Villain Princess

Villain Princess
22


__ADS_3

"Fallona yang kukenal tidak menyukai makanan manis."


Fallona yang mendengar itu seketika menghentikan pergerakan-nya. Sebagai penulis asli novel ini, Ia tidak tau kalau Fallona tidak menyukai makanan manis.


Karena ia memasukkan karakter Fallona ke novel hanya untuk memancing emosi pembaca. Ia tidak pernah benar-benar mendeskripsikan karakter Fallona dengan benar.


Manik matanya menatap Regan yang sedang memandangnya curiga.


Dengan sedikit gugup Fallona menjawab,"Aku menyukai makanan manis."


Regan masih memasang wajah tak percaya. Itu membuat Fallona frustasi. Jujur, ia bingung ingin menjawab apa sekarang.


Saat, Regan ingin berbicara sesuatu, terdengar suara pintu terbuka. Itu membuat Fallona lega luar biasa.


Di depan pintu terlihat ada Adelio dan Isabella. Sepertinya Fallona harus berterima kasih kepada kedua orang itu karena telah menyelamatkan nya dari situasi menegangkan ini.


Kedua orang itu duduk. Isabella menyapa Fallona dengan hangat,"Selamat pagi, Lady."


"Pagi."Fallona menjawab sambil tersenyum tipis. Anggap saja senyuman itu sebagai ucapan terima kasih darinya:-)


"Lady, Sedang apa?" Tanya Isabella dengan lembut.


Fallona menatap Isabella aneh. Apa dia tidak melihat kalau dirinya sedang makan?


"Menurut mu aku sedang apa?"


Isabella menjawab dengan ragu,"Makan...?"


"Itu tau. Kenapa masih nanya?"


"Emmm...." Isabella bergumam canggung.

__ADS_1


"Pertanyaan ku belum kau jawab."


Fallona menatap Regan jengah."Tadi kan sudah ku jawab."


"Jawaban mu kurang memuaskan."


Fallona menatap Regan sinis,"Aku dari dulu menyukai makanan manis. Lagipula, kita tidak sedekat itu."


Adelio yang melihat keributan itu segera melerai. Ia sangat tau bagaimana tempramen kedua orang ini. Kalau dibiarkan, bisa-bisa mereka membuat ruang makan ini runtuh.


"Sudahlah kalian berdua. Kalian tau? Kalian seperti anak kecil yang suka bertengkar."


Seperti yang Adelio duga. Kedua orang itu masih saling menatap tajam satu sama lain. Perkataan Adelio di abaikan oleh mereka. Itu membuat dirinya kesal.


"Kalau kalian masih ingat bertengkar, sebaiknya di luar. Kalian mengacaukan selera makan ku. Atau mau aku siapkan tempat untuk kalian bertarung?"


"Oh, tidak. Terimakasih."


Regan dan Fallona menjawab secara bersamaan. Setelah itu mereka saling menatap tajam. Lagi.


Isabella tersenyum tipis melihat pertengkaran itu,"Lady, Apa saya boleh bertanya?"


Kedua orang yang saling menatap tajam itu sama-sama menoleh. Fallona yang merasa dipanggil bertanya,"Mau nanya apa?"


Meskipun ragu, Isabella tetap bertanya."Bukankah Tuan Regan teman kecil Lady?"


Apa!??


Batin Fallona terguncang. Ia tidak tau kalau Regan adalah teman kecil Fallona-asli-.


Sepertinya ini hukuman karena menciptakan tokoh antagonis dengan asal-asalan. Apalagi dengan akhir yang sangat tragis.

__ADS_1


Netranya menatap Regan dengan pandangan syok. Sedangkan yang di tatap hanya memasang wajah dingin.


Gawat~~


"Jadi?"Tanya Regan.


Jujur, Otak Fallona sudah lelah untuk berfikir. Kalau begini terus bisa-bisanya otaknya terkikis karena terlalu banyak berfikir.


"Kau tau kan, aku amnesia. Mungkin dulu aku tidak suka dengan makanan manis karena suatu alasan. Tapi, karena aku sedang dengan kondisi tidak mengingat apa-apa, jadi sekarang aku menyukai makanan manis."Jawab Fallona dengan cepat.


"Untuk sementara, aku percaya padamu."


Mata Fallona mendelik kesal,"Hei, kita tidak sedekat itu."


"Aku tidak peduli."


Setelah mengatakan itu. Regan melengos pergi dari ruangan. Meningal kan Fallona dengan perasaan kesal sekaligus was-was.


Sedangkan Adelia dan Isabella yang sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan mereka.


Sepertinya Fallona harus membongkar masa lalu Fallona asli agar ia bisa hidup dengan aman dan damai untuk masa depannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo~~Author kembali dengan chapter yang amat sangat pendek😅🙂😔


Maaf untuk para readers sekalian. Author sedikit melupakan alur ceritanya. Dan karena udah lama tidak menulis cerita, Author agak kaku untuk memulai kalimat.


mungkin untuk chapter kedepannya sedikit lebih panjang dari ini. Doakan saja.


Byeee, Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

__ADS_1


^^^09-01-2023^^^


__ADS_2