UHIBBUKA FILLAH!

UHIBBUKA FILLAH!
UF A.L


__ADS_3

Rayhan bangkit berdiri, mengusap aliran darah disudut bibirnya. Tatapan nya jatuh pada gadis bercadar yang tengah menangis pilu dihadapannya. Rayhan memejamkan mata, tersenyum lirih lalu memutar badan. Secepat mungkin Rayhan berjalan meninggalkan ruangan terkutuk ini.


"Kak Ray..," Panggil Kayla dengan suara lirih, gadis itu berlari mengejar Rayhan. Namun cengkraman tangan Alex membuat nya berhenti, Kayla berbalik lalu menatap Alex nanar.


"Aku mohon Alex, jangan paksa aku." Pinta Kayla dengan tulus, namun dengan cepat Alex menggeleng kepala.


Rayhan menghentikan langkahnya saat sebuah tangan mencengkram lengan nya dengan kasar. Berbalik badan, Rayhan menatap sang pemilik tangan.


"Dari mana lo Ray, otak lo kebentur apa hilang waktu kecelakaan. Ini beneran Ray kan, Rayhan sohib gue? Ya umpan bro, gue kira lo beneran mati. Dari mana aja lo selama ini...,"


Candra masih berceloteh panjang sambil mencengkram kuat tangan Rayhan, namun perhatian dan pendengaran Rayhan seolah terkunci. Fokus nya teralihkan pada gadis bercadar yang sedang berlari ke arahnya.


"Kak Ray...," Lirih Kayla sambil meraih pergelangan tangan Rayhan. "Jangan pergi lagi, aku mohon...," Pinta nya dengan tulus, Kayla masih menangis pilu sambil tertunduk menatap jari nya yang memegang erat tangan Rayhan.


"Kayla!" Kali ini terdengar suara Ian dari kejauhan, Ian mendekati Kayla di ikuti oleh Alex yang langsung menarik tangan gadis itu hingga terlepas.


Ian menatap Rayhan dari ujung kepala sampai ujung kaki, sungguh tak ada yang berubah dari pria itu. Hanya saja, penampilan nya kini lebih rapi dan sopan. Namun, tidak ada yang tau bagaimana sifat nya. Masih sama seperti dulu atau tidak, bukan kah Rayhan setahun yang lalu Rayhan adalah seorang pria pemabuk yang jauh dari jalan kebenaran?


Ian menatap Rayhan dan Alex bergantian, seoalah membandingkan antara dua pria itu. Mana yang lebih pantas untuk menjadi pendamping adiknya. Tak lama, Ian mengangguk lalu menarik tangan Kayla agar mendekat padanya.


"Ayo lanjutin pernikahan ini dek, penghulu nya udah nunggu." Bisik Ian pada telinga Kayla.


Bagai tersengat aliran listrik, Kayla tersentak kaget. Gadis bercadar itu sontak menggeleng keras tanda penolakan.


"Abang...," Tolak Kayla masih sambil menggelengkan kepala, Kayla melirik kembali pada Rayhan yang masih setia menatap nya sambil terdiam.


Aku gak mau kehilangan untuk kesekian kalinya, udah cukup selama ini aku kehilangan orang-orang yang ku sayang.


"Kayla, ayo cepat dek. Penghulu udah nunggu, gak enak sama tamu lain. Mereka pada bingung kita disini, hapus air mata kamu dan jangan nangis lagi ya." Rayu Ian sambil menghapus air mata Kayla.


Ian tak bohong, memang sejak tadi sudah terdengar bisikan-bisikan para tamu undangan yang rasa keingintahuan nya meningkat, terlebih lagi saat melihat mempelai wanita berlari mengejar pria lain sambil menangis.

__ADS_1


Kayla masih bersikeras menolak, gadis itu kembali mendekati Rayhan yang tetap terpaku di tempatnya berdiri.


"Kak Ray, kakak kemana aja. Aku khawatir, kakak baik-baik aja kan? Kak Ray darimana?"


Rayhan memejamkan mata, tak sanggup bersitatap dengan Kayla. Sungguh jika saja saat ini hanya sendiri, mungkin Rayhan sudah menangis menumpahkan segala rasa sakit yang menghujam hatinya.


Kepergian nya selama setahun tujuan nya adalah untuk memantaskan diri dan kembali lagi pada Kayla untuk menjadi imam yang akan menyempurnakan. Namun, kenyataan yang dia dapatkan justru jauh dari angan nya selama ini.


Menghela napas dalam, akhirnya Rayhan menjawab. "Alhamdulillah aku baik-baik aja ninja." Hanya itu jawaban yang mampu Rayhan berikan, pria itu menunduk dalam. Tak mau terjerumus menjadi zina mata karena terpesona melihat kecantikan Kayla.


Mungkin munafik mereka bilang, tapi itulah kenyataan. Bahwa Rayhan yang sekarang, bukan lagi seperti Rayhan yang dulu dikenal banyak orang.


"Ay, ayo pergi. Mau sampai kapan kamu disini, malu dilihat tamu Ay." Alex kembali menarik lengan Kayla, kali ini agak kasar sampai Kayla meringis kesakitan.


"Jangan kasar!" Sentak Rayhan sambil menghempaskan tangan Alex.


"Jangan ikut campur!" Balas Alex tak kalah ketus.


Rayhan mengangguk, lalu tersenyum hambar.


"Selamat atas pernikahan kalian, maaf aku datang di waktu yang nggak tepat. Ninja, semoga kamu bahagia, aku pamit. Assalamualaikum." Rayhan tersenyum lebar dengan tulus kali ini, senyuman terakhir yang bisa dia berikan pada Kayla sebelum sah menjadi milik orang lain.


"Kak Ray..., aku mohon jangan pergi lagi." Pinta Kayla sambil melangkah mengikuti Rayhan, namun lagi-lagi Alex mencekal lengan nya.


Rayhan keluar dari dalam ruangan itu, membawa luka yang dia rasakan. Rayhan berjalan gontai dengan air mata yang sudah tak sanggup dia bendung, perasaan nya hancur. Hatinya terasa nyeri dan pikiran semakin kalut. Rayhan terduduk di lantai dan bersandar di dinding sambil menyembunyikan wajahnya dibalik tekukan lutut.


Didalam, Kayla sudah kembali duduk diatas mimbar didampingi Lisa yang sejak tadi hanya diam dan menyaksikan kepergian Rayhan. Lisa hanya terdiam sambil merangkul tubuh Kayla yang sejak tadi bergetar karena tangisan, semakin lama isak tangis gadis itu semakin terdengar sampai membuat beberapa orang merasa kasihan.


Sedangkan Alex dan Ian sudah duduk kembali di samping penghulu, dan bersiap mengulang ijab kabul.


Alex kembali menjabat tangan Ian. Namun, kali ini pria itu merasa sedikit bimbang. Terlebih lagi saat melihat Kayla yang menangis, seperti tidak iklas pernikahan ini terjadi. Tapi rasa cinta nya yang mendalam, membuat Alex sedikit egois. Pernikahan ini mau tidak mau harus tetap terjadi.

__ADS_1


Perjuangan ku beberapa tahun, nggak boleh berakhir sia-sia karena kemunculan Rayhan!


Ian menjabat tangan Alex untuk mengulang kalimat ijab kabul.


"Bisamillahirahmannirahim.. Alex Pratama, saya nikahkan engkau dengan adik kandung saya Kayla Natasha Wijaya binti Wijaya dengan maskawin seperangkat alat dan uang senilai 10 juta Rupiah dibayar tunai!"


Alex terdiam, lidahnya seolah kelu untuk menjawab. Menoleh pada Kayla, Alex merasa terluka saat melihat Kayla menangis dalam pelukan Lisa. Alex tersenyum samar, lalu membuka suara.


"Saya terima nikah dan kawin nya Kayla Natasha Wijaya binti Wijaya dengan....," Belum menyelesaikan kalimatnya, Alex bangkit berdiri lalu berjalan keluar. Membuat semua orang kebingungan, entah apa maksud pria itu. Para tamu undangan yang sejak tadi sudah berbisik, semakin riuh memperbincangkan. Begitu juga dengan Kayla dan Lisa, mereka sontak berdiri saat melihat Alex berjalan menuju pintu keluar.


Tepat di samping pintu, Alex melihat seorang pria yang terduduk lemas menyembunyikan wajah nya dibalik tekukan lutut. Alex lagi-lagi tersenyum, bahkan kali ini sedikit tertawa.


Menertawa kan jalan takdir yang ia jalani, bukankah cinta ini begitu menyakitkan?


Menyakitkan untuk Alex, yang begitu mencintai seorang Kayla namun, cinta yang begitu mendalam ternyata tak terbalaskan.


Menyakitkan bagi Kayla, yang begitu mencintai Rayhan, harus terpisahkan karena berbagai rintangan. Mulai kendala restu orang tua, hingga maut yang hampir memisahkan.


Begitu menyakitkan bagi Rayhan, yang kembali membuka hati untuk seorang gadis setelah tersakiti oleh cinta pertama. Namun, ternyata cinta nya lebih menyakitkan. Kehilangan yang Rayhan rasakan jauh lebih menyakitkan.


Lalu siapa yang patut disalahkan, haruskan menyalahkan Alex yang ingin mendapatkan cinta yang lama terpendam?


Atau menyalahkan Kayla, yang tak mampu melupakan masalalu dan membuka takdir baru?


Atau bahkan menyalahkan Rayhan, yang ingin memperjuangkan apa yang sudah lama dia damba kan?


Entahlah, pengertian paling mudahnya ini adalah jalan takdir yang sudah Tuhan gariskan, tak ada yang bisa disalahkan.


Cinta saja yang begitu kejam, tak memberi mereka kesempatan.


Coba kau pikir, bukankah begitu rumit percintaan tiga insan itu. Namun, begitulah skenario yang sudah dituliskan.

__ADS_1


* * * * * * * * * * * * * * * * * *


__ADS_2