UHIBBUKA FILLAH!

UHIBBUKA FILLAH!
UF A.J


__ADS_3

"Aku sakit Ay, berjuang sendirian bertahun-tahun tanpa ada kepastian. Kenapa Ay, kenapa kamu gak bisa sedikit aja buka hati dan perasaan kamu buat aku?!"


Teriak Alex sambil menunjuk dada nya sendiri, air mata sudah tak mampu pria itu bendung lagi. Sudah terlalu lama dia menyimpan perasaan ini sendirian tanpa ada yang tahu bagaimana sakit nya berjuang.


"Alex...,"


"Diam Ay, aku butuh bicara. Sesekali aku mau kamu dengerin aku."


"Aku mohon, lupain Rayhan. Kita ini mau nikah Kayla, dan menikah bukan untuk main-main. Aku emang cinta sama kamu, tapi aku juga gak mau nikah sama orang yang gak ada perasaan sama aku. Aku gak seegois itu Kayla." Alex melangkah mendekati Kayla. Gadis yang tinggi nya hanya sebatas bahu itu mengadah menatap Alex.


Alex meraih bahu Kayla, lalu mengusap nya pelan. "Aku sayang kamu Ay.." Ucap Alex sambil tersenyum. Mata yang memerah karena tangisan tadi, kini memancarkan sebuah harapan besar.


Kayla hanya mengangguk sambil tersenyum samar, tak mampu menjawab kalimat Alex. Bukan tak mampu, lebih tepat nya Kayla tak mau berbohong. Karena 'belum' ada rasa sayang di hati Kayla untuk Alex.


"Aku mau kamu lupain dia sepenuhnya Kayla, jalani hidup kamu yang baru. Nggak ada guna nya kamu terus simpan perasaan untuk orang yang udah nggak ada, semua itu bakal berakhir sia-sia! Kamu nggak capek Ay? Kamu nggak bosen bohong sama perasaan kamu sendiri....,"


"Stop Lex, iya aku bakal berusaha terima kamu. Aku janji aku bakal lupain dia!" Teriak Kayla menahan amarah dan tangisan. Kayla sudah tak mampu mendengarkan ocehan panjang Alex yang semakin lama semakin menyudutkan nya.


* * * * * * * * * * * * * *


Dua hari berlalu dengan cepat, kini hari pernikahan sudah datang. Semua persiapan sudah bisa dikatakan 99% sempurna. Ian dan Viona sejak subuh sudah sibuk mempersiapkan diri. Pasangan suami istri yang sudah hampir sepuluh bulan menikah itu semakin hari terlihat semakin romantis saja.

__ADS_1


Bahkan sering kali membuat Kayla merasa jengah saat dirumah, karena Ian dan Viona yang sengaja mempertontonkan kemesraan.


Disebuah hotel ternama milik keluarga Wijaya, gedung didekorasi dengan begitu indah. Riasan bunga bertaburan dimana-mana, membuat mata begitu enggan mengalihkan pandangan. Dekorasi pernikahan yang khas dengan kebudayaan Arab ini merupakan keinginan dari Kayla. Gadis itu memiliki impian, ingin menikah dengan adat Arab yang kental dengan ajaran Islam.


Alex sudah duduk disebuah kursi yang berhadapan langsung dengan penghulu, tengah menanti sang mempelai wanita yang belum memasuki ruangan. Sudah sepuluh menit berlalu dari waktu yang sudah ditentukan, namun Kayla belum juga memasuki ruangan. Membuat Alex merasa sedikit geram karena kesabaran nya yang mulai menghilang.


Sambil memperlancar hapalan kalimat ijab kabul nya, Alex berusaha menahan sabar sedikit lagi. Mencoba berprasangka baik pada Kayla, mungkin saja gadis itu sedah berjalan menuju ruangan ini.


Perlahan suara pintu terbuka, membuat seisi ruangan menoleh pada sumber suara. Terlihat seorang gadis dengan gaun pengantin berwarna putih bersih dan menjuntai membalut tubuh mungilnya. Kayla, gadis dengan gaun pengantin itu terlihat sangat menawan, tinggi badan yang terbilang lumayan dan juga warna kulit yang putih bersih terlihat serasi dengan gaun yang dia kenakan. Tak lupa dengan balutan cadar berwarna putih yang juga menutupi sebagian wajah nya.


Kayla berjalan diiringi Lisa dan Viona disampingnya, sedangkan Ian sudah ada di dekat Alex sedari tadi.


Kayla duduk disebuah mimbar yang terpisah dari Alex, jarak nya beberapa meter. Kayla hanya akan menyaksikan ijab kabul yang dilakukan Alex dari kejauhan.


"Kamu udah siap?" Tanya penghulu, membuyarkan senyum samar Alex.


"Insyaallah..," Jawab Alex mantap.


perasaan disini cowok cuma gw yahh??


Kayla yang mendengar jawaban Alex dari kejauhan menutup mata saat, tidak boleh ada air mata yang tumpah saat ini. Bukan kah dia sudah berjanji untuk menerima Alex sebagai pendamping nya.

__ADS_1


Namun jujur, masih ada keraguan mendalam di hati Kayla. Masih ada sedikit penolakan yang ingin dia suarakan.


Hari ini, seharus nya menjadi sejarah yang indah dalam hidupnya, bukan kah begitu? Hari pernikahan adalah hari yang akan menjadi sejarah terindah dalam hidup seseorang. Namun tidak dengan Kayla, ini memang hari pernikahan nya. Tapi bukan dengan Alex yang dia inginkan, dalam hati nya Kayla masih menyimpan keyakinan. Keyakinan bahwa Rayhan akan kembali datang, dan akan membawa nya menuju kebahagiaan.


Hati Kayla berdegub kencang, Kayla merasa seharusnya dia tidak menerima pernikahan ini.


Aku nggak mau membohongi perasaan sendiri, dan aku nggak mau kamu terluka Lex.


Kayla cepat-cepat menghapus air mata nya agar tak ada yang melihat, Lisa yang duduk tidak jauh di samping nya lalu mendekat.


"Kay, lo harus kuat. Mungkin ini yang terbaik, gue yakin Alex orang yang tepat untuk jadi imam lo. Lo kuat Kayla...," Lisa merangkul bahu Kayla, memberikan kekuatan pada sahabat nya agar mampu menerima kenyataan.


"Aku nggak bisa bohong Lis, hati aku berat nerima pernikahan ini, aku nggak siap Lisa." Kayla menunduk, menyembunyikan air matanya.


"Bisamillahirahmannirahim.. Alex Pratama, saya nikahkan engkau dengan adik kandung saya Kayla Natasha Wijaya binti Wijaya dengan maskawin seperangkat alat dan uang senilai 10 juta Rupiah dibayar tunai!"


Suara lantang Ian terdengar jelas, membuat air mata Kayla semakin banyak terjatuh. Gadis itu tak mampu menyembunyikan kesedihan, bahwa kenyataan nya sebentar lagi dia akan sah menjadi istri Alex. Seorang sahabat yang sampai kapanpun akan tetap me jadi sahabat nya, tidak akan pernah menjadi cinta yang nyata.


"Saya terima nikah dan kawin nya Kayla Natasha Wijaya binti Wijaya dengan....,"


"Assalamualaikum...," Sebuah suara terdengar di kejauhan, namun tak banyak yang memperhatikan. Mungkin karena mengira hanya tamu yang datang terlambat.

__ADS_1


"Assalamualaikum....," Suara itu terdengar lagi, kali ini terdengar lebih keras. Membuat Kayla dan Lisa spontan menoleh pada sumber suara. Mata Kayla membulat sempurna saat melihat sosok seseorang yang berdiri di ambang pintu. Gadis itu berdiri, diikuti Lisa yang juga berdiri sambil menutup mulut menyembunyikan keterkejutan.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * *


__ADS_2