Urkhon Uta Dan Anjing Hitam

Urkhon Uta Dan Anjing Hitam
Bab 13


__ADS_3

Bab 13


Perlawanan


Suatu sedang direncanakan oleh Suku Batu


Negeri Batu atau Suku Batu mereka menempati daerah perbukitan di seberang sungai yaitu perbatasan hutan dan dua bukit. Mereka berkelompok menepi di pinggiran sungai besar. Ada banyak perkara yang Suku Batu siapkan dalam rangka menyerang Rumah Pohon. ”Tuan apakah Suku Rumah Pohon sekuat itu?” seorang Pengawal bertanya pimpinan kepala Suku Batu. Mereka mengenakan pakaian berbulu harimau, banyak di antara mereka membawa panah berapi dan berbagai senjata.


“Kau tahu sebelum kita masuk kepemukiman mereka dengan tiba-tiba mereka sudah menghadang di depan, itu suatu hal yang menakjubkan. Mungkin bisa jadi mereka sudah memperhatikan kita di ujung sungai,”


jawab Sang pimpinan Suku Batu.


Olige mempersiapkan beberapa orang pasukan untuk menghalau pasukan Suku Batu. Pasukan Olige dengan siaga penuh berada beberapa meter dari pinggiran sungai. Beberapa di antara mereka berada di atas pohon, di dalam batang pohon, di dalam tanah. Semua tak telihat.

__ADS_1


Pasukan Suku Batu masuk dengan mengendap-ngendap melintasi pinggiran sungai. Mereka mengeluar panah yang mengeluarkan letupan keras. Maka muncullah api besar yang membakar hutan. Salah satu panah melesat deras mengenai salah satu rumah pohon. Seseorang berteriak keras dari dalam. Olige segera keluar.


Pasukan Olige membalas dengan serbuan panah. Pasukan Suku Batu kalang kabut kewalahan. Sebelum mereka masuk ke area hutan rumah pohon beberapa prajurit Suku Batu di hadang pasukan Olige. Terjadi perkelahian.


Prajurit Pasukan Batu menghantam dengan tinju yang sangat keras. Ia membuat dua orang pasukan Olige terpental jauh tersandar di bawah pohon. Ia merasa kesakitan. Ia melompat ke dahan pohon ia memotong dahan kecil setelah itu ia berayung dengan akar, dari dahan tadi ia hantamkan ke wajah pasukan Suku Batu.


Ia berteriak. “Aaaa.” pasukan Olige menghujamkan tinju yang keras ke kepala Pasukan Suku Batu ia terkapar.


Olige melompat mendekati salah satu dari prajurit. “Mana Pemimpinmu?” tanya Olige dengan menatap tajam.


“Pasukanku keluarlah!” perintah Olige.


Olige hanya memberikan kode tertentu yang sudah dipahami oleh pasukannya.

__ADS_1


Mereka membentuk barisan lurus. Barisan lurus tersebut membuat benteng dari kayu yang sangat kuat sehingga cukup sulit untuk meliwatinya. Karena jika melewati itu anak dan tombak yang akan segera menyerbu tanpa di suruh.


Pasukan Suku Batu terjepit. Ada beberapa di antara mereka yang melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri tapi naasnya sungai yang curam dan terdapat bebatuan membuat mereka kurang beruntung.


“Kuperingat sekali saja. Jika tidak pergi dari hutan ini. Maka tidak ada ampun bagi kalian semua,” Olige dengan keras bicara di depan pasukan Suku Batu yang sekali serang akan hancur. Mendengar itu nyali mereka ciut. Apalagi Sang Pemimpin belum sempat melawan ia sudah melarikan diri ke seberang sungai. Akhirnya tidak ada kata lain selain mundur.


Pasukan Olige kembali berkumpul di sampingnya. Ini adalah keberhasilan pertamanya dalam menjaga wilayah suku Rumah Pohon. Ada rasa puas dan bahagia dalam dirinya. Tapi ia dengan segera menoleh ke pasukannya.


“Mereka lari,” sambil menunjuk Suku Batu yang sudah masuk ke seberang sungai.


“Karena kalian yang mengusir mereka,” ucapnya dengan bangga.


Para pasukan Olige pun membalas dengan senyuman. Mereka segera memadamkan api yang masih menyala sehingga hanya asap yang tersisa mengepul ke udara.

__ADS_1


__ADS_2