Villain Princess

Villain Princess
15


__ADS_3

Entah kenapa suasana di dalam kereta terasa canggung.


Setelah bertemu dengan Caiden, entah kenapa aura Benjamin terasa sangat suram.


Fallona kebingungan, Apa mungkin Benjamin sedang dalam emo mode nya?


Setau Fallona, Benjamin bukan tipe pria yang seperti itu.


Apa mungkin karena Benjamin melihat Isabella yang sedang berduaan dengan Adelio? Bisa jadi, karena di novel Benjamin ditakdirkan menjadi seseorang yang terobsesi dengan Isabella.


Fallona menganguk mengerti. Mungkin setelah ini ia akan membuat Benjamin melupakan masalah Isabella. Tidak enak juga melihat Benjamin seperti ini, Apalagi aura yang di keluarkan Benjamin begitu suram dan berat.


"Ben, mau mampir makan sebentar? Aku lapar."Tanya Fallona.


Benjamin menolehkan kepalanya ke Fallona,"Boleh. Aku juga lapar."


"Mau makan dimana? kamu tau restoran yang bagus di sekitar sini?"


Benjamin menggangukkan kepala. Setelah itu, Ia berbicara ke salah satu ksatria."Ke restoran."


Ksatria itu seakan faham, Ia langsung melenggang pergi. Sepertinya kstaria itu memberi tau ke pak kusir yang ada di depan.


Fallona masih terbengong, "Kamu tau restoran disini?"


Benjamin menoleh ke arahnya,"Aku yakin kamu pasti suka dengan hidangan di restoran ini."


Fallona tersenyum, sepertinya mood Benjamin sudah kembali seperti semula.


"Benarkah? aku jadi tidak sabar."


...***...


Fallona menghempaskan tubuhnya ke kasur. Ia sangat lelah. Aura yang di keluarkan Benjamin tadi seperti menyerap energinya.


"Sireya, aku ingin tidur sebentar. Nanti bangunkan aku saat makan malam."


Sireya membungkukkan badannya,"Baik, Lady."


Setelah itu, Fallona benar-benar tidur sampai makan malam tiba.


Fallona menggeliat kan tubuhnya. Ia masih mengantuk.


"Lady, sebentar lagi makan malam. Anda harus bangun." Sireya mengguncang badan Fallona pelan.

__ADS_1


Fallona mengeluh,"Sebentar. 5 menit lagi."


Sireya menarik selimut, dan memaksa tubuh Fallona untuk duduk.


"Sireya, aku masih mengantuk."


"Anda harus bangun, Lady. Ada yang ingin di bicarakan tuan Duke ke Lady. Jadi, anda harus bangun sekarang."


"Setelah makan malam, anda bisa tidur lagi."Lanjut Sireya.


"Baiklah. Aku akan bangun."


Fallona memaksakan tubuhnya untuk bangkit dari ranjang. Dengan sedikit limbung, ia berjalan ke kamar mandi.


Setelah selesai, Ia berpakaian dan bergegas menuju ke ruang makan. Ia masih mengantuk, jadi lebih cepat ia sampai ke sana, lebih cepat ia tidur.


Saat sampai, Fallona buru-buru duduk di samping ibunya. Fox yang melihat itu mengerutkan dahi, tidak sopan sekali adiknya ini, pikirnya.


Duke yang melihat itu hanya bisa tersenyum. "Ona, Ada yang ingin Ayah bicarakan padamu."


"Apa yang Ayah ingin bicarakan?"


"Yang mulia Ratu mengundang mu lagi untuk datang ke istana."Duke tersenyum sumringah."Sepertinya Yang Mulia Ratu sangat menyukai mu."


Duchess menepuk-nepuk kepala Fallona pelan,"Yang Mulia Ratu juga berencana mengadakan pesta untuk peresmian pertunangan mu dengan Putra Mahkota."


"Hah?"


Fallona memasang wajah bingung. Sebenarnya apa yang di bicarakan ibu dan ayahnya ini. Otaknya masih lemot karena baru bangun tidur.


Fallona semakin bingung saat Duchess memeluk nya."Selamat, Ona. Sebentar lagi kamu akan menjadi tunangan putra mahkota dengan resmi."


Fallona melotot, Ia baru mengerti sekarang.


Duke tersenyum senang,"Selamat, anak ayah."


Fallona tersenyum kaku.


"Cieeee,, Ona. Sebentar lagi keinginan mu ingin menjadi putri mahkota akhirnya kesampaian."Fero meledek sambil tertawa pelan. Sedangkan Fox, Ia tidak memberikan ekspresi apapun.


Fallona ingin menangis, kenapa sekarang menjadi seperti ini? bukankah seharusnya pertunangan ini dibatalkan.


Kalau sesuai plot di novel, seharusnya Adelio telah merencanakan pembatalan pertunangannya dengan Fallona.

__ADS_1


Kok sekarang alurnya menjadi seperti ini? Sebenarnya apa yang sudah ia lakukan? Sampai-sampai alurnya melenceng jauh.


...***...


Fallona berjalan dengan guntai ke arah kelasnya. Terlihat jelas kantung matanya menghitam. Setelah kejadian pasca makan malam, Ia tidak bisa tidur karena memikirkan pertunangannya dengan Adelio.


"Huhhh,,"Menghembuskan nafas lelah.


Takdir. Kenapa kau selalu mempermainkan Fallona ? Seperti nya senang sekali melihat Fallona tersiksa.


Saat di lorong, Ia berpapasan dengan Regan. Moodnya semakin hancur setelah melihat wajah menyebalkan nya itu.


Fallona terus berjalan, menganggap Regan angin lalu. Tapi, sepertinya sang pria terlihat ingin memancing emosinya karena sekarang ia tengah menahan tangan Fallona.


"Ada apa,?"Fallona bertanya malas.


Dahi Fallona mengerut saat melihat Regan tersenyum miring. Ada apa dengan orang ini? gila kah?.


"Kau sebentar lagi sudah resmi menjadi tunangan Putra mahkota."


"Lalu,?"


"Kau tidak senang?"


Fallona menghela nafas lelah. "Tidak. Sudahlah, aku mau ke kelas."


Setelah melepas tangannya dengan paksa. Fallona berjalan ke kelasnya dengan malas.


Meninggalkan Regan yang menatapnya sambil menyeringai."He..... cukup menarik."


...###...


Hallo, semua.


Maafkan Author yang jarang update ini.


Belakangan ini author disibukkan dengan tugas penelitian dari sekolah.


mungkin setelah tugasnya selesai, author akan update seperti biasa.


bye byeeee


^^^13-05-2022^^^

__ADS_1


__ADS_2