Villain Princess

Villain Princess
23


__ADS_3

[Fallona POV*]


Aku sekarang sedang berjalan menelusuri taman istana. Setelah kejadian di meja makan tadi. Aku langsung datang kesini.


Aku sedikit bingung. Kenapa Regan bisa menjadi teman masa kecil Fallona? Bukankah itu terlihat mustahil? Sifat mereka berdua bertolak belakang.


Dan bukankah sedikit aneh?


Kalaupun Regan teman masa kecil Fallona, kenapa sekarang mereka seperti orang asing?


Aku yang seorang penulis novel ini saja terkejut.


Regan yang aku tulis di novel membenci Fallona. Bagaimana bisa mereka menjadi teman masa kecil? Itu terdengar seperti lelucon.


Dan apa yang membuat hubungan pertemanan mereka renggang?


Karena Isabella? Yahhh,, mungkin karena itu pertemuan mereka rusak.


Tapi, aku sedikit merasa janggal.


Aku datang kesini tanpa mengigat memori dari Fallona. Sepertinya aku disuruh untuk menelelusuri nya sendiri.


Terbangun di tubuh seseorang tanpa mengigat masa lalunya. Sungguh merepotkan.


Aku tidak suka ini. Tapi, meskipun begitu. Aku sangat penasaran dengan masa lalu Fallona.


Bertanya pada Regan?


Big No. Yang ada malah aku tersulut emosi.


Fallona.Tokoh yang aku ciptakan secara asal-asalan. Bahkan aku mendeskripsikan nya dengan sifat yang sangat buruk. Tidak ada yang bisa di banggakan dari seorang Fallona, kecuali wajahnya yang menawan.


oh,dan jangan lupakan kekayaannya.


Aku jadi merasa bersalah.


Tapi, itu tidak penting sekarang.


Aku harus menebus kesalahanku pada Fallona. Aku akan berusaha untuk mewujudkan impian Fallona.


Yaitu, Menerima cinta dari seseorang yang disukainya.


Tapi, sosok yang disukai Fallona itu Adelio. Meskipun aku yang menciptakan karakter itu, tapi aku sedikit kurang suka kalau dia yang akan menjadi pasangan masa depannya Fallona.


Yang ada nanti Fallona menjadi bayang-bayang Isabella.


Kalau Benjamin?


Aku sedikit ragu... Meskipun aku sekarang sedikit menyukainya. Belum tentu juga Ia akan menjadi pasangan yang baik. Benjamin itu memiliki sifat yang hampir sama dengan Fallona. Kecuali, Sifat Paycho yang di miliki Benjamin. Karena sifat itulah aku sedikit meragukan nya.


Untuk urusan ini sepertinya difikirkan nanti saja. Kalau tidak dengan karakter novel, aku bisa mencari sosok yang tidak berkaitan dengan novel.


Ya. Itu sedikit lebih bagus.


Karena aku sadar. Aku menciptakan tokoh pria disini dengan sifat yang abnormal. Aku sedikit menyesal sekarang.


Saat aku membayangkan, itu terasa sangat romantis. Tapi, sekarang..... terasa mengerikan.

__ADS_1


"Huh~~Aku merindukan Handphone.", Disaat seperti ini aku merindukan Handphone kesayangan ku.


"Salam, Lady."


Aku menoleh saat mendengar suara merdu dari samping.


Isabella? Kenapa dia disini?


Aku mengangguk,"Ada apa?"


"Apa anda tidak keberatan kalau saya membantu, Lady?"


Hah?


"Membantu apa?"


Isabella menjawab dengan ragu,"Em, Tentang masa lalu, Lady."


Aku mengerutkan kening."Kenapa kau ingin membantu ku?"


"Saya ingin menjadi teman yang bisa Lady andalkan."Jawab Isabella dengan semangat.


Hah!? Sejak kapan aku menyetujui menjadi temannya. Yah, itu tidak penting.


"Tidak usah. Aku akan menyelidik nya sendiri. Kau tidak perlu repot-repot."


Sebelum Isabella membuka suara. Aki segera pergi dari tempat itu.


Aku sedikit tidak nyaman saat bersama Isabella. Sepertinya ini naluri dari Fallona.


Huh~~ Aku ingin pulang ke mansion kuಥ‿ಥ


Apa aku tidak boleh izin untuk pulang?


Oh. Kenapa aku tidak bertanya saja?


Aku langsung bergegas ke istana Ratu. Jaraknya cukup jauh dari istana yang sedang aku tempati sekarang.


Saat sampai. Aku langsung menemui Kepala pelayan disini untuk bertanya tentang Ratu.


"Maaf, Lady. Tapi Ratu sedang sangat sibuk. Kalau Anda ada sesuatu yang ingin dikatakan pada Ratu. Anda bisa katakan pada saya."Kata pelayan itu sambil membungkuk kan badan.


"Tolong, katakan pada Ratu. Kalau Saya ingin pulang."


"Ya?"


"Saya yakin anda mendengarnya, Tuan kepala pelayan."


"Ah, Maafkan saya, Lady. Saya akan sampaikan ini pada Ratu."


Aku mengangguk.


"Nanti."


"Apa!? Kenapa tidak sekarang saja?"Aku bicara dengan nada kesal.


"Tapi, Ratu--"

__ADS_1


"Hah~, Baiklah. Aku akan menunggu. Tapi, sampaikan pesan itu hari ini." Aku mengucapkan kata 'Hari ini' dengan sedikit penekanan.


"Baik, Lady."


Setelah itu, Aku pergi dari istana Ratu dengan perasaan dongkol.


Sebenarnya aku diundang kesini untuk apa sih?


Saat berjalan menuju istana tempat yang aku tinggali untuk sementara. Aku berpapasan dengan Adelio.


"Yo."Sapaku.


Keningnya tampak menggerut,"Sikapmu sungguh tidak sopan."


"Aku sedang kesal."


Aku ingin pergi, tapi ditahan dengan pertanyaan Adelio."Apa ingatan mu belum kembali?"


"Belum. Kenapa?"


Kenapa Adelio tiba-tiba bertanya seperti ini?


"Kau,,,,Tidak ingin mencari tahu nya?"


Aku menatap Adelio datar."Kepo."


Setelah itu mengucapkan kata itu. Aku pergi meninggalkan Adelio dengan keadaan kebingungan.


"Apa itu Kepo?"


...****************...


Akhirnya setelah menunggu sekian jam. Aku mendapat kabar gembira. Kalau aku diizinkan untuk pulang. Dan Ratu juga mengiriminya Hadiah sebagai permintaan maaf.


Hadiah dari Ratu adalah sebuah perhiasan satu set dan hiasan rambut.


Setelah berkemas. Aku diantarkan oleh pelayan menuju kereta kuda yang sudah disiapkan.


Kata pelayan, kereta kuda itu disiapkan oleh Adelio.


Itu sedikit mencurigakan.


Tapi, setelah sampai di kereta. Ternyata aku tau apa alasan Adelio berbaik hati menyiapkan kereta kuda ini untuk mengantarku.


Ternyata untuk mengelabui Ratu agar kencan nya dengan Isabella tidak ketahuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo~~


Chapter ini lebih banyak Monolog dari pada Dialog. Dan untuk chapter kemarin Author minta maaf karena chapter nya terlalu pendek.


ngomong-ngomong, Kalian suka cerita dengan sudut pandangan orang pertama atau ketiga?


Author sedang mencoba menulis cerita dengan POV seperti ini. Kalau kalian lebih suka yang seperti biasa. Komen ya?


See you next time

__ADS_1


^^^13-01-2023^^^


__ADS_2