Villain Princess

Villain Princess
05


__ADS_3

Fallona termenung. Setelah pingsan, Ia di bawa ke ruang kesehatan. Sebuah keajaiban ada seseorang yang mau menggendong seorang Fallona.


Setelah kejadian tadi, Ia sedikit merasa terancam. Apalagi tatapan Sang tokoh utama kepadanya sangat tajam. Tatapan yang seakan berkata 'berani kau menyakiti Isabella, kepalamu akan dipengal'. Kebengisan tokoh utama patut di acungi jempol. Sampai membuat tubuhnya bergetar hebat.


Apa masih bisa untuk mengubah jalan ceritanya?


Fallona baru saja merasakan menjadi orang kaya. Jadi, tolong jangan bunuh dirinya dulu. Seenggaknya sampai ia menikahi pria tampan kaya raya dan mempunyai anak yang lucu.


Apa Fallona harus merebut perhatian para tokoh utama pria dari Isabella?


Ah, sepertinya tidak mungkin. Semua tokoh disini Ia buat untuk membenci Fallona sampai ke tulang-tulangnya.


Isabella terlalu mempesona untuk ditinggalkan. Sangat cantik dan baik hati bagaikan bidadari. Selagi ada Isabella, Fallona tak ada apa-apanya. Nilai plus dari Fallona hanya cantik dan Ia anak seorang Duke. Untuk akhlak, Fallona minus. Minus++++.


Jika dibandingkan dengan Isabella. Bagaikan mutiara dan batu sungai.


Siapa orang bodoh yang rela membuang mutiara demi batu sungai yang 'gradakan' ?


Pesona Isabella sangat luar biasa. Kalau di banding Fallona, Mungkin bagaikan upil yang tak ternotis.


Mungkin terkesan seperti mendewakan Tokoh utama. Tapi, Fallona-- Lebih tepatnya Anastasia-memang menciptakan karakter Isabella seperti itu. Tanpa celah. Mungkin satu-satunya kelemahan Isabella yang Ia buat adalah sikap 'terlalu baik'. Entah definisi terlalu baik seperti apa.


Fallona menghela nafas," Kalau tau akan menjadi karakter jahanam Fallona. Akan Aku buat karakter Fallona sedikit kebaikan." Jujur Ia sedikit menyesal karena membuat karakter Isabella terlalu sempurna.


Dulu saat Fallona membuat novel ini. Ia membuat semua karakter tokoh dengan spontan, tanpa memikirkan apapun. Entah itu para tokoh utama ataupun tokoh sampingan. Seperti Ia menciptakan tokoh 'Fallona', Ia membuat sifat Fallona seperti ini hanya karena ingin membuat para pembaca merasa jengkel. Membuat sifat 'Fallona' semenjegkelkan mungkin. Tanpa sadar membuat karakter 'Fallona' seperti seorang yang tak punya hati--seperti iblis. Ia terlalu tengelam pada karakter Iblis 'Fallona', sampai lupa menulis secuil kebaikan.


Mungkin ini hukumannya. Karena telah membuat karakter Fallona menjadi sangat menyedihkan.


Menghela nafas lelah. Fallona berfikir mungkin Ia tak kan selamat. Plot sudah mencapai *******. Besar kemungkinan Ia tak kan bisa selamat.


Fallona berdoa. Semoga kedatangan nya bisa membuat akhir seorang 'Fallona' bahagia.


Ya. Ia berjanji sebagai 'Anastasia Laksani' seorang penulis baik hati dan terkenal. Ia akan berusaha membuat Fallona berakhir dengan Happy Ending. Yah, itu janjinya.


Sebagai permintaan maaf telah membuat ending yang buruk untuk Fallona.


Fallona semoga kau memaafkan ku. Dan doakan aku dari atas sana, ya? Semoga aku bisa mencapai tujuan dan menciptakan happy ending untukmu.


Yosh, Perjalanan baru saja di mulai.

__ADS_1


...***...


Fallona berjalan semangat menuju kamarnya. Ia baru saja sampai dirumahnya dengan dijemput oleh kereta kuda. Ini sensasi baru. Biasanya Ia akan mencari kendaraan, bahkan terkadang harus berlari untuk mengejar ketertinggalannya. Dan saat di dalam pun berdesakan, jika kamu beruntung, kamu akan mendapatkan tempat duduk--itupun dengan berdesakan--, kalau tidak, kamu akan berdiri dan menahan tubuh akan tidak jatuh terjungkal.


Tapi, sekarang Ia bahkan bisa makan dan minum di dalam, bahkan tempat duduknya luas dan empuk--sangat nyaman untuk rebahan. Tak perlu berdesakan dan mengejar kalau tertinggal. Kereta kuda ini akan menunggunya sampai ia datang.


Terimakasih untuk Fallona, Karena telah berbaik hati telah meminjamkan tubuh ini untuk menikmati kemewahan ini.


Fallona berniat untuk Luluran sambil di pijat. Mencari Nilam untuk menyiapkan tempat pemandian. Dan juga mencari Sireya untuk menyuruhnya memijat. Pijatan Sireya sangat nikmat. Pijatan yang sangat terasa tapi juga lembut.


Fallona hanya mempercayai dua pelayan itu untuk merawat tubuhnya. Fallona sedikit trauma menyuruh pelayan lain untuk merawat tubuhnya, karena dulu Ia pernah didandani dengan gaya yang cukup 'nyentrik'. Seperti merangkai rambutnya menjadi seperti sanggul dengan berbagai hiasan kepala yang berat. Gaun yang mengambang seperti sangkar ayam. Sepatu hak tinggi bertabur berlian. Setelah hari itu tubuhnya sakit semua.


Fallona belum terbiasa seperti itu, jadi Ia sedikit merasa mentalnya terguncang--mugkin lebih tepatnya fisiknya terguncang.


Fallona memasuki kamar. Meskipun disini Ia mempunyai Dua kakak, tapi kelakuan mereka sangat jahanam. Persis seperti Iblis--


"FALLONA, HOY."


BRAKKK


BRAKK


TAKKK


TAKKK


Fallona menghela nafas. Merasa hari damainya akan sirna. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya. Dan terlihat makhluk jaha--maksudnya Kakaknya sedang berdiri didepan pintu dengan wajah sangar.


Melihat itu, Fallona memasang wajah datar. Kira-kira Kelakuan apa lagi yang akan dilakukan makhluk ini. Perasaan Fallona sedikit tidak enak.


Fallona tersenyum manis," Ada apa, Kakak? Jarang sekali loh melihat Anda menemui Adik tercinta mu Ini."


"Apa ada masalah yang serius hingga Anda repot-repot datang kemari. Bukankah Anda selalu sibuk, Kakak?" Masih mempertahankan wajah tersenyum manis, meskipun di dalam hati ia ingin sekali mengutuk nya.


"Kakak?"Fallona tersenyum marah. Orang didepan nya diam membisu tanpa berkata apa-apa.


"Huh,,Ka--"


"Wajah mu pucat."

__ADS_1


"-lau, Ha?" Fallona memasang wajah bingung.


"Wajahmu pucat. Kamu baik-baik saja?"


Fallona mengerutkan kening. Apa Ia terlihat pucat? Fallona merasa kalau Ia baik-baik saja. Meskipun Ia merasa sedikit kelelahan.


"Aku baik-baik saja, Kak. Emm, Kakak ada apa kesini? Apa ada sesuatu yang penting?"


"Dan Terima kasih untuk roti tadi pagi, kak Fero." Fallona membungkuk sopan.


"Tidak masalah. Kalau begitu, Aku pergi dulu. Selamat tinggal."


Fallona melihat kepergian kakak keduanya dengan pandangan bingung. Ada apa dengan kakaknya itu? Selama Ia tinggal disini Kakaknya itu tidak pernah menghampiri nya. Bahkan untuk sekedar bertanya kabar. Baru kali ini Kakaknya sampai repot-repot datang kemari. Meskipun kedatangannya sangat tidak jelas.


Yah, tidak masalah sih. Itu lebih baik, dari pada tidak sama sekali. Seenggaknya hatinya merasa sedikit senang.


"Lady." Panggilan tersebut membuat Fallona menolehkan kepalanya. Ia melihat kedua pelayan nya.


"Air hangat sudah kami siapkan begitu juga dengan lulur untuk Lady."


Fallona tersenyum,"Baik."


Untuk sekarang Fallona akan mencoba melupakan masalah nya. Kepala nya pusing.


Yoshh,,mari kita lupakan masalah tadi dan bersenang-senang.


Semangat Fallona Cantik.


"Lady."


"Ada apa, Nilam?"


Fallona melihat Nilam terlihat sedikit ragu untuk mengatakannya. Fallona mengerutkan keningnya. Ia bertanya sekali lagi," Ada apa, Nilam?"


"Emm, Itu Lady..." Fallona menatap Nilam dengan pandangan sedikit menuntut. "Emmm..."


Melihat Nilam berkata dengan ragu, Sireya berinisiatif untuk mengatakannya."Putra mahkota ingin bertemu dengan Anda, Lady."


"HAH!!"

__ADS_1


__ADS_2