
Fallona berjalan menuju kantin Akademi. masih sedikit bingung dengan tata letak tempat ini. Tadi Fallona sempat tersesat. Untung saja sekarang Ia sudah menemukan kantin dimana. Perutnya terasa sangat lapar. Berjalan menuju ke pojok Kantin. Fallona menghindari keramaian. Entah kenapa sekarang Ia lebih suka menyendiri.
Setelah memesan makanan ke pelayan. Ia duduk. Fallona masih memikirkan kejadian tadi pagi. Mengingatnya membuat bulu kuduk nya merinding. Entah kenapa Aura Benjamin terasa sangat menyeramkan.
"Silahkan dinikmati, Lady." Pelayan menaruh makanan di meja. Fallona tersenyum, Lalu mengucapkan kata terima kasih. Pelayan itu sedikit terkejut, Lalu tersenyum dan pergi setelah mengucapkan permisi.
Fallona memandang pelayan itu aneh. Kenapa Pelayan itu terkejut setelah Fallona mengucapkan kata terima kasih?
Apa image Fallona disini seburuk itu?
"Lady."
Merasa ada yang memanggilnya. Fallona menolehkan kepalanya, Dan terlihat Isabella dengan para babunya. Fallona was-was. Entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak.
"Lady, Apa boleh kita duduk disini?"Tanya Isabella sambil tersenyum lembut. Fallona ikut tersenyum. Aura tokoh utama memang beda.
"Disini masih ada banyak tempat duduk yang kosong, Bella. Kenapa kamu ingin duduk dengan Upik abu seperti Fallona?"
Fallona melotot, Ia tak terima. Enak saja membandingkan dirinya yang mempesona ini dengan Upik abu.
"Benar, Bella. Sosok cantik jelita bagai bidadari seperti mu tidak cocok duduk berdampingan dengan nenek lampir."
Fallona ingin muntah mendengar itu. Apa-apaan kata-katanya itu. Terdengar menjijikkan.
Isabella tersenyum lembut, "Yang mulia dan Tuan Aldwin, Kalian tidak boleh berkata seperti itu, tidak sopan. Lagipula, Lady Fallona sendirian. kenapa kita tidak menemaninya saja?"
"Tidak usah repot-repot, Isabella. Aku bisa makan sendiri." Tolak Fallona.
Edward yang sedari tadi diam, Ingin mengatakan sesuatu, tapi di potong oleh seseorang yang sekarang memandang Fallona tajam," Isabella sudah berbaik hati mau makan satu meja dengan mu. Seharusnya kau menerima nya. Dasar tidak tau diri."
Entah kenapa Fallona merasa sedikit sakit hati. Lagipula, yang tidak mau semeja dengan nya kan kalian. Jadi, tidak ada salahnya Ia menolak kan?
Mendengar perkataan tidak sopan Regan, Isabella melotot, "Tuan Regan, Anda tidak boleh berbicara seperti itu. Tidak sopan."
Isabella melihat Fallona, "Lady, Saya minta maaf kalau Tuan Regan membuat anda sakit hati."
Fallona melihat Regan dengan tatapan tajam. "Aku menolak Isabella karena kalian tidak ingin duduk dengan ku kan? Sekarang kenapa kau yang marah?"
Dalam hati, Fallona sudah mengamuk. Mood makannya jadi hancur karena mereka. Padahal Perutnya sudah meronta-ronta ingin diisi.
Fallona mengeram marah," Kalian sudah menghancurkan selera makan ku."
Isabella yang melihat itu merasa bersalah, Ia membungkukkan badan "Lady, Maafkan Saya."
Fallona melihat itu menghela nafas. "Tidak masalah, Isabella."
Regan yang melihat Isabella membungkukkan badan terlihat marah. Regan menarik paksa Fallona untuk berdiri lalu menyuruh Fallona membalas membungkukkan badannya ke Isabella.
Fallona meronta. Ia tidak bersalah disini. Kenapa Ia harus membungkukkan badan? Dalam hati Fallona mengutuk Regan.
Semoga Kau jadi Sad boy, Regan biadab. Ku doakan Isabella menolak cintamu.
Saat Fallona meronta-ronta untuk dilepaskan. Tiba-tiba saja ada seseorang yang membantu nya melepaskan diri dari Regan. Saat menoleh, Fallona sedikit terkejut karena orang yang menolongnya adalah Benjamin.
"Hey, Seharusnya kau bersikap lembut ke perempuan."
__ADS_1
Regan menatap Benjamin tajam, "Apa urusannya dengan mu? Jangan ikut campur."
"Memang bukan urusanku. Tapi Aku melihat ada seorang pecundang yang bertindak kasar ke seorang perempuan." Benjamin bicara sambil menyeringai.
Melihat itu Regan semakin kesal. Ia mencengkram kerah Benjamin dengan kasar. Benjamin memasang tersenyum remeh ke arah Regan.
Fallona tak tau kalau karakter Regan akan seberingas ini dan se--akhh Fallona sampai tidak bisa berkata-kata.
Setelah menghempaskan tangan Regan dari kerahnya. Benjamin menarik Fallona untuk menjauh.
"Sebentar. Aku ingin melakukan sesuatu ke Regan."
Plakkk
bugh
Fallona menampar dan menginjak kaki Regan dengan sekuat tenaga. Ia mencoba membalas dendam untuk kejadian tadi. Fallona benar-benar merasa kesal.
Benjamin tersenyum, Lalu menarik tangan Fallona menjauh setelah melihat Fallona tersenyum puas.
Sepeninggalan Fallona dan Benjamin. Kantin menjadi sunyi. Semua siswa-siswi tidak ada yang berani mengeluarkan suara.
Isabella melihat Regan yang masih terlihat marah dan memegang pipinya yang ditampar. Isabella melihat kalau pipi Regan sampai terlihat merah kebiruan.
Isabella memegang pipi Regan dengan khawatir, lalu mengelus pelan. Sedangkan Regan melihat punggung Fallona dan Benjamin yang menjauh dengan pandangan senyum yang sulit diartikan.
"Terlihat menarik. Sepertinya iblis itu menyukai Fallona."
Di tempat lain. Fallona kebingungan. Sebenarnya Benjamin akan membawanya kemana? Dengan sedikit was-was Fallona bertanya, "Kamu ingin membawa ku kemana?"
Benjamin tersenyum," Ke taman."
Fallona mencoba membuat alasan untuk bisa kabur, Ia masih takut dengan Benjamin. "Bukannya Sebentar lagi Bel masuk berbunyi?"
"Kita bolos."
Mendengar itu Fallona kaget dan menatap Benjamin yang sedang mengandeng tangannya sambil tersenyum.
......***......
Fallona sekarang sedang memikirkan kejadian tadi. Ia sedikit heran dan bingung dengan Benjamin. Bukankah seharusnya Benjamin membela Isabella?
Kenapa tadi Benjamin malah membelanya?
Kalau sesuai plot cerita, Seharusnya Benjamin sudah menyukai Isabella.
Apa kedatangannya membuat plot cerita berubah? Tapi, sepertinya itu tidak mungkin. Benjamin tidak mungkin bisa menolak pesona tokoh utama.
"LADY. LADY."
Fallona menoleh saat mendengar Nilam yang berteriak heboh. Terlihat Nilam berteriak sambil berlari ke arahnya.
Fallona mengerutkan kening,"Ada apa, Nilam? Apa ada berita penting?"
Manik mata Nilam terlihat berbinar," Ini kabar yang sangat penting, Lady. Anda pasti akan sangat senang saat mendengar berita ini."
__ADS_1
"Berita yang membuat ku senang?"
Nilam mengangguk heboh." Duke sudah menemukan guru memanah untuk Lady"
Fallona yang mendengar itu berteriak senang. Ia memeluk Nilam sambil melompat heboh.
"Kapan gurunya akan datang?"
"Akhir pekan, Lady. Anda harus menyiapkan diri dari sekarang."
Fallona mengangguk senang, "Baik."
"Oh, Anda sudah di tunggu Duke di ruang makan."Kata Nilam.
"Oke. Aku akan kesana."
Fallona dengan cepat menuju ke arah ruang makan. Ia sangat senang.
Saat sampai, Fallona berteriak sambil memeluk Ayahnya dengan erat. Melihat itu Duke membalas pelukan putrinya sambil tertawa gemas.
"Ayah. Terima kasih."Ucap Fallona sambil mengeratkan pelukannya.
"Apapun asalkan putriku merasa senang."
"Fallona, Seorang Lady tidak boleh berteriak sambil berlari seperti itu."Tegur Ibunya.
"Baik, ibu. Maaf."
Fallona berjalan menuju ibunya lalu memeluknya.
Fero yang melihat itu bingung."Ada apa ini?"
"Adikmu kan ingin berlatih memanah. Dan ayah sudah menemukan guru yang cocok untuk Fallona."
"Siapa guru yang akan kuat menghadapi sikap Fallona yang pecicilan itu."Ejek Fero.
"Apa sih. "Fallona menyahut sewot.
"Sudah sudah. Ayo sekarang waktunya makan. Fallona cepat duduk ke tempat mu."
"Baik, ayah." Fallona duduk di samping ibunya.
"Ngomong-ngomong, Siapa guru yang akan melatih ku, Ayah?"Tanya Fallona penasaran.
Duke tersenyum, "Kamu nanti akan tau."
Entah kenapa perasaan nya merasa tidak enak. Tapi, Fallona menepis perasaan itu karena terlanjur senang mendapatkan guru.
...***...
Holla.
Kalian ada yang nyadar kalau marga Benjamin dan Regan mirip?
Benjamin Eugene Frederick Dan Regan Darian Frederick.
__ADS_1
Meskipun Marga mereka sama tapi mereka bukan saudara kandung. Tapi mereka sepupuan.
Kalau kalian ada yang masih bingung, Bisa tanyakan di komentar.