
❤❤❤
Baru kemarin rasa nya kita bersama,
Baru kemarin kita bercanda dan tertawa
Memendam rasa yang bergelora dalam jiwa.
Namun kini sudah setahun aku tanpa mu,
Sudah lama tak kudengar kabar mu. Dimana
dirimu?.....
Masih kah kau dalam dunia yang sama? Atau sudah pergi seperti yang orang lain katakan?...
❤❤❤
Setahun berlalu sejak kejadian itu, tak banyak yang mampu di ingat Kayla. Bahkan bagaimana cara nya menjalani kehidupan tanpa seorang Rayhan pun tak mampu ia ingat lagi.
Yang mampu Kayla ingat hanyalah hidup nya tak seindah dulu, tak ada canda tawa menghiasi harinya. Tak ada semangat seseorang yang akan mengiringi langkahnya.
Entahlah, kehidupan terus berjalan. Waktu terasa cepat berlalu, tak banyak yang mampu direkam ingatan. Hanya segelintir kenangan yang tak akan kembali terulang.
Kak Ray dimana? Apa kabar, aku kangen kak Ray. Aku mohon kakak kembali, buktiin kesemua orang kalau kak Ray masih baik-baik aja. Kak Ray masih hidup, aku yakin.
Ujar lirih Kayla, gadis bercadar itu tengah duduk melamun. Namun dering telfon yang terdengar nyaring membuat lamunan panjang nya memudar.
"Halo, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, mbak Kayla di lobby ada yang mencari anda. Katanya tunangan anda."
Informasi dari seorang resepsionis perusahaan. Kayla baru teringat, hari ini ada janji akan pergi bersama Alex, tunangan nya. Untuk pergi ke butik dan fitting baju pernikahan mereka yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.
Entahlah bagaimana awal mula ceritanya, waktu itu Kayla sedang dalam keadaan terpuruk. Dan dalam keadaan itu, Alex datang pada Kayla. Membawa rasa yang sudah terpendam lama, katanya. Alex mengungkapkan perasaan nya pada Kayla, bukan mencari kesempatan dalam kesempitan karena tak ada nya Rayhan. Namun dalam pikiran Alex hanyalah bagaimana cara menghilangkan kesedihan gadis itu, gadis yang dicintai nya sudah bertahun-tahun. Yang kehilangan keceriaan karena sebuah rasa mendalam terhadap Rayhan.
Tepat nya setengah tahun yang lalu, Alex datang bersama keluarga nya yang terbang langsung dari Jerman untuk melamar Kayla pun menghasilkan berita gembira. Sebenarnya, Kayla berniat menolak pada awalnya karena sama sekali tidak memiliki perasaan pada Alex. Dan lagi, menurut Kayla, pria yang menjadi sahabat nya itu hanya merasa kasihan saja. Kayla tidak mau dikasihani, dia bukan seorang menyedihkan. Apalagi dikasihani dengan cara mengatasnamakan cinta.
__ADS_1
Namun Ian memberi penjelasan pada Kayla, yang membuat pikiran gadis itu akhirnya terbuka.
"Rayhan udah nggak ada, bukan nya itu pertanda kalau semesta pun nggak merestui kalian bersama Kayla. Kamu harus terima kenyataan kalau Rayhan udah meninggal walaupun sampai saat ini belum ditemukan. Move on dek, dimana adik abang yang selalu tegar dan terima kenyataan." Ujar Ian saat itu, untuk membuka pikiran adiknya.
"Tapi aku manusia biasa bang, aku punya sisi lemah dan batas kekuatan. Aku bukan robot bang, aku punya perasaan. Dan perasaan aku untuk kak Rayhan, bukan Alex!"
* * * * * * * * * * * * *
Disini lah akhirnya Kayla berada, disebuah butik ternama di pusat kota. Bersama tunangan yang beberapa hari lagi akan menjadi imam nya yang sah. Kayla berkeliling menjajaki satu persatu gaun yang dipajangkan. Gaun pengantin berbagai model, mulai yang belahan dada terbuka tanpa lengan. Sampai kebaya khas tradisional namun di kemas menjadi kekinian. Gadis itu tersenyum lirih dibalik cadarnya. Sungguh menikah bukan lah prioritas dalam kehidupan nya, Kayla masih ingin fokus membenah diri menjadi lebih baik. Namun kenyataan bekata lain, bukti nya saat ini dia sedang bersama dang tunangan. Alex, sahabat yang mengungkapkan perasaan cinta.
"Ay gimana menurut kamu?" Suara Alex terdengar dikejauhan, pria itu berjalan dengan gagah mendekati Kayla. Dengan setelan jas putih khas pengantin dengan beberapa renda disisi nya. Kayla menangguk sebagai tanggapan, tak ada senyuman dia torehkan.
Jika boleh jujur, tidak sama sekali hatinya menyimpan perasaan terhadap Alex, namun apa mau dikata. Mungkin ini lah takdir yang harus Kayla terima, bersama Alex walau tanpa cinta. Kayla yakin, cinta bisa datang kapan saja. Dan mungkin saja, suatu hati dia akan bisa membuka hati nya untuk Alex. Mungkin.....
"Abis ini kita makan di taman yuk Ay, udah lama loh kita nggak jalan-jalan. Kamu sibuk sama kerjaan kamu, secara kan sekarang udah jadi nona CEO." Ledek Alex sambi tersenyum, membuat Kayla ikut tersenyum.
Memang sudah hampir delapan bulan ini Kayla menjabat sebagai CEO di salah satu kantor cabang peninggalan mendiang papa nya dulu. Sedangkan induk perusahaan di pimpin oleh Ian, yang saat ini sudah tidak berstatus lajang. Ya, pria itu sudah menikah beberapa bulan lalu. Tepat nya, tiga bulan setelah kecelakaan Rayhan yang di nyatakan meninggal oleh tim sar walaupun sampai saat ini jenazah nya belum ditemukan.
* * * * * * * * *
Cuaca yang terik di taman ini, membuat beberapa pengunjung memilih untuk berteduh dibawah pohon rindang. Menikmati angin yang berhembus perlahan menerpa dedaunan. Sama halnya dengan Kayla dan Alex, dua sejoli itu tengah duduk di bawah pohon besar bersama beberapa pengunjung lain yang duduk tak jauh dari mereka.
"Ay...," Beberapa detik tak ada sahutan, Alex masih memandangi siluet wajah Kayla dari sudut kanan.
Hidung mancung yang terbalut cadar masih memperlihatkan gadis tegas. Gadis ini, Kayla namanya. Seorang wanita yang hidup penuh gelimang harta, namun bukan itu yang menjadi daya tarik nya.
"Ay...," Suara Alex membali terdengar, kali ini lebih keras. Ingin rasa nya Alex menyentuh bahu gadis itu, namun keinginan yang bergejolak itu berusaha ia tahan.
Kayla masih setia dalam lamunan panjangnya, memikirkan bagaimana kisah nya kedepan. Benarkah Alex jodoh yang sudah Tuhan siapkan selama ini? Benarkah Alex yang akan menjadi pendamping sisa hidupnya kelak?
Namun hati tetap lah hati, seberapa hebat menyembunyikan perasaan hati tak dapat berdusta.
Ya, masih ada seseorang yang tetap bertakhta di hati Kayla. Orang yang menghilang setelah kecelakaan, entah bagaimana kabar nya sekarang.
"Ay...," Suara Alex terdengar kembali, diiringi tepukan singkat di bahu Kayla. Membuat gadis itu terkejut dan menoleh.
"Maaf kak Ray...," Ucap Kayla spontan, membuat Alex langsung berwajah muram.
__ADS_1
Ternyata benar dugaan nya selama ini, hati Kayla masih milik Rayhan.
Alex tersenyum kecut, lalu membuang muka.
"Aku Alex, kalau kamu lupa." Jawab nya kemudian, Kayla menoleh lagi. Lalu menutup mulut dengan dua telapak tangan.
Astagfirullah.. Lirih nya dalam hati, beribu-ribu ucapan maaf dia lontatkan untuk Alex dalam hatinya.
"Maaf Alex..," Cicit Kayla sambil menunduk,semua terjadi secara spontan tak ada niatan menyakiti hati Alex.
"Aku minta kamu lupain dia Ay, dia udah tenang di surga nya Allah. Dia udah gak ada dari setahun lalu, buat apa kamu ingat-ingat Ay. Dua hari lagi pernikahan kita, undangan udah disebar, photo pre-wedding udah jadi, souvenir, fitting baju semua udah selesai. Cuma satu yang belum, mempelai wanita nya belum mempersiapkan hati."
Seloroh Alex dengan nada tegas. Ucapan nya kali ini terdengar serius, berbanding terbalik dengan Alex yang biasa nya selalu santai.
"Dia masih hidup, aku yakin dia masih hidup Alex." Bantah Kayla tak kalah tegas, Alex menoneh. Mereka saling bertatapan, sorot kekecewaan terlihat jelas pada netra kebiruan Alex. Sedangkan sorot kemarahan tergambar jelas di mata Kayla.
"Dia udah mati Kayla, udah MATI. Kamu masih belum paham juga?!" Bentak Alex pada akhirnya, pria itu berdiri lalu berjalan beberapa langkah.
Kayla ikut berdiri dan menghampiri Alex, gadis itu menyeka air matanya yang tumpah karena bentakan Alex tadi.
"Kak Ray belum mati Alex, kamu yang harus paham. Dia masih baik-baik aja." Tolak Kayla tegas. Alex memutar haluan, kini kedua nya saling berhadapan dengan jarak setengah meter yang membentang.
"Kamu munafik Ay, munafik." Ucap Alex sambil menunjuk wajah Kayla dengan jari telunjuk nya.
Kayla memejamkan mata, tak sanggup menatap wajah penuh amarah dari Alex.
"Kamu bilang percaya takdir Allah kan, tapi yang kamu lakuin sekarang ini menentang takdir Allah. Kamu mendustakan takdir Allah Ay!" Suara Alex masih belum melemah, justru nada suara nya semakin garang terdengar.
"Hati kamu itu udah tertutup karena rasa cinta kamu buat Rayhan. Sampai kamu nggak bisa nerima takdir, kamu gak bisa terima kenyataan kalau Rayhan udah meninggal. Dan kamu nggak mau menerima orang yang bener-bener sayang sama kamu Ay." Kali ini suara Alex melemah, bahkan di ujung kalimat nya Alex tersenyum kecut sambil menunduk.
"Aku disini Ay, selalu disini. Aku jatuh cinta sama kamu bahkan jauh sebelum kamu pulang ke Indonesia, di Mesir kamu ingat apa yang aku lakuin? Tiap pagi aku kirim sarapan ke apartment kamu, tiap pulang ngampus aku selalu sempatin ke apartment kamu. Tiap malam aku selalu kirim chat, ingatin kamu ibadah, makan, istirahat dan tugas. Itu semua aku lakuin karena aku CINTA sama kamu Ay....,"
Suara Alex terdengar semakin lirih, pria jangkung berhoodie navi dengan tudung kepala menutup sebagian wajah itu sesekali menarik nafas dalam. Menghilangkan rasa sesak di dada nya.
Selesain ini semua Alex. Kamu juga butuh di dengarkan, butuh berbagi beban.
"Aku datang ke Indonesia, untuk kamu Ay. Semua aku lakuin untuk kamu, berharap kamu bisa membuka hati dan terima perasaan aku. Tapi apa yang aku dapat? Kenyataan pahit! Kayla yang aku suka ternyata hati nya udah jadi milik orang lain, bahkan sebelum aku kenal kamu."
__ADS_1
Kayla tetap dalam diam nya, mendengarkan Alex yang masih menumpahkan isi hatinya. Membiarkan Alex mengatakan semua yang selama ini dia pendam.
"Aku sakit Ay, berjuang sendirian bertahun-tahun tanpa ada kepastian. Kenapa Ay, kenapa kamu gak bisa sedikit aja buka hati dan perasaan kamu buat aku?!"