Villain Princess

Villain Princess
14


__ADS_3

Sekarang Fallona sedang latihan memanah dengan Benjamin.


Entah mengapa sekarang Fallona tidak merasa takut saat berdekatan dengan Benjamin. Justru sekarang Ia merasa nyaman. Mungkin karena faktor terbiasa?


"Tegakkan tubuhmu, Fallo. Jangan membungkuk."Koreksi Benjamin.


Sebenarnya Fallona sedikit merasa aneh dengan panggilan Benjamin. Tapi, Yasudah lah. Ia mencoba untuk tidak memperdulikannya.


Benjamin memegang pundaknya, dan mencoba menegakkan pundaknya yang membungkuk "Nah, begini."


Fallona Mengangguk. Ia sedang berkonsentrasi untuk memanah papan yang ada di depannya.


Saat pandangan sudah terkunci ke arah tujuan, tapi Fallona sedikit ragu untuk melepaskan panahnya. Jadi, Ia mencoba untuk lebih berkonsentrasi lagi untuk memanah ke arah papan di depannya.


"Fallo, Salah satu kunci untuk bisa memanah adalah percaya diri. Kamu jangan merasa ragu untuk menembakkan panah mu. Untuk hasil panahnya, itu urusan belakangan. Jadi, Jangan ragu untuk melepaskan panahmu, oke?"


Fallona Mengangguk. Ia berkonsentrasi lagi dan melepaskan panahnya. Kali ini Ia tidak merasa ragu lagi untuk menembakkan panahnya. Dan...


Bum


Tepat sasaran.


Fallona bersorak gembira.


"Ben, Akhirnya setelah sekian Minggu. Aku bisa memanah tepat sasaran."


"Kamu sering gagal karena postur tubuhmu saat memanah salah."


"Iya, iya. Sekarang Ayo istirahat dulu. Capek."Fallona menarik Benjamin untuk duduk.


"Oh iya, latihan untuk Minggu depan Libur. Aku ada acara di akademi kstaria."


Fallona bingung,"Akademi kstaria? Kamu kan bukan bagian dari mereka. Kenapa kesana?"


"Kakak ku kan sekolah di sana."


Fallona menggangukkan kepala. Dan Ia baru tau kalau Benjamin mempunyai kakak yang bersekolah di sana.


"Kebetulan ada acara spesial, jadi aku diundang."Lanjut Benjamin.


"Acara apa?"Tanya Fallona.


"Akademi Kstaria mengadakan lomba, seperti lomba memanah, pertarungan antar siswa, dan masih banyak lagi."


Manik Fallona berbinar antusias,"Aku pengen kesana."


"Kalau kamu ingin kesana harus ada seseorang orang mengundang mu."

__ADS_1


"Yah..."


Benjamin tersenyum,"Kamu bisa datang bersama ku. Kalau kamu mau sih."


"Eh, boleh?"


Benjamin tersenyum gemas saat melihat binar antusias yang keluar dari manik mata Fallona.


Benjamin menepuk kepala Fallona pelan,"Boleh."


"Terimakasih, Ben."


...***...


Hari yang di tunggu-tunggu Fallona telah tiba, Yaitu mengunjungi Akademi kstaria.


Karena letak akademi ksatria sedikit berjauhan dengan kediaman Aldridge, Jadi Fallona harus bangun lebih pagi untuk bersiap-siap.


Benjamin akan menjemputnya setelah sarapan.


Sekarang Fallona menggunakan Gaun abu-abu simpel dengan bahan jatuh--tidak mengembang. Rambutnya yang di kuncir kuda dengan satu jepit rambut bermotif bunga. Terlihat simpel dan elegan.


Nilam sampai menggelengkan kepalanya, saat melihat betapa antusias Lady-nya ini.


"Lady, Sarapan anda sudah siap."


Fallona bangkit dari meja rias, "Baik. Aku akan kesana."


Nilam yang ada disampingnya sampai terbengong melihat kecepatan makan Fallona.


"Nilam, Aku akan menunggu Benjamin di ruang tamu. Jangan lupa siapkan teh dan kudapan."


Setelah itu, Ia berjalan menuju ke arah ruang tamu dengan sedikit tergesa-gesa. Lalu, duduk di salah satu kursi.


Fallona duduk dengan gelisah,"Benjamin Lama banget."


Nilam yang baru datang dengan troli makanan, sedikit terkekeh gemas.


"Lady, Anda baru saja menunggu sekitar 5 menit."


Fallona mengerut tidak suka,"5 menit itu lama tau."


"Maaf sudah membuat mu menunggu, Fallo."


tiba-tiba terdengar suara berat yang berasal dari pintu.


Fallona berbinar saat melihat Benjamin yang berdiri di sana."Kita berangkat sekarang?"

__ADS_1


Benjamin terkekeh,"Sebegitu antusias-nya kah?"


Fallona menganguk antusias.


"Baiklah. Kita berangkat sekarang."Ujar Benjamin.


"Maaf, Lady. Tapi bukankah Anda sudah menyiapkan ini untuk pangeran Benjamin."Kata Nilam sambil menunjuk ke arah meja yang berisi kudapan dan teko teh.


"Eh,iya. Mau makan dulu, Ben?"Tanya Fallona.


Benjamin menggeleng,"Engga usah. Bawa aja kudapan nya ke kereta. Aku tau kamu sudah sangat tidak sabar untuk ke akademi ksatria."


Benjamin yang terbaik. Karena tau apa yang ada di pikirannya.


Fallona bergegas ke arah Benjamin. Menyeretnya keluar dan langsung memasuki kereta yang sudah menunggu di depan mansionnya.


"Acaranya sampai jam berapa?"Tanya Fallona.


"Mungkin sampai pukul 3-5 sore nanti."


Fallona menganguk,"Kenapa acaranya khusus untuk siswa akademi ksatria? Bukankah seharusnya semua siswa bisa mengunjungi acaranya? Kan Sama-sama dari akademi kerajaan."


Benjamin menatap Fallona aneh,"Kamu tidak tau? Setiap 6 bulan sekali setiap akademi memiliki acara sendiri-sendiri. Kalau acara yang mencangkup seluruh siswa, itu ada 1 tahun sekali. Yang mungkin di adakan 2-3 bulan lagi."


"Akademi kita kapan?"


"Mungkin Minggu depan?"


Mereka mengobrol ringan tentang acara yang akan di adakan bulan depan. Dan tak terasa sudah sampai tujuan.


Fallona keluar dari kereta dan terkesima melihat bangunan akademi nya. Terlihat lebih luas dari pada akademi politik.


Benjamin mengandeng tangan Fallona dan mengajaknya masuk.


Bangunan akademi ini terlihat sangat cantik. Bentuknya sama seperti di akademi politik tapi disini ada beberapa patung yang mengenakan baju zirah.


Matanya bergulir dari sudut ke sudut. Fallona melihat keseluruhan bangunan, Tak ada satu spot yang Fallona lewatkan.


"Lady Fallona?"


"Eh? Caiden?"


...***...


Halo semua.


Maafkan Author yang jarang update ini. Author lagi sibuk membuat makalah buat tugas sekolah.

__ADS_1


Sekali lagi Author minta maaf.🙏


^^^2**5-April-2022**^^^


__ADS_2