
Bab 14
Daun Raksasa
Uta bangkit dari ketergelincirannya bersama Maung. Ia berada di atas pohon di pinggiran sungai ia masih tetap menatap dari kejauhan Rumah Pohon. “Maung tunggu dulu. Bukankah tadi ada api yang besar. Mengapa api tinggal asap. Apa mungkin itu pesta di rumah Pohon?” tanya Uta pada Maung yang sedang mengeringkan bulu dari kebasahan. Beberapa kali Maung mengusap matanya yang sedikit terluka dari serangan burung berotot. Sedikit berkurang kekhawatiran Uta karena api tak terlihat lagi.
Tapi ia merasakan ada aneh di sekitar sungai seperti ada sesuatu yang mengintainya. Suasana menjadi sepi. Ada pikiran buruk yang muncul. Ada rasa was\-was yang mulai menghantui. Bulu\-bulu kecil di lengan Uta meninggi.
__ADS_1
Uta membuang pikiran buruk yang melintas di kepalanya kemudian ia mencelupkan wajahnya ke dasar sungai yang menggenang, ia meminum airnya. "Sudah lama aku tak meminum air ini. Air keramat. Air yang dapat membuatku jadi kuat,” ucapnya dalam keheningan.
Uta sudah mempelajari sekeliling hutan yang dipenuhi tumbuhan yang beracun dan bergerak. Tumbuhan yang berada di belakangnya bergerak hebat. Daunnya tiba\-tiba membesar. Akarnya keluar ingin menangkap Uta. Dengan cepat ia mencengram badan dan kaki Uta. Uta terikat dengan kuat. Ia tak dapat bernafas. Tangannya coba melepaskan ikatan tersebut. Tapi yang terjadi semakin terikat kuat. Uta coba meraih benda apa saja yang ada di dekatnya. Kemudian Uta memukulkan benda keras tersebut ke daun raksasa tetap saja tak geming. Maung beberapa kali membatu tapi tidak bisa. Akhirnya Maung pun terperangkap oleh akar yang keluar dari bawah tanah. Akar itu menyeret Maung dengan paksa. Maung meronta\-ronta dengan bergerak ke kanan Dan kiri. Maung mengigit dengan kuat tapi gigitan Muang tidak dapat melepaskan lilitan itu. bahkan kekuatan gigitan Maung kalah dengan cengraman akar pohon. Maung coba mengeluarkan ketut sakti tapi pun sia\-sia. Maung benar\-benar tidak berdaya. Matanya menyiratkan kepasrahan. Ia terus tertarik ke dalam hutan. Sampai Maung tak bersuara. Untuk kesekian kali Uta Mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melawan. Ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. Ketika ia membuka kepalan tangannya cahaya putih muncul. Tanpa menyiakan\-nyaikan itu. Uta meremas daun besar yang melilitnya sehingga mengeluarkan asap.
Akhirnya daun raksasa secara berlahan melepaskan lilitan. Uta beralih ke Muang yang tak bersuara lagi dengan cepat Uta mengarahkan telunjuknya ke akar sedang melilitnya Muang. Telunjuknya mengeluarkan sinar panas. Sinar itu meluluhkan akar sehingga akar terpecah berkeping\-keping. Maung berlari ke arah Uta. Ia seperti terbebas dari maut yang sebentar lagi menjemputnya.
"Aku sudah sangat khawatir dengan dirimu Kawan," ucapnya memasang wajah cemas.
__ADS_1
Uta pun duduk di samping Maung. "Kita akan selalu bersama dalam keadaan apa-pun, oke." terangw Uta.
"Mengapa di hutan ini banyak tumbuhan yang berbahaya. Mungkin orang-orang baru masuk hutan ini mereka akan menjadi santapan tumbuhan memastikan ini," ujar Uta dalam pikirannya.
"Eh, Maung apa Kau takut dengan mereka?" tanya pada Maung.
Maung hanya menatap Uta. Ia menjilati bulu-bulu yang ada di lengannya. "Maung kau ingin bersantai dulu,? tawar Uta pada Maung.
__ADS_1