
POV RAYHAN
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Assalamualaikum, salam sayang bagi kalian.
Nama ku Rayhan, akan kuceritakan rangkuman kisah hidup ku pada kalian. Dimulai saat aku mengenal seorang gadis cantik berdarah Indo-Jerman putri dari salah seorang pengusaha ternama negeri ini. Awal nya, kukira dia seorang gadis arogan karena cantik rupa dan harta yang dia punya.
Namun aku salah, ternyata dia hanya seorang gadis lugu yang dibesarkan dengan harta berlimpah, namun tanpa kasih sayang orangtuanya. Mama nya yang kutahu meninggal saat gadis itu berumur sepuluh tahun, dan papa nya yang merupakan seorang pengusaha hanya mementingkan kerajaan bisnis nya. Hingga terkadang melupakan bahwa putri bungsu nya juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Sudah lah, mari kita lupakan tentang masalalu kami yang kelam dan penuh perjuangan. Kini aku bahagia memiliki nya seutuh nya, wanita bercadar yang selalu menjaga kesucian dan kehormatan diri. Terkadang aku merasa begitu beruntung, bagaimana seorang pria berlumuran dosa seperti ku bisa dicintai dengan begitu dalam oleh Kayla.
Sore ini, kami berjalan-jalan disebuah taman hiburan. Membawa malaikat kecil kami bernama Zein Julian Wijaya, yang lahir beberapa tahun lalu. Menjadi pelengkap kebahagiaan rumah tangga ku dengan Kayla.
Aku berjalan santai, menyembunyikan tangan disaku celana. Kubiarkan anak ku berlarian diantara kerumunan orang dan anak-anak lain yang larut dalam kebahagiaan.
Kulirik wanita bercadar disebelah ku, tengah meneriakkan nama anak kami.
"Zein, jangan lari-lari sayang!" Teriak nya memperingatkan putra kesayangan kami.
Aku tersenyum, lalu meraih pundak nya untuk ku dekap. "Biarin aja dia main dulu, ayo kita pacaran." Ajak ku sambil mengedipkan sebelah mata. Kayla tersenyum, yaah walau aku tak bisa melihat langsung, namun aku tahu istri ku itu tengah tersenyum.
Ku raih pergelangan tangan nya lalu ku genggam erat, kami mensejajarkan langkah menapaki jalan kecil menuju sebuah bangku panjang disudut taman.
"Sayang..," Panggil ku pada Kayla untuk menghilangkan keheningan yang menemani kami. Tak ada jawaban, mungkin dia tidak mendengar suara ku.
"Ninja hey!" Tegur ku kedua kali nya, masih tak ada jawaban dari Kayla. Kulihat, dia sedang mengamati beberapa gadis dengan pakaian minim dan terbuka disudut seberang taman. Aku langsung mengerti apa yang istriku pikirkan, dia sedang dalam mode kurang percaya diri.
"Mas.., kamu nggak malu punya istri yang nggak gaul kaya aku?" Tanya nya sembari menatap mataku, mungkin mencari kejujuran.
"Buat apa aku malu?" Jawab ku santai, lalu menghindari tatapan matanya. Bukan karena aku berbohong, tetapi aku tidak ingin melihat nya saat tengah bersedih atau memiliki beban pikiran.
"Aku takut kamu malu mas, karena pakaian ku kaya gini. Nggak seperti wanita lain yang cantik dan bisa dibanggain." Ujar nya sembari menunjuk beberapa gadis yang tengah asyik bercengkrama itu.
__ADS_1
"Hahahahaha...," Aku tertawa, merasa lucu dengan kekhawatiran istriku. Bagaimana bisa dia memikirkan hal seperti itu?
"Sayang, dengar yah..., justru aku bangga punya istri yang bisa menjaga kesucian dan kehormatan dan menutup aurat nya. Aku nggak rela kalau harus berbagi sama laki-laki lain, walaupun sekedar liat wajah kamu. Dan aku bangga, jadi satu-satu nya pria yang bisa liat wajah cantik kamu itu." Jawabku sambil tersenyum, kutatap dalam netra hitamnya untuk membuktika bahwa perkataan dan perasaan ku benar adanya.
"Papa....," Teriak anak ku dari kejauhan, Zein berlari menghampiri kami. Lalu melompat kedalam pelukan ku. Anak kecil ini sungguh merepotkan jika sedang bersamaku.
"Anak papa, jangan lari-lari sayang. Nanti mama galak nya keluar lho." Bisik ku pada Zein, anak itu tertawa lalu mencium pipi ku hangat.
"Mama, kata papa aku nggak boleh lari-lari nanti mama galak nya keluar." Adu nya pada istriku, Kayla langsung menatap tajam. Kulihat tangan nya terangkat, seperti ingin memberi serangan padaku.
"Mas, aku tuh nggak galak. Kamu jahat banget ngomongin aku galak," Oceh nya sembari menghentakkan kaki di tanah. Aku tertawa, lalu mencubit gemas hidung mancung kesayangan ku yang terbalut cadar.
"Papa mau ice cream...," Zein merengek dipelukan ku sambil menunjuk sebuah stand ice cream tak jauh dari tempat duduk kami.
"Kamu beli sendiri ya sayang, papa mau nemenin mama disini," Jawab ku sembari menurunkan Zein dari gendongan, anak kecil itu berteriak kegirangan lalu dengan semangat berlari menuji stand ice cream itu.
Aku duduk disamping istriku, merapatkan jarak yang memisahkan. Kuraih kepala nya untuk disandarkan pada bahu ku, lalu ku genggam tangannya dengan erat.
"Mas, aku boleh bilang sesuatu?" Tanya nya, kepala nya terangkat untuk menatap wajahku.
"Mau tanya apa sayang?" Jawab ku sembari menarik kepalanya lagi untuk bersandar dibahuku.
"Kalau seandainya nanti aku lebih dulu pergi dan tinggalin kamu sama Zein, apa kamu mau cari penggantiku untuk jadi mama nya Zein?"
Spontan aku mendorong tubuhnya, kucengkram bahu nya lalu menatap tajam matanya. "Maksud kamu apa ngomong gitu?" Tanya ku emosi, sungguh aku tidak suka dengan pertanyaan yang barusaja dia lontarkan.
Mata nya terlihat berkaca-kaca, lalu menunduk menghindari kontak mata denganku. "Maaf mas..," Lirih nya sambil mengelur punggung tanganku.
"Aku nggak suka kamu ngomong gitu sayang, umur nggak ada yang tahu sampai kapan. Yang bisa kita lakuin cuma ambil hikmah dari hari kemarin, bersyukur untuk hari ini dan berharap dikasih kesempatan menikmati hari esok." Aku menarik Kayla kedalam pelukanku, memberikan ketenangan yang biasa kuberikan saat dia merasa gundah.
"Kamu dan Zein adalah amanah dari Allah untuk aku jaga dengan baik, kalian adalah harta paling berharga yang aku punya setelah mama dan papa. Dan kamu, adalah amanah dari Allah untuk aku bawa menuju syurga nya nanti." Ucapku sambil mencium kembali kening Kayla.
"You're still the one I run to.The one that I belong to. You're still the one I want for life. You're still the one that I love. The only one I dream of. You're still the one I kiss good night" Ucapku sambil menatap wajah Kayla, melafalkan sepenggal lirik lagu yang kalimatnya kuhafal diluar kepala.
__ADS_1
"Ehh, kamu kok malah jadi nyanyi sih?!" Sungut Kayla sambil mencubit hidung ku. Aku tertawa, lalu menghapus sisa air disudut matanya.
"Itu kan lagu kesukaan kita sayang,"
Kayla tersenyum, lalu kembali memelukku dengan erat. "Aku sayang banget sama kamu mas." Suara nya tersengar samar, Kayla menyembunyikan wajahnya dalam dekapanku.
"Papa, jangan peluk mama aku!!" Teriak Zein sambil berlari menghampiri kami, dengan sebuah cup ice cream di tangan kanan nya. Kayla melepaskan pelukannya dari ku, lalu bersiap mendekap Zein.
Zein duduk menjadi perantara ku dan Kayla, aku memeluk anak dan istri ku dengan erat. Menyalurkan semua perasaan dan kasih sayang untuk mereka melalui pelukan.
Dalam hati aku berjanji, akan selalu menjaga dua malaikat yang diamanahkan Allah untuk ku jaga sebaik mungkin.
Aku berjanji, akan menjaga dan menyayangi Kayla Natasha Wijaya dan Zein Julian Wijaya sepanjang sisa hidupku.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
BONUS PICT UNTUK KALIAN😘😘
~Kayla Natasha Wijaya
~Rayhan Wijaya Kesuma
~Zein Julian Wijaya
ok, semoga kalian senang dengan bonus chapters yang aku berikan. Dengan menggunakan sudut pandang Kayla dan Rayhan🤗🤗
Untuk yang minta kisah anaknya Rayhan dan Kayla dibuat juga, aku udah buat beberapa chapter. Tapi aku tabung dulu wkwk, tapi untuk kalian yang punya aplikasi *******. Disana udah aku unggah dengan judul "The Eagles Of Death"
__ADS_1