Villain Princess

Villain Princess
04


__ADS_3

Hari ini.


Hari paling menjengkelkan.


Fallona harus bangun pagi untuk bersiap berangkat ke akademi. Ia juga belum siap untuk bertemu dengan para tokoh utama. Fallona berjalan malas ke arah kereta kuda miliknya.


Untuk model seragam di akademi. Semua murid bisa mendesain seragam mereka sendiri dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.


Untuk saat ini Fallona masih mengunakan model seragam yang dulu, yang dibuat oleh Fallona asli. Bagus sih. Tapi agak berlebihan. Mungkin nanti Ia akan berbicara pada Ayahnya untuk mengganti model seragamnya.


Karena hari ini Fallona masuk untuk pertama kali setelah sekian lama tidak masuk. Keberangkatan nya dijamu dengan sangat spesial.


Pelayan pribadinya, Nilam dan Sireya- mereka merangkai bunga Lily dan mawar putih untuk dijadikan mahkota. Ayah dan ibunya memberi hadiah satu set perhiasan yang bertabur berlian. Dan Fero membelikan satu kotak  roti croissant untuknya--Ia cukup terkejut saat menerima ini. Dan Fox, jangan berharap lebih padanya karena Ia hanya melihat sosok Isabella saja.


Fallona menganga. Ia hanya akan berangkat ke akademi, bukan berangkat ke medan perang. Kenapa Ia dijamu sampai sebegini nya. Bahkan saat kereta kuda  berangkat banyak prajurit berjejer rapi di kanan dan kirinya dengan posisi hormat.


Ia merasa culture shock.


...***...


Fallona sudah sampai di akademi. Ia keluar dari Kereta kuda dan disambut dengan bangunan megah akademi. Ia berjalan masuk. Dan menemukan taman luas yang dipenuhi dengan bunga. Sangat cantik.


Saat sedang asyik-asyiknya memandang pemandangan. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya dengan keras. Fallona menoleh dan menemukan sesosok  lelaki tampan.


"Akhirnya sang tuan putri telah masuk ke akademi." Lelaki itu berbicara dengan nada meremehkan.


"Hah?"


Lelaki itu menepuk pundaknya dan meremasnya, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Fallona, Lelaki itu berbisik pelan, "Kamu tahu Fallona? Kalau sampai terdengar kabar kau merundung Isabella lagi, Aku tidak akan segan-segan untuk membunuh mu." Setelah bicara seperti itu, Lelaki itu pergi. Meninggalkan Fallona yang terdiam kebingungan.


"Gila." Fallona memandang punggung lelaki itu heran.


Fallona berjalan menelusuri gedung akademi. Ia sedang mencari kelas Fallona, tapi Ia tidak tahu dimana ruangannya. Ia tidak diberikan ingatan Fallona sama sekali. Butuh waktu sedikit lama untuk menemukan kelas Fallona.


Fallona masuk ke dalam dengan canggung. Ruang kelas yang tadinya sedikit ramai sekarang menjadi sunyi. Semua murid menatapnya dengan pandangan horror. Fallona mencoba mengabaikan pandangan mereka. Dengan tergesa-gesa Ia duduk di bangku paling depan.


Semua orang menatap heran kearahnya. Mungkin karena masalah tempat duduk. Karena biasanya, Fallona asli selalu duduk di deretan paling belakang,-tempat duduknya dekat dengan Putra Mahkota.

__ADS_1


Ngomong-ngomong soal Putra Mahkota, Fallona lupa namanya. Ia sendiri yang menciptakan, Ia sendiri yang lupa. Sungguh bodoh.


Fallona berharap kalau hari ini tidak ada masalah. Ia berdoa dengan hati yang paling dalam. Semoga terkabul. Tapi, sepertinya takdir tidak berpihak padanya. Karena sekarang..


'SOSOK YANG MENGAKU SEBAGAI ISABELLA DUDUK TEPAT DI SEBELAHNYA.'


'ADA BANYAK TEMPAT DUDUK KOSONG. KENAPA HARUS DI SAMPING NYA SIH?'


"Selamat pagi, Lady Fallona. Aku dengar kalau kamu hilang ingatan ya? Aku turut bersedih. "


"Sepertinya aku harus memperkenalkan diri lagi." Dia terkekeh anggun, "Aku Isabella Reymond. Salam kenal lagi, Lady Fallona."


Fallona tertawa miris. Ingin menangis saja rasanya. Ia belum mempersiapkan apapun. Jika Ia melakukan kesalahan bisa bisa hidup nya akan dalam masalah.


Selamat tinggal hidup damai.


...***...


"Huh" Fallona mendesah frustasi.


Fallona belum siap bertemu dengan para tokoh utama. Ia belum ada persiapan dan rencana untuk menyelamatkan masa depannya yang suram.


Siapa juga yang mau mengajak Fallona? Kalau ada, sama aja dengan percobaan bunuh diri. Fallona itu kejam. Salah bicara sedikit saja, nyawa taruhannya. Kalau saja Ia sekarang tidak merasuki tubuh Fallona. Ia akan menjauhi tokoh antagonis ini sejauh-jauhnya.


Kalau dipikir-pikir, Sebenarnya Fallona itu beruntung. Punya wajah yang sangat cantik, keluarga lengkap, kaya raya, punya dua kakak tampan. Kurang beruntung apa coba? Yah, kurangnya itu karena sifat Fallona yang seperti iblis. Kejam dan licik. Dan Fallona juga serakah.


Kalau saja Fallona punya sedikit sifat baik, mungkin Ia bisa dicintai. Huh, tapi itu tidak mungkin, dan terdengar mustahil. 


"Lapar." Fallona memegang perutnya .


Sepertinya Fallona memang langganan punya nasib buruk. Setelah berpindah ke tubuh Fallona, rasa-rasanya ia belum pernah mendapat nasib baik.


Ia ingin menyumpahi Fallona. Kenapa bisa Ia punya sifat seperti  iblis jahanam. Ia yang kena imbasnya, bukan si Fallona asli. Awas aja kalau ketemu. Ia bersumpah akan menendang Fallona.-- Ia melupakan fakta kalau Fallona adalah karakter ciptaan nya


Seperti mendapatkan rahmat tuhan. Fallona baru ingat kalau tadi pagi Fero memberinya sekotak roti. Buru-buru Fallona membuka tasnya. Dan gotcha Ia menemukan kotak roti itu di tasnya.


Untuk kali ini Fallona akan berterima kasih ke kakak menjengkelkan nya itu. Mungkin sebagai hadiah Fallona akan bersikap manis ke kakaknya itu. Mungkin....

__ADS_1


Fallona membuka kotak itu dan terkejut melihat isinya. Ini bukan roti biasa, tapi roti croissant dengan toping taburan emas. Untuk sesaat Fallona merasa khawatir dengan lambung nya. Tapi pikiran itu langsung hilang saat menyadari kalau sekarang Ia memasuki tubuh Fallona yang terbiasa memakan makanan mewah. Kalau tubuh aslinya memakan roti croissant ini, Saat itu juga mungkin perutnya akan merasa mulas.


Tapi, Fallona cukup terbebani saat melihat toping emas ini. Fallona merasa jiwa miskinnya meronta-ronta. Fallona ingin memakannya tapi merasa sayang dengan emasnya yang terlihat berkilauan.


Kruyyukkk


Perutnya berdemo untuk segera diisi. Suaranya cukup keras. Fallona melihat sekeliling Dan Merasa lega saat melihat kelas kosong. Perutnya terasa perih, jadi Fallona mengesampingkan hasrat manusiawi nya. Memakan roti croissant itu dengan mata tertutup.


Saat roti croissant itu habis, Fallona baru merasakan hatinya hampa. Memandang kotak roti dengan pandangan kosong. Fallona merasa bersalah pada emas-emas yang tadi Ia makan.


Fallona tersentak saat tempat duduk di sampingnya tiba-tiba bergeser. Saat menoleh, rasanya mata diberkati Tuhan. Fallona melihat pria tampan duduk disampingnya. Ada apakah pria tampan ini duduk disampingnya? Ingin mendekatinya?


'LUAR BIASA. TERIMAKASIH TUHAN TELAH MENDATANGKAN TUAN TAMPAN INI DI SAAT HAMBA MERASA HAMPA'


'TERIMA KASIH'


"Hallo, Tuan. Senang berkenalan dengan anda." Fallona mencoba tersenyum secerah matahari.


Fallona merasa kikuk melihat respon pria di depannya. Pria itu hanya diam sambil melihat Fallona dengan pandangan meneliti.


"Jadi... kamu beneran hilang ingatan?"


Fallona tersenyum canggung, "Sepertinya..I-Iya."


"Melihat kamu tidak menganggu Isabella lagi. Sepertinya kamu memang hilang ingatan."


"Akan lebih baik kalau ingatanmu tidak kembali. Hidup ku merasa lebih segar dari sebelumnya." Lanjut nya sambil berdiri, hendak pergi. Fallona Ingin menahannya, tapi takut karena pria itu menatapnya dengan pandangan dingin.


Tiba-tiba Isabella datang dengan terburu-buru,"YANG MULIA PUTRA MAHKOTA."


Isabella berlari menuju ke arah Fallona, "Anda tidak menyakiti Lady Fallona kan?"


'YANG MULIA PUTRA MAHKOTA!!?'


Untuk sesaat Fallona merasa seperti tubuhnya terserap lubang hitam. Terasa berat dan linglung. Matanya berembun. Sepertinya hidup Fallona tidak akan lama lagi.


Selamat tinggal hidup panjang..

__ADS_1


Dan di saat itu juga pandangannya tiba-tiba gelap...


...***...


__ADS_2