Ummu Sibyan

Ummu Sibyan
Bab 28. Aruna hilang


__ADS_3

"Sinta! Sinta! Kamu dimana?" teriak sebuah suara yang membuat Aruna semakin mempertajam pendengarannya. Dia kenal jika pemilik suara itu adalah Bowo, suami Sinta. Tidak berapa, suara Sinta pun terdengar menimpali diikuti suara langkah kaki yang berjalan menjauhi ruangan.


"Aku di sini!"


Setelah itu, terdengar suara pintu tertutup yang membuat Aruna bisa sedikit lega dan menganggap jika Sinta sudah keluar. Namun, Aruna tetap berhati-hati dan membuka pintu lemari dengan hati-hati.


Aruna menghembuskan napasnya lega ketika sudah tidak ada siapapun di ruangan tersebut. Dia pun keluar dari tempat persembunyian dan mencoba berdiri tegak setelah beberapa menit berjongkok.


Aruna berniat untuk meninggalkan ruangan tersebut karena tidak menemukan apapun, juga Sinta mungkin akan curiga jika dirinya terlihat. Baru saja Aruna melangkahkan kakinya, tiba-tiba ada sebuah benda tumpul yang dipukulkan ke kepalanya hingga tubuhnya kini limbung dan berakhir tergeletak di lantai.


"Aw!" aduh Aruna yang matanya kini seperti menggelap tetapi samar-samar dia bisa melihat seorang pria paruh baya yang tersenyum miring ke arahnya.

__ADS_1


...----------------...


Aruna sudah pergi cukup lama dan sampai saat ini belum juga kembali. Hal itu pun membuat Kala cemas dan berpikir macam-macam tentang keadaan istrinya saat ini. Saat Kala mencoba menghubungi nomor telepon Aruna, panggilannya tidak terhubung yang membuat Kala kini bergerak gelisah. Dia pun melirik seseorang yang duduk di sampingnya dan terbesit untuk bertanya langsung pada Tuan Rumahnya. Bagaimana pun, Kala harus menjaga sikap sopan santun agar tujuannya datang ke acara ini tidak bisa terbaca oleh siapapun.


Dan mungkin, orang-orang akan bertanya jika Kala tiba-tiba menjelajahi rumah tersebut tanpa persetujuan dari sang Pemilik Rumah. Jadi, dia juga akan meminta izin terlebih dahulu.


"Mas? Apakah kamu melihat Aruna?" tanya Kala kepada Bowo dengan nada suara yang ramah.


"Sebenarnya, tadi Aruna berpamitan untuk mencari Sinta ke dalam. Namun, sampai saat ini Aruna belum juga kembali," jelas Kala yang membuat kedua alisnya Bowo semakin bertaut dalam.


Bowo pun mengedarkan pandangannya untuk mencari Sinta yang ternyata juga tidak ada di ruangan doa lagi. "Loh, Sinta juga tidak ada. Apa mereka sedang berbincang di belakang ya?" tebak Bowo yang membuat perasaan Kala semakin cemas dibuatnya.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu, bolehkah aku memeriksanya ke dalam?" ucap Kala meminta izin terlebih dahulu. Setelah mendapatkan persetujuan dari Bowo, barulah Kala beranjak dan segera mencari keberadaan Aruna.


Ditelusurinya setiap sudut rumah tanpa ingin Kala melewatkannya. Dia terus mencari keberadaan Aruna tetapi sosok istrinya itu belum juga terlihat. "Aruna? Kamu dimana?" ucap Kala sedikit meninggikan suaranya. Kala juga mencari di ruangan-ruangan seperti kamar yang kebetulan pintunya tidak tertutup.


Nihil. Kala tidak menemukan Aruna dimana pun berada. "Tidak mungkin jika Aruna pulang ke rumah bukan?" gumam Kala merasa frustasi. Dia juga merasa jika menghilangnya Aruna terlalu aneh.


"Pak Hasan. Aku harus ke rumah Pak Hasan," ucap Kala dan tanpa menunggu lebih lama lagi, dia segera berpamitan dan mengendarai mobilnya menuju kediaman guru spiritual dari mendiang ibu mertuanya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...mampir juga ke karya teman othor di bawah ini yuk.. ...

__ADS_1



__ADS_2