Villain Princess

Villain Princess
17


__ADS_3

"Jadi?" Fallona bertanya pada seseorang di depannya. Setelah bertemu di lorong tadi, pria itu mengajak nya ke salah satu restoran di sekitar akademi. Entah siapa pria ini, tapi sepertinya orang penting. Sampai-sampai pihak akademi mengizinkannya keluar dengan mudah.


"Jadi, rumor itu benar ya?"Pria itu bertanya.


Fallona mengerut bingung. Apa ia di ajak kesini hanya untuk menanyakan hal itu?


"Sepertinya iya. Kamu terlihat sedikit tenang, tidak seperti biasanya yang akan bercerita heboh tentang Adelio."


Fallona semakin bingung. Apa Fallona asli dekat dengan pria ini? Dilihat dari pengetahuan nya tentang kehidupan Fallona, sepertinya iya. Bahkan Fallona'asli' bercerita tentang Adelio.


"Maaf sebelumnya. Tapi apa saya boleh tau nama Anda?" Tanya Fallona.


Pria di depannya tertawa,"Sedikit aneh melihat mu yang biasanya heboh sekarang menjadi tenang."


Fallona tersenyum manis. Meskipun di dalam hatinya ia merasa sedikit tersinggung.


"Dante Arnold Schwarzenegger."


Mendengar nama pria itu, Fallona melongo. Kenapa namanya susah sekali? pikirnya.


"Schawa--apa? Nama keluarga Anda susah sekali."


"Hehe, Kamu masih sama seperti dulu. Dan juga kamu bisa berbicara informal padaku. Kita teman dekat."


Fallona mengganguk. Ia tidak keberatan, lagipula pria di depannya ini sangat tampan. "Baiklah."


"Hmmm,,Nama keluarga mu terdengar asing dan sangat susah diucapkan."Tutur Fallona.


"Memang. Keluarga ku dari daerah kekaisaran."


Mendengar itu Fallona tersedak teh yang sedang diminumnya. Ia menatap pria di depannya dengan sorot tidak percaya.


"Kau bohong."


Pria di depannya tertawa terbahak-bahak saat melihat respon di luar dugaannya. Gadis ini sangat lucu, pikirnya. "Kenapa kau terlihat sangat terkejut begitu?"


Fallona termenung. Ia masih tidak percaya. Seorang Fallona Shannon Aldridge mempunyai teman dari daerah kekaisaran. Sungguh fakta yang mencengangkan.


Fallona bertanya, "Kamu jauh-jauh dari Kekaisaran hanya untuk memastikan ini?"


Dante menggelengkan kepalanya, "Aku khawatir padamu. Padahal sebelum kejadian itu kamu menceritakan banyak hal padaku tentang Si Adelio itu. Dan kamu juga bercerita tentang saudara Adelio . Emmm,, Siapa ya namanya? "Kenneth berfikir keras, sambil mengetukkan tangannya ke meja.


Fallona menatap Dante bingung. Saudara? Perasaan dulu Ia tidak pernah menuliskan bahwa putra mahkota mempunyai saudara. Apa ia melupakannya?


"Saudara? Putra mahkota punya saudara?"Tanya Fallona heran.

__ADS_1


Dante didepannya mengerutkan kening bingung, "Bukankah kamu yang menceritakan itu padaku?" Sedangkan Fallona hanya terbengong- bengong.


"Oh, Kamu kan hilang ingatan. Pantas saja kamu tidak ingat."


...###...


Fallona termenung. Ia masih memikirkan perkataan Dante tadi. Fakta tentang Adelio yang mempunyai seorang saudara. Itu membuat Fallona cukup terkejut. Karena memang seingatnya dulu Ia tidak pernah menuliskan tentang itu.


Lagipula, seandainya Adelio mempunyai saudara bukankah semua orang sudah tau? Apalagi Adelio adalah seorang anggota kerajaan. Dan Ratu juga tidak pernah mengatakan apapun soal itu.


Apa Kenneth yang salah ingat?


Atau, memang Fallona asli yang bohong?


Entahlah. Lebih baik ia makan sekarang. Memikirkan ini membuat perutnya merasa lapar.


Dengan gontai Fallona berjalan ke arah ruang makan. Meskipun ia tadi berkata tidak ingin memikirkan hal itu. Tapi, pikirnya masih memikirkan hal itu hingga membuat kepala nya pusing. Padahal Fallona berusaha untuk melupakan hal itu.


Fallona duduk, "Tolong, siapkan makanan untuk ku."


Pelayan membungkukkan badannya dan melaksanakan tugasnya. Membuatkan makanan, dan setelah itu menghidupkannya di atas meja.


"Apa ada Macaron?" Tanya Fallona.


Pelayan itu mengganguk"Ada, Lady. Akan saya ambilkan." Fallona mengganguk. Dan pelayan itu pergi.


Fallona menganguk dan mengucapkan terimakasih.


Seperti yang diharapkan, makanan nya sangat lezat. Melihat menu makanan dihadapannya membuat Fallona teringat Benjamin. Sudah lebih dari dua minggu Ia tidak bertemu dengannya, dan dua Minggu itu juga ia berlatih memanah dengan orang lain. Itu membuat Fallona canggung dan sedikit tidak nyaman.


Dan yang membuat Fallona kesal adalah Ia harus beradaptasi dengan orang baru lagi. Ia bukan orang yang mudah beradaptasi. Tipe yang tidak mudah dekat dengan orang lain.


Entah kesibukan apa yang Benjamin lakukan, hingga ia tidak bisa melatih Fallona?


Padahal Fallona sudah merasa sedikit nyaman berlatih dengan nya.


Ngomong-ngomong, pelatih nya sekarang adalah kakak kelasnya di akademi. Kakak kelas yang terbilang cuek dan sedikit kasar. Itu membuat Fallona segan untuk bertanya dan selalu merasa takut saat membuat kesalahan.


Kakak kelas atau sekarang yang menjabat sebagai Pelatih sementara--semoga ini benar- nya bernama Hero Keylan Adrixyeon.


Entah ini keberuntungan atau kesialan. Hero adalah seorang yang sangat berbakat di semua bidang dan terbilang cukup populer di akademi-jangan lupakan wajahnya sangat tampan. Dan poin minusnya dari seorang Hero hanya sikapnya. Selain itu, Hero adalah sosok yang sempurna.


Menurut Fallona, Poin plus dari Hero adalah Rambutnya yang hitam berkilau.


Karena Hero adalah satu-satunya Pria berambut hitam berkilau yang Fallona tau. Semua orang yang Fallona temui rata-rata berambut cerah dan mencolok.

__ADS_1


Ngomong-ngomong, Ia suka pria berambut hitam berkilau.


Seandainya Hero mempunyai sikap yang lemah lembut dan mudah tersenyum, mungkin ia sudah jatuh cinta pada Hero.


Fallona mengigit Macaron dengan beringas. Entah kenapa, Ia tiba-tiba merasa kesal.


Bahkan tak terasa ia sudah menghabiskan lebih dari 5 Macaron.


"Cara makan mu tidak beretika sekali.",Celetuk seseorang yang berasal dari belakang tubuh Fallona.


Fallona hampir tersedak. Ia menoleh ke arah suara dan saat itu juga tingkat kekesalan meningkat.


"Kenapa kau disini?"Tanya Fallona dengan nada sedikit tinggi.


Orang didepannya terkekeh,"Kita sudah lama tidak bertemu. Tidakkah kau rindu padaku?"


Fallona memutar matanya malas,"Kau masih mengingat ku? Aku kira kau sudah lupa dengan keberadaan ku, Benjamin."


Ya. Orang yang sedang berdiri didepannya ini adalah Benjamin. Sosok yang mungkin (?) Ia rindukan.


Tapi, entah kenapa saat Benjamin sudah ada di depannya, Ia tiba-tiba merasa kesal sampai ingin menangis.


Benjamin menepuk kepala Fallona pelan, Lalu ia duduk di sebelah Fallona,"Maafkan aku. Ayah tiba-tiba memberi pekerjaan sangat banyak padaku."


Fallona mendengus,"Aku tidak bertanya."


Benjamin menatap Fallona sambil tersenyum lembut. "Bagaimana keadaan mu?"


"Tidak baik. Kau tau? Aku harus beradaptasi dengan pelatih baru lagi. Apalagi pelatih yang sekarang orangnya sangat menjengkelkan. Aku selalu di buat darah tinggi. Aku ingin menghajarnya, tapi ia adalah pelatih ku. jadi, aku tidak bisa memukul nya."


Fallona bercerita dengan menggebu-gebu, menunjukkan seberapa kekesalan nya pada pelatih barunya itu. Sedangkan Benjamin menyimak Fallona dengan tersenyum lembut. Dengan sesekali mengelus kepalanya.


...###...


Hallo semua,,,


Author sudah wisuda..🎉🎉


Dan juga maaf kalau update nya terlalu lama, selain sibuk nugas, Author juga lagi sakit. Infeksi saluran pernapasan.


Doain semoga author cepat sembuh ya?


Kalau author sudah sembuh, author akan rajin update.


Dadah~~

__ADS_1


^^^29-Juni-2022^^^


__ADS_2