
Siapapun tolong. Keluarkan Fallona dari ruangan pengap dan penuh intimidasi ini. Tolong~~~ Fallona ingin keluar dari sini. Apalagi didepannya ada sosok Iblis berwujud manusia tampan.
Kalian tau siapa? Yah, itu Putra mahkota. Sekarang Fallona duduk berdua dengannya. Sambil menikmati teh dan kue-kue manis yang mungkin sekarang akan menjadi pahit di lidah. Tidak ada yang memulai percakapan.
Fallona berkeringat dingin, tangannya gemetar. Dan merasa suasana makin canggung. Fallona berdehem pelan, "Ekhem, Y-yang Mulia, apa Anda ada urusan dengan Saya?" Fallona bertanya dengan gugup, sedikit terbata dan bahasanya sedikit acak-acakan.
"Yang mulia? Sejak kapan kamu memanggil ku begitu?" Katanya sambil menaikkan sebelah alis.
Pria itu menyeringai, "Cari perhatian, heh?"
Fallona ingin mengumpat di depan wajahnya, tapi Ia masih sayang nyawa. Pria di depannya ini iblis berwajah malaikat. Jadi, Fallona harus berusaha bersikap baik agar nyawanya tetap aman.
"Maksud Anda apa, Yang Mulia?"
"Jangan pura-pura Lugu, Fallona. Aku tau apa yang ada di pikiran mu."
Fallona memasang wajah datar. Cih, dasar iblis so tau, "Apa yang anda ketahui tentang Saya?"
"Saya kehilangan ingatan ini karena Anda kan?" Fallona menyeringai. Dalam hati Fallona tertawa lepas.
Fallona tau segalanya karena Ia yang menciptakan adegan ini di Novel. Meskipun Ia baru mengingat kemarin setelah Sireya memberitahu kalau Si iblis didepannya ini ingin menemuinya.
Fallona tersenyum, "Benarkan, Yang Mulia Adelio Cendrick Harvest?" Yah, Fallona ingat nama pria itu. Karenanya Fallona harus begadang semalaman untuk mengingat namanya.
Fallona melihat pria di depannya tampak terkejut, meskipun mencoba untuk terlihat tenang. Ekspresi wajahnya tidak terlihat percaya diri seperti tadi.
"Ekhem." Fallona mencoba untuk tidak tertawa keras."Jadi, Apa ada yang dibicarakan lagi, Yang Mulia Adelio? Saya sedikit sibuk. Saya tidak ada waktu untuk mengobrol sambil meminum teh dengan Anda." Fallona bangkit. Lalu, berjalan keluar ruangan dengan santai. Sebelum itu Fallona menundukkan badan sambil tersenyum miring." Selamat tinggal, Yang Mulia Adelio."
Fallona pergi meninggalkan Adelio yang sedang mencengkram meja marah. Matanya menatap tubuh Fallona yang menjauh dan menghilang di depan pintu.
Adelio berbisik pelan,"Bagaimana bisa dia tau?"
......***......
Fallona sekarang ada di salah satu restoran termahal di kerajaan. Karena Fallona sedikit penasaran dengan rasa restoran mahal, Jadi ia memusatkan untuk singgah sebentar. Sekarang di belakang nya ada Nilam dan salah satu kesatria.
Fallona sudah memaksa dua orang tersebut untuk duduk di depannya dan memesan makanan. Tapi, mereka menolak. Kata mereka itu tidak sopan sebagai seorang pelayan dan kstaria. Jadi, Fallona tidak bisa memaksa mereka.
Ia memesan Pottage dan Frumenty. Entah makanan seperti apa, tapi terlihat sangat enak.
[Pottage]
[Frumenty]
Melihatnya saja Fallona ingin meneteskan air liur. Selain baunya yang enak, Tampilan mereka juga sangat menggoda. Seperti memanggil Fallona untuk segera memakan mereka dengan lahap.
Manik mata Fallona terlihat berbinar saat merasakan makanan nya. Ia tak menyangka kalau seenak ini. Menghabiskan makanan dengan cepat. Lalu, memesan Maccarone dan Pie sebagai dessert. Untuk minumannya Ia memesan susu Almond dan Teh chamomaile.
__ADS_1
Fallona memesan banyak makanan sampai perutnya terasa penuh. Sekarang Ia orang kaya, jadi tidak perlu memikirkan harga makanan dan itu membuatnya merasa senang. Enak juga jadi orang kaya
Tanpa sadar Fallona membuat kedua orang dibelakang nya merasa syok berat. Karena setau mereka Lady nya ini sangat menjaga pola makannya agar tubuhnya tetap langsing dan ramping. Tapi, sekarang Fallona terlihat seperti Ia tak makan selama satu Minggu.
"Lady terlihat berbeda. Ia makan sangat rakus seperti babi."Kstaria itu berbisik pelan ke Nilam.
"Hush, Jangan begitu. Meskipun Lady terlihat rakus, tapi aku senang karena Lady tidak terlihat sedih lagi."
"Iya. Aku juga merasakan. Beberapa hari ini Lady terlihat lebih bersinar. Auranya tidak terasa kejam dan suram lagi."
Nilam tersenyum, "Iya. Aku sangat bahagia karena itu."
"Kalian tidak mau pesan sesuatu?" Fallona bertanya.
"Tidak, Lady. Terimakasih telah menawarkan makanan." Mereka berdua membungkuk. Fallona tersenyum," Baiklah kalau begitu. Sekarang kita pulang."
Fallona berjalan ke luar. Diikuti kedua pelayannya. "Selain auranya terlihat bersinar. Lady juga terlihat lebih baik dari biasanya." Kata Nilam yang disetujui kstaria.
Saat sampai di kereta. Fallona duduk dengan tenang, di samping nya ada Nilam yang memasang senyum sambil melihat sang Lady.
"Nilam. Ksatria tadi namanya siapa?"
"Albert, Lady."
"Dia terlihat baik. Kapan-kapan kalau keluar lagi, Aku akan mengajak nya."
Andaikan Fallona tau kalau kstaria yang disebut baik olehnya tadi mengatainya seperti babi. Pasti Fallona mengurungkan niatnya untuk mengajak ksatria itu lagi.
"Ada. Lady mau ke taman kota?"
"Iya. Antar aku kesana."
"Baik."
Kereta berjalan menuju ke taman. Jaraknya dekat dengan restoran tadi. Mungkin hanya butuh waktu 15 menit dengan kereta kuda.
Fallona tersenyum saat melihat taman. Yang membuat nya kagum dengan taman ini adalah ada banyak bunga Middlemist Red. Bunga Middlemist Red termasuk bunga yang sangat langka di dunianya dulu. Tapi disini bunga itu tumbuh dengan sangat subur dan banyak. Sebagai pecinta bunga, Fallona sangat senang.
Saat sampai, Fallona buru-buru keluar dari kereta dan berlari menuju taman. Ia sangat bersemangat untuk berkeliling taman. Ia ingin mengeksplorasi bunga disini. Ada banyak bunga langka yang ada di dunianya dulu, tapi disini bunga itu sangat banyak.
Pandangan Fallona berhenti di bunga tulip."Wahh,, Sangat cantik."
(Gambar diambil dari Google)
Manik matanya semakin berbinar saat melihat bunga Juliet Rose. Bunga Ini sangat mahal. Dulu Ia ingin sekali membeli bunga ini, tapi uangnya tidak cukup untuk membeli nya. Bunga itu memang sangat cantik, tapi harganya tidak ramah di kantong.
(Gambar diambil dari Google)
__ADS_1
Tangannya sangat gatal ingin memetik bunga. Tapi, Ia tahan untuk mempertahankan martabat nya sebagai seorang Putri Duke. Tidak lucu kalau tiba-tiba namanya di pajang di koran dengan judul 'Seorang putri dari Duke Aldridge mencuri bunga ditaman'.
Tidak terasa Ia sudah berjalan lebih dari satu jam.
"Lady, Ini sudah sore. Sebaiknya kita pulang."
"Tunggu sebentar. Aku masih ingin berkeliling taman ini."
"Tapi,Lady..."
"Sudahlah, Nilam. Cuman sebentar kok."
Fallona meneruskan jalannya. Menghiraukan Nilam yang berdiri dibelakang dengan raut wajah sedikit cemas.
Saat di belokan, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak Fallona sampai terjatuh.
"Aduh."
Melihat itu, Nilam kaget Lalu bergegas menolong Fallona yang masih terduduk di tanah, "Lady, Anda baik-baik saja?" Dengan perasaan cemas Nilam memapah Lady-nya itu dengan hati-hati.
"Adu-duh, Nilam pinggang ku sakit." Sambil memegang pinggang, Fallona melirik kesal ke arah pria yang menabrak tadi. "Tuan, Bukankah Anda seharusnya meminta maaf pada Saya?"
Pria itu menaikan sebelah alisnya,"Atas dasar apa?"
Fallona melotot galak, "Anda sudah menabrak saya. Seenggaknya Anda harus ganti rugi karena telah membuat pinggang saya sakit." Sedikit meringis karena pinggang nya sedikit berdenyut.
"Saya tidak peduli." Pria itu melengos pergi. Fallona melotot marah, Sebelum pria itu pergi Ia menjambak rambut pria itu dengan sedikit kasar(baca: sangat kasar).
"Aduhhh." Pria itu meringis, sambil menahan tangan Fallona.
Melihat itu Nilam buru-buru menghentikan,"Lady."
Dengan dada naik turun Fallona mencoba menjambak rambut pria itu lebih keras, "Ganti rugi atau Saya akan menjambak rambut Anda sampai botak?"
"Baiklah. Saya akan ganti rugi." Sedikit lega karena jambakan di rambutnya mengendur. Fallona mengangguk puas.
Gila,Wanita ini tenaganya mirip kuda-- pikir pria itu
"Karena saya tidak membawa banyak uang. Sebaiknya Lady Aldridge datang ke mansion Saya."
Dia tau aku?;- Batin Fallona
"Mansion?"
"Iya. Mansion Duke Frederick." Pria itu membungkukkan badan sambil mencium punggung tangan Fallona, "Perkenalkan Saya Benjamin Eugene Frederick."
Benjamin Eugene Frederick? Sepertinya Fallona pernah mendengar nama itu. Ia mencoba mengingat.
Benjamin? Dari keluarga Frederick?
Fallona bergetar ketakutan. Sepertinya takdir senang bermain-main dengan nya. Fallona menyesal karena menolak permintaan Nilam untuk pulang ke mansion. Nilam, maafkan aku.
__ADS_1
Benjamin Eugene Frederick adalah Antagonis pria yang membuat keluarga Aldridge menjadi hancur. Sekaligus, yang memprovokasi Adelio untuk memenggal kepala Fallona.