Jaga jarak aman." Kayla mengangkat jari telunjuk, memperingatkan sahabat nya.
Kayla kembali fokus mendengarkan Rayhan, suara serak pria itu terdengar kembali. Sungguh, dalam hati Kayla merasa senang. Walau Kayla tahu, mungkin saja lagu ini bukan untuknya. Tapi tetap saja Kayla merasa senang, kenangan kembali membawa nya pada kisah beberapa tahun lalu. Disaat pertama kalinya mendengar Rayhan bernyanyi.
********
***Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
__ADS_1
Well, I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fightin' against all odds
I know we'll be alright this time***
******
"Huwaaa.. Suka banget suara kak Ray" Teriak Lisa kehebohan, mengikuti beberapa pengunjung lain yang sama hebohnya.
"Terus aja lo gitu, pulang dari sini gue santet lo!" Dengus Candra sambil memukul lengan sahabatnya.
"Berisik, gak bisa liat gue seneng dikit aja auto jantungan lo." Ketus Lisa, tidak memperdulikan ucapan Candra. Pria itu mendelik kesal, memutuskan untuk mengisi perut ketimbang ikut menjadi tim sorak sorai Rayhan.
"Huwaa, kalo gue jadi lo pasti seneng banget di nyanyiin kaya gitu Kay." Lisa mendekap Kayla erat, merasa gemas sendiri melihat Rayhan.
"Apa sih, dia nyanyi buat ngehibur pengunjung kali bukan buat aku." Kayla mendorong Lisa, hijab nya sedikit tersibak karena ulah Lisa.
****
***Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
I have faith in what I see
Now I know I have met an angel in person
And she looks perfect
I don't deserve this
You look perfect tonight***...
Petikan gitar terakhir, diiringi riuh tepuk tangan penonton yang jauh lebih heboh dari sebelum nya.
Beberapa gadis bahkan sempat mengabadikan penampilan Rayhan melalui ponsel mereka. Pria itu menunduk kan kepala pada penonton, mengembalikan gitar lalu turun dari panggung.
"Wihh bro, gue rasa lo abis di timpuk kayu otak nya sedikit gesrek sampai bisa nyanyi gitu." Candra menyambut sahabat nya dengan bangga.
Raygan hanya angkat bahu acuh, pria itu kembali duduk di tempatnya. Meneguk botol mineral untuk mengurangi dahaga. Ternyata bernyanyi cukup menguras tenaga, ditambah lagi rasa gugup yang menghinggapi nya tadi.
"Gimana penampilan gue, bagus kan? Bagus dong." Sombong Rayhan dengan percaya dirinya, membuat Kayla mendengus sebal lalu buang muka.
Lain hal dengan Lisa, gadis itu masih sibuk memuji-muji penampilan Rayhan yang sebenarnya biasa saja.
"Bagus banget kak Ray, aku suka liat penampilan kakak." Puji Lisa sebaik mungkin, gadis itu sebenarnya lebih menikmati penampilan wajah Rayhan ketimbang suara nya.
"Suara nya biasa aja kok, banyak fals nya." Ungkap Kayla jujur, membuat Rayhan yang sedang meneguk air minum nya sedikit tersedak.
Pria itu menatap tajam, susah payah Rayhan mengumpulkan keberanian tampil bernyanyi mengharap pujian. Nyata nya malah hinaan yang diberikan Kayla.
Rayhan berdecih, menghempas botol minum nya. Lalu duduk mendekati Kayla.
"Eeh. Mau ngapain?" Tanya Kayla, gadis itu mundur hingga tersudut di sandaran sofa.
Rayhan tersenyum sumbang, tatapan nya mencurigakan. Kayla masih larut dalam lamunan nya, dan berteriak kaget saat Rayhan menarik kuat hidung nya.
__ADS_1
"Gue kangen." Ucap Rayhan, menarik gemas hidung mancung kesayangan nya yang sekarang tertutup kain cadar.
* * * * * * * * * * * * * * * *