Urkhon Uta Dan Anjing Hitam

Urkhon Uta Dan Anjing Hitam
Bab 18


__ADS_3

Bab 18


Mimpi Yang Nyata


Dengan panah dan pakaian lengkap Uta memacu Anjing Hitam. Uta melewati beberapa pohon besar dan kecil yang subur. Daun\-daun kering yang jatuh berterbangan terkena hembusan angin yang memenuhui ruang hutan. Uta berhenti di tepi sungai yang deras. Ia melihat ke seberang sungai yang jauh di depannya.


Anjing hitam mendegus ke tanah beberapa kali. “Ada sesuatu kawan?” tanyanya pada Maung. Ia membalas dengan suara yang pelan.


Dari kejauhan busur panah dilesetkan oleh seorang tak dikenal dari atas pohon. Uta dengan tangkas menangkap busur panah tersebut. Ia mencium panah tersebut. seperti Ada bau racun di dalamnya. “Ini panah beracun. Jelas panah ini bukan panah orang biasa. Ini pasti panah dari seorang prajurit,” ujarnya dalam keheranan.


Uta tak mau kehilangan prajurit yang mencurigakan itu. Ia begegegas mengejarnya bersama Maung. Kecepatan Uta dalam melompat dari pohon melalui pohon lain memang sudah teruji. Sehingga ia dapat mendekati prajurit berpanah. “Hai tunggu!” seru Uta sambil berpindah dari satu pohon ke pohon berikutnya.


Sang Prajurit tidak ingin berhenti. Ia sambil berbalik dan menghadap Uta dari ratusan meter. Ia memutar tangannya beberapa kali. Muncullah angin yang menggumpal. Angin tersebut ia tujukkan ke Uta dan Maung. Belum sempat Uta dan Maung menghindar mereka sudah terpental jauh.

__ADS_1


Uta tak dapat menahan serangan itu. Uta menyerang balik dari kejauhan dengan kekuatan tenaga dalamnya. Tapi serangannya sia-sia. Dengan keadaan yang seidkit frustasi Uta hanya dapat melihat dari kejauhan Sang Prajurit. “Ini Prajurit dari melawan dari jauh. Sulit bagiku untuk menyerangnya,” ucap Uta dalam hatinya. Uta mencoba mengingat sesuatu yang pernah ia alami tapi ia tidak dapat menjawabnya sendiri. “Mengapa Sang Prajurit menutup seluruh tubuhnya seperti ninja. Jangan-jangan dia orang ada dalam mimpi,” tebaknya dalam dirinya sendirinya.


Saat Uta itu lengah ia tidak mengetahui jika Sang Prajurit bertopeng kembali menyerang dengan sangat mengejutkan. Uta terkejut melihat Maung yang jatuh meraung-raung kesakitan. Tiba-tiba hutan menjadi gelap. Uta menjadi tak berdaya. Ia terjatuh dalam ke gelapan. Ia baru sadar ia masuk perangkap. “Kawan ini perangkap yang ada di hutan ini,” ujarnya pada Maung.


Dalam gelap Uta hanya merasakan Maung tak dapat bergerak ia seperti terjerat sesuatu. Ini adalah keadaan yang aneh Uta pun tak dapat bergerak. Ada sesuatu yang sangat dahsyat membuat tubuhnya kaku seperti patung.


Pada saat itu merayap sebuah akar pohon yang kuat sambil melilit Uta. Semakin lama lilitan itu semakin kuat Uta tak dapat meronta untuk melepaskannya. Ia baru sadar bawah mimpi yang kemarin terjadi menjadi nyata saat ini. Ia terkejut. “Mengapa ini seperti yang kurasakan dalam mimpiku,“ ujarnya dalam hati.


Kekuatan tenaga dalamya pun tak dapat melepaskan ikatan akar pohon tersebut. Perlahan akar tersebut menutupi seluruh tubuhnya. Ia mulai tak dapat bernafas.Tiba-tiba Anjing Hitam bangun secara perlahan. Ia menyaksikan Uta tercekik oleh akar pohon. Dengan segera ia menggigit akar tersebut. Akar pun melawan hebat. Ia menyerang Anjing Hitam. Dengan menjulurkan akarnya lebih banyak lagi. Anjing melompat sambil menerkam dan menggigit. Beberapa akar pohon putus tergigitnya. Dengan bersuara menggeram dan menyala mengeluarkan kekuatan sinar api di matanya. Sinarnya api membakar dan melemahkan akar pohon hidup tadi. Dari arah yang tak diduga walaupun posisi anjing hitam hampir menang. Akar pohon muncul kembali dari bawah tanah. Akar ini melilit badan Sang Anjing hitam. Anjing Hitam pun tak dapat bergerak.


Uta pun dan mengunakan kekuatannya. Tanyanya mengeluarkan cahaya sinar putih. Ia letakan di akar pohon. Akar pohon mengeluarkan asap hebat. Dengan cepat pula akar pohon terlepas dari tubuh Uta yang melilitnya.


Ketika itu keadaan yang gelap menjadi terang kembali. Uta tak dapat lagi bernafas. Walaupun dalam keadaaan tak berdaya. Uta dapat melihat Maung yang mulai terlepas pula dari lilittan akar pohon. Anjing Hitam mendekati Uta. Uta masih terkapar kehabisan tenaga. Maung coba menarik baju Uta yang terbuat dari kulit kayu supaya Uta dapat bersandar di sebatang pohon kayu besar. Anjing hitam melihat area sekitar.

__ADS_1


Uta mulai bersandar di batang pohon. Ia dapat menarik nafas lega setelah melawan akar Pohon. Angin berhebus memasuki area hutan beberapa daun terangkat ke atas udara berterbangan. Sang Anjing Hitam bersuara merenge-renge bolik-balik tanda ada sesuatu. Datang seseorang yang mengenakan pakain serba hitam. Ia benar-benar mirip ninja. Ia mendatangi Uta yang terkulai lemas. Sedang Anjing Hitam memasang wajah marah, tanda sebuah ancaman. Uta perlahan mulai membuka matanya. Ia baru sadar jika ada seseorang yang mendekat ke arahnya. Anjing Hitam membalik badannya.


Saat itulah ia mengeluarkan bunyi yang aneh dan bunyi itu mengluarkan bau yang luar biasa...buss..bus..


Entah, apa yang terjadi daun dan kulit pohon yang terkena mengelupas dengan cepat seperti daun dimakan ulat bulu. Seseorang yang datang tadi ia berniat akan menyerang tiba-tiba ia terjatuh. Anjing Hitam menatapnya dari beberapa meter. Walaupun dalam keadaan lemas. Dari kejauhan Uta memberikan isyarat agar Sang Anjing Hitam tidak mengigitnya.


Uta terkejut bukan main itu adalah Sang prajurit. Ia menggunakan kesempata tersebut untuk menyerang Maung dengan kekuatan angin. Maung terpental jauh menghantam pohon besar. Dengan kekuatan itu pula Sang Prajurit menggerakan akar pohon agar melilit Sang Anjing Hitam yang membuatnya tak berdaya.


Tinggallah Uta yang kehabisan tenaga. Sang Prajurit mendekati Uta. Ia seperti telah menang karena dapat menjebak Uta sehingga kehabisan tenaga. Dalam keadaan yang sangat sulit Uta memaksakan diri, dalam hati ia tetap ingin membela dirinya. Saat itulah kekuatannya muncul kembali. Tangan yang tadi lemah kini dapat digerakan. Sang Prajurit mulai menyerang Uta.


Dengan cepat Uta menghindar dari serangan sang prajurit. Sang Prajurit tak henti-hentinya. Beberapa pohon besar tumbang oleh kekuatan Sang Prajurit. Tiba saatnya Uta menyerang balik dengan kemampuan yang ia miliki tangan di jarinya dan matanya mengeluarkan kekauatan yang dahsyat membuat Sang Prajurit terlempar hebat menjauh dari Uta. “Kau pasti akan terluka dengan ini,” ucap Uta.


Suasana hutan kembali hening cahaya terang mulai menyelinap. Betapa terkejutnya Uta menatap Maung yang terkapar ia coba berlari menuju Maung.

__ADS_1


“Maung bangun. Ayo bangun kita sudah mengalahkannya,” ujar Uta.


__ADS_2