Villain Princess

Villain Princess
24


__ADS_3

[Fallona POV*]


"Cih. Apa-apaan mereka? kenapa harus bermesraan di depanku yang seorang jomblo dari lahir ini? Mau pamer?"


Aku menggerutu pelan. Sedikit kesal dengan perilaku mereka.


Awalnya aku sedikit senang karena melihat langsung tokoh utama bermesraan. Tapi, lama-lama aku merasa kesal. Mereka mengekspresikan cinta mereka dengan berlebihan sampai-sampai aku ingin muntah.


Tapi, bukankah Isabella tau kalau Fallona itu menyukai Adelio? Bahkan menjadi tunangan nya. Tapi, kenapa sikap mereka seperti itu?


Bermesraan di depan tunangan nya sendiri. Sebenarnya itu cukup menyakitkan. Aku sedikit merasa kasihan pada Fallona. Dia harus melihat tunangannya mencintai orang lain dan bahkan menunjukkan kemesraan itu secara terang-terangan dihadapan nya.


Sebenarnya apa yang dipikirkan Adelio? Bukannya dia tau kalau Fallona itu mencintai dia? Dan Isabella juga? Aku yakin seratus persen Isabella tau kalau Fallona itu menyukai Adelio. Tapi, kenapa mereka masih menunjukan itu di hadapannya langsung?


Apa mereka tidak pernah berfikir kalau Fallona akan sakit hati melihat kelakuan mereka itu?


"Ah, Sudahlah. Kepala ku rasanya mau pecah memikirkan mereka."


"Oh, kira-kira sebentar lagi ada kejadian apa ya?"


Setelah terdampar ditubuh ini. Aku sedikit melupakan ingatan ku. Bahkan Sekarang aku lupa semua kejadian di novel. Padahal yang membuat novel itu diriku sendiri.


Selain itu, Aku agak bingung karena selama di tubuh ini, aku hanya memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup--engga juga sih.


Selain itu, aku tidak yakin jalan cerita nya akan sama seperti di novel. Karena aku memang tidak melakukan yang seharusnya Fallona asli lakukan. Jadi, untuk kedepannya aku tidak tau apa yang akan terjadi.


Aku tidak merundung Isabella saja sudah termasuk melenceng dari alur cerita. Dan juga aku tidak mengejar-ngejar Adelio. Karena aku memang bukan Fallona--yang memang aku tuliskan sangat mencintai Adelio. Lagipula, Adelio sama sekali bukan tipeku.


Meskipun yang menciptakan karakter Isabella adalah aku. Aku tidak tau sama sekali tentang jalan pikirannya. Entah dia melakukan ini karena memang Alur novel Atau sengaja.


Tapi, sepertinya memang mengikuti alur novel. Karena aku dulu memang menuliskan

__ADS_1


seperti itu. Setelah dipikir-pikir ini termasuk plot hole kan? Aku tidak menjelaskan kenapa Isabella menerima Adelio yang notabenenya sudah mempunyai tunangan.


Tapi, mungkin Isabella menerima Adelio karena mereka saling mencintai? Lalu bagaimana dengan Fallona?


Sebenarnya aku tidak peduli karena memang aku tidak memiliki perasaan apapun dengan Adelio. sangat berbeda dengan Fallona.


"Kira-kira perasaan Fallona selama ini bagaimana, ya? Melihat tunangan yang dia cintai bermesraan dengan gadis lain? Di hadapannya langsung lagi." Memiliki itu membuatku meringis. Ternyata aku memang sekejam itu.


Saat aku menulis itu. Aku tidak memikirkan perasaan Fallona, karena yang ku pikiran itu cuman novel yang ku tulis dan mengganggap itu tidak nyata. Tapi, sekarang? aku merasa sangat bersalah.


"Fallona, Maafkan aku."


......................


Adelio menatap Isabella yang sedang bersandar di samping nya. Kepala gadis itu di sandarkan di pundaknya dengan nyaman.


"Isabella."Panggil Adelio.


"Bagaimana menurutmu dengan Fallona yang sekarang?"tanya Adelio dengan acuh. Meskipun dia sekarang sangat penasaran. tapi, mencoba untuk menutupi itu.


Alis Isabella terangkat, " Tentang Lady Fallona?" Ia menegakkan tubuhnya, lalu menghadap ke arah Adelio."Lady sekarang sangat tenang dan sering bersikap acuh."


Mendengar pernyataannya Isabella, Alis Adelio mengerut, "Sangat tenang dan acuh? Itu terdengar tidak seperti Fallona."


Isabella terkekeh ringan, "Tapi, benar, Pangeran. Lady sekarang sangat tenang dan acuh. Bahkan saat ada seorang Lady yang sedang menyindir nya. Lady sama sekali tidak marah atau mengamuk seperti biasanya."


"Dia melakukan itu? Seorang Fallona?"Ucap Adelio dengan nada tidak percaya. Ia menatap Isabella dengan pandangan skeptis.


"Bener, Pangeran. Saya tidak berbohong. Lady sekarang sangat berbeda dengan dulu."


"Dan juga, Lady sekarang sudah tidak pernah menjauhi dan merundung ku lagi. Aku senang."Lanjut Isabella dengan senyum bahagia.

__ADS_1


Melihat senyuman Isabella yang sangat cerah. Hati Adelio merasa sangat hangat. Ia mengusap kepala gadis didepannya dengan lembut. "Kalau kamu senang. Aku juga ikut merasa senang."Mereka berpelukan sambil tersenyum bahagia.


"Nanti mau ke pasar malam bersama ku?"Tanya Adelio sambil mengecup dahi Isabella lembut.


Isabella mengangguk antusias,"Tentu saja saya mau. Saya tidak mungkin menolak keinginan, Pangeran."


......................


Sekarang Fallona sedang makan di kamarnya. Ia menyuruh para pelayan untuk membawa makanan itu ke kamarnya, karena ingin menghindari pertanyaan dari keluarganya.


Mereka pasti akan bertanya tentang kenapa ia pulang lebih awal. Kabar kepulangan Fallona pasti menghebohkan satu mansion. Karena semua penghuni mansion tau seberapa cinta ia mencintai Adelio. Bahkan dulu Fallona pernah menunda kepulangan nya selam seminggu hanya untuk melihat Adelio lebih lama.


Fallona tidak tau bagaimana reaksi kedua orang tua dan kakaknya saat mendengar kabar ini. Meskipun sekarang ia terbebas dari pertanyaan itu. Tidak tau untuk kedepannya nanti.


"Aku tidak mau menjawab itu."Ringis Fallona pelan. Pasti keluarga nya akan menghujaninya dengan berbagai macam pertanyaan. Mau tidak mau, ia harus menjawab pertanyaan itu.


"Seperti nya aku harus menyiapkan teh hangat agar tenggorokan ku tidak kering." Ujar Fallona sambil memasang senyum tertekan.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Terdengar suara Sireya dari luar kamar nya. "Lady, Apa saya boleh masuk?"


"Kamu bisa masuk."


Sireya membuka pintu secara perlahan. Lalu berjalan ke arah Fallona.


"Lady, Anda di panggil tuan Duke untuk segera datang ke ruang keluarga."Ujar Sireya sambil membungkukkan badan.


Fallona menatap Horor ke arah Sireya. "Apa aku harus datang?"


"Lady. harus. datang. Mau saya bantu untuk bersiap-siap?"Jawab Sireya dengan tersenyum.


Fallona merebahkan wajahnya. "Aku tidak mau datang."gumam Fallona frsutasi.

__ADS_1


__ADS_2