Villain Princess

Villain Princess
25


__ADS_3

Fallona berjalan gontai menuju ke kamar. Setelah acara interogasi tadi. Rasanya energi nya terkuras habis. Kenapa mereka sangat penasaran hanya dengan Fallona pulang ke kediaman lebih awal? Mereka memandang seolah itu adalah keajaiban dunia.


Bahkan sampai Fox yang notabenenya sangat cuek, tadi memberikan banyak pertanyaan padanya.


(Kalau kalian lupa dengan Fox--Dia itu salah satu kakak Fallona.)


Setelah sampai di depan pintu kamar. Fallona membuka, dan cepat-cepat merebahkan tubuhnya ke ranjang.


"Lady, mau saya bantu membersihkan diri?"


Mendengar suara tiba-tiba dari belakang nya. Fallona berteriak terkejut. Ia segera bangkit, dan menoleh ke sumber suara. "Astaga, Sireya. kamu mengejutkan ku."


Sireya membungkuk kan badan, "Maaf kalau saya membuat Lady terkejut."


"Tidak masalah." Fallona menggeleng kan kepala. "Oh, dan bantu aku Menganti pakaian saja."Lanjutnya.


"Baik, Lady." Jawab Sireya. Lalu, membantu Fallona melepaskan gaun dan merapikan rambutnya.


"Sireya, kira-kira kapan akan ada acara pasar malam?"


"Kebetulan sekarang ada pasar malam di desa, Lady."


Mata Fallona mengerling, "Oh? Benarkah?"


"Iya, Lady. dan kebetulan juga letaknya tidak jauh dari sini."Jawab Sireya sambil tersenyum.


"Oke. Terimakasih, Sireya. Kamu bisa istirahat sekarang."


"Terimakasih, Lady." Ucap Sireya sambil membungkukkan badan. Setelah itu ia berpamitan untuk keluar.


Setelah memastikan Sireya keluar. Fallona bersiap-siap mengganti pakaian sedikit nyaman untuk keluar. Ia mengambil jubah yang bisa menutupi wajahnya dan mengambil sekantong uang. Tidak lupa membawa pisau kecil untuk berjaga-jaga.


Setelah dirasa persiapan nya sudah selesai dan merasa tidak ada barang yang kurang. Fallona berjalan keluar rumah dengan mengendap-endap.


Untung saja Fallona pernah keluar secara diam-diam dari rumah. Jadi, ia sudah tau jalur mana yang aman untuk keluar.


Menghembus kan nafas lega saat sampai di luar mansion. Fallona mengedarkan pandangannya ke segala arah. Setelah memastikan keadaan sekitar aman. Fallona berlari menjauh dari area mansion menuju ke desa terdekat.


"Astaga. Aku lupa bertanya nama desanya pada Sireya."Fallona merutuki kecerobohannya. Bisa-bisanya ia lupa bertanya.


Kalau begini, Ia harus bagaimana? Masa harus kembali ke mansion?

__ADS_1


"Aduhhh,,kenapa bisa lupa sih."Saat sedang merutuki keadaannya. Tiba-tiba, Fallona merasa ada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya dan berhenti tepat di depannya.


"Butuh bantuan, Lady?"


Fallona menatap seseorang di depan nya. Wajahnya terlihat tidak asing. Sepertinya Ia pernah bertemu dengan orang didepannya ini.


Orang didepannya memasang wajah kesal saat melihat raut kebingungan Fallona, "Lady melupakan saya?"


Fallona berusaha keras mengingat orang didepannya ini. Tapi, ingatan nya memang pendek. Jadi, seberapa keras ia mengingat, ia tetap tidak mengingat apapun.


"Maaf."Ucap Fallona. Ia merasa tidak enak.


Menghela nafas, dan memperkenalkan diri. "Saya Deriko. Orang yang pernah Lady selamatkan."


"Oh, itu kamu?"Tanya Fallona dengan wajah terkejut.


"Iya. Apa Lady sudah ingat?"


"Aku ingat. Pantas saja kamu terlihat tidak asing. Dan kamu juga sedikit berbeda saat terakhir kita bertemu."


Deriko mengangkat satu alisnya bingung, "Sedikit berbeda?"


"Apa itu sebuah ejekan?"Tanya Deriko kesal.


"Bukan seperti itu. Jangan salah paham."Fallona menjawab sambil menggoyangkan kedua tangannya.


"Lupakan. Ngomong-ngomong, kenapa seorang Lady dari keluarga Duke keluar sendirian? Itu sangat berbahaya.


Fallona buru-buru menutup mulut Deriko."Ssttt,,,Jangan keras-keras. Dan juga Aku keluar diam-diam dari mansion."Bisiknya pelan.


Deriko terdiam. Ia menatap lekat gadis didepannya dengan seksama. Fallona yang merasa di tatap sedikit bingung."Kenapa menatap ku seperti itu?"


"Anda tau itu sangat berbahaya kan? Anda ingin bunuh diri dengan cara keluar sendirian dari mansion malam hari begini?"


Mendengar ocehan Deriko. Fallona ternganga. Kenapa tiba-tiba menjadi cerewet?


"Aku baik-baik saja. Lagipula Aku bisa melindungi diri ku sendiri."


Deriko menatap gadis didepannya dengan pandangan remeh, "Oh'ya, Lalu kenapa Anda bisa ada disini?"


"Aku ingin ke pasar malam."Jawab Fallona.

__ADS_1


"Tapi, pasar malam ada di desa sana."


"Apa?"Fallona menatap arah yang di tunjuk Deriko. Dan tempat itu berada di Timur. Sedangkan ia berjalan ke arah barat.


Melihat wajah terkejut Fallona. Deriko memasang wajah datar."Kalau Anda memang buta arah. sebaiknya di dampingi oleh seseorang. Daripada Anda tersesat begini."


Wajah Fallona memerah malu, "B-bukan seperti itu. Aku lupa menanyakan nama desanya pada pelayan. Jadi,,,"


"Baiklah. Kalau Anda tidak keberatan, Saya akan mengantarkan Anda."


"Apa tidak apa-apa?"Tanya Fallona ragu.


"Tidak masalah."


Deriko berjalan pelan ke arah kudanya yang ia ikat di pohon dan membawa kuda itu ke arah Fallona. Dan Fallona baru sadar kalau ada kuda disitu. kenapa ia tidak sadar sekarang?


"Mari, Lady. Saya bantu."Deriko menawarkan bantuan. dan Fallona segera menerima bantuan itu. Setelah memastikan Fallona nyaman dan aman. Deriko langsung menaiki kuda itu.


Kuda berjalan dengan sedikit cepat. Dan setelah menunggang agak lama, akhirnya Fallona melihat pasar malam dari kejauhan.


Deriko menghentikan kudanya, "Kita sampai."


Setelah turun dari kuda. Fallona menatap pasar malam dengan antusias. "Kamu ingin ikut?"


"Tentu saja. Untuk apa saya menawarkan Anda kesini kalau Saya tidak ingin ke pasar malam?" Jawab Deriko sambil menatap Fallona aneh


"Ohh. Kalau begitu ayo masuk sekarang."Ajak Fallona.


Fallona menyeret tangan Deriko untuk memasuki pasar malam. Mereka berjalan sambil melihat-lihat sekitar. Mungkin ada satu gerai yang menarik perhatian nya. Dan mata Fallona menemukan satu gerai makanan.


Deriko yang di seret secara paksa hanya bisa pasrah dan mengikuti kemanapun Fallona pergi.


"Saya ingin memesan 2 tusuk ya, Bu."Kata Fallona pada penjual di depannya. Ia menatap tidak sabar pada makanan yang sedang disiapkan untuk nya.


"Loh? Nona ada disini?"


Fallona segera menoleh ke asal suara. Dan menemukan seorang pria yang ia kenal.


"Caiden?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2