Villain Princess

Villain Princess
16


__ADS_3

Fallona termenung di dalam kelas. Ia masih memikirkan tentang pertunangannya dengan Adelio.


Apa nasibnya akan sama seperti di novel??


Sejujurnya, Fallona belum siap untuk mati. Ia masih ingin bersenang-senang di dunia novel(?) ini.


Apa boleh ia membatalkan acara pertunangan ini?


Fallona takut. Ia tidak tau di masa depan nasibnya akan seperti apa.


"Huh."Menghela nafas, Fallona menelungkup kan kepala di lipatan tangan. Kepala pusing, masalah terus berdatangan padanya tanpa henti.


"Kau baik-baik saja?" Fallona mendongakkan kepalanya, melihat siapa orang yang sedang berbicara padanya.


Adelio. Orang itu berdiri di samping mejanya.


"Kenapa?"Tanya Fallona.


Adelio menggelegar kan kepala. Ia menatap Fallona dengan pandangan menelisik.


Fallona risih,"Ada apa?"


"Kau sudah tau?" Tanya Adelio, Ia duduk di sebelah Fallona.


"Tentang Pertunangan kita?" Fallona menatap meja di depannya dengan pandangan kosong.


Adelio mengangguk. Dilihat dari wajahnya, Ia tampaknya juga sedang frustasi.


Fallona menghela nafas lelah. Entah sudah seberapa banyak ia menghela nafas hari ini.


"Kau tau bagaimana caranya agar pertunangan kita dibatalkan?"


Adelio Mengangkat bahunya,"Entahlah."


Fallona cengo, "Hah!, Kau tak tau?"


"Hm."


Mengacak rambutnya frustasi. Sekarang Fallona pasrah. Ia tak tau harus berbuat apa untuk kedepannya nanti.


"Oi, Kau terlihat dekat dengan Benjamin."


"Hah?"


Adelio menatap Fallona, "Aku liat kau sekarang dekat dengan Benjamin."


Fallona menggangukkan kepala,"Aku dekat dengan Benjamin karena ia pelatih memanah ku."


Adelio Mengangkat alisnya heran,"Sejak kapan kau berlatih memanah?"


"Beberapa Minggu yang lalu."

__ADS_1


"Heee~, Aku tak tau, Kalau seorang Fallona mau berlatih memanah." Kata Adelio dengan nada mengejek.


Fallona memutar matanya," Yasudah kalau kau tidak percaya."


"Bercanda."


"Nada bicara mu tidak terlihat seperti sedang bercanda, Yang Mulia."Jawab Fallona sarkas.


Adelio Mengangkat bahunya acuh. "Fallona, bagaimana kalau Benjamin men--"


"Gak." Potong Fallona cepat.


" Aku tidak mau melibatkan orang lain untuk menyelesaikan masalah kita. Lagipula itu berbahaya, itu bisa merusak nama baik Benjamin. Kau tau kan Benjamin seterkenal apa sekarang?" Lanjut Fallona.


Benjamin sekarang sangat terkenal, entah karena apa. Fallona tidak berniat mencari tau.


Sejak Benjamin terkenal, Latihan memanah nya yang biasanya seminggu sekali, menjadi dua Minggu sekali.


"Sejak kapan kau memperdulikan nasib orang lain? bukankah biasanya kau hanya memikirkan dirimu sendiri?" Adelio menyeringai. Dan Fallona kesal melihat itu.


"Mood ku buruk pagi ini. Sebaiknya kau kembali ke bangku mu, Adelio. Atau aku akan memukulmu."Balas Fallona geram.


"Hahahaha, baiklah." Adelio berjalan menjauh. Dan duduk di meja paling depan.


Mood Fallona semakin buruk setelah berbicaralah dengan Adelio.


...***...


Astaga. Masalah apa lagi ini.


Masalah pertunangan nya belum selesai. Ia sudah tertimpa masalah lagi.


Tadi, Saat Fallona berjalan menuju ke kantin. Tiba-tiba ada seorang gadis menabraknya dan menjatuhkan minuman ke bajunya. Dan gadis itu menyalahkan dengan menuduh kalau Fallona duluan yang menabrak nya.


Padahal tadi jelas-jelas gadis itu yang menabraknya. Apalagi dia berbicara sambil teriak dan matanya terlihat berembun. Dari sudut pandang orang lain, Fallona terlihat merundung gadis itu.


Fallona menatap gadis di depannya dengan pandangan datar. Moodnya benar-benar hancur."Kau menuduhku?"


Gadis itu bergetar ketakutan,"I-iya. Bukankah kau sengaja menabrak ku,?"


"Benarkah?"


Dengan tubuh sedikit bergetar, gadis menggangukkan kepala. Raut wajahnya terlihat ragu-ragu.


Fallona memandang gadis dihadapannya dengan pandangan aneh.


Kenapa gadis ini tiba-tiba menangis?


Fallona bahkan belum menyentuhnya.


Murid-murid yang lewat menatap gadis di depannya dengan pandangan iba. Dan melayangkan pandangan tidak suka ke Fallona.

__ADS_1


Alis Fallona mengerut.


Kenapa semua orang menatap seperti Ia sang pelaku disini,? Padahal sang pelaku sebentar gadis di depannya ini.


Sudahlah. lagi pula Fallona tidak peduli dengan pandangan orang-orang. Yang terpenting, gadis di depannya ini harus ganti rugi.


Gaun ini Mahal. Ia bisa menjual gaun ini untuk investasi masa depan yang cerah.


Menghela nafas lelah. Fallona bertanya,", Karena kau telah merusak gaun ini. Bagaimana kalau kau Menganti nya?"


Gadi di depannya melotot kaget. "K-kenapa aku harus ganti gaun mu,?"


"Hah!?Bukan kah kau yang menabrak ku lalu menjatuhkan minuman itu dengan sengaja?"Fallona menjawab dengan sedikit berteriak.


Fallona sedikit merasa senang saat melihat gadis di depannya ini terlihat kelabakan.


"Gaun ini sangat mahal. Ayah ku yang mendesain gaun ini sendiri dan menyuruh Nyonya Caramble yang menjahitnya. Dan kau? Seenak nya menumpahkan minuman lalu tidak mau bertanggung jawab?"


Senyum Fallona tiba-tiba terbit."Apa jangan-jangan, Kau,,, ingin bertemu ayah ku?"


Gadis di depannya menggelengkan kepalanya dengan heboh.


"Baiklah. kalau kau mau menemui ayah ku."


"Lady, tolong jangan..."


"Kalau begitu ganti gaunku. Kau bisa memberi ku uang. Lalu, aku akan memesan gaun ku sendiri."


"B-berapa harga gaunnya, Lady?"


Fallona memasang pose wajah berfikir, "Mungkin sekitar 10 berlian dan 8 permata. Sebenarnya harganya lebih mahal, tapi aku sedikit lupa dengan harganya. Kau sedikit beruntung karena aku beri harga murah."


"L-lady, itu terlalu mahal untukku."


"Aku tidak mau tau. Minggu depan uangnya harus ada."Fallona mendekat kan kepalanya di telinga, "Kau akan mendapatkan undangan spesial dari ayahku."


Tanpa melihat reaksi gadis itu, Fallona berjalan menuju ke kelas. Ia tidak selera makan setelah berbicara dengan Gadis tadi.


Tapi, Fallona cukup senang. Karena Ia akan mendapatkan uang.


Hitung-hitung investasi untuk masa depannya. Kalau hidupnya benar-benar merasa terancam, Ia akan kabur dengan membaca uang itu.


"Apa Anda Lady Fallona Shannon Aldridge,?"


...****...


Hallo semua.


Maaf karena author jarang update sekarang. entah mengapa semakin hari, Author semakin sibuk. ಥ‿ಥ


Sekali lagi, Author minta maaf.

__ADS_1


See you next Time.


^^^31-05-2022^^^


__ADS_2