
"APA!!!"
Anastasia terkejut. Fallona? Fallona tokoh antagonis yang ia tulis itu?Kenapa bisa?
Kenapa diantara para tokoh lainnya Ia memasuki tubuh Fallona. Kenapa tidak Isabella saja? Kalau begini Ia harus bagaimana? Fallona ditakdirkan mati. Dan Anastasia tidak mau mati untuk kedua kalinya.
"Nona, Anda baik-baik saja?"
Anastasia tersadar dari lamunannya. Ia menatap wanita yang ada didepannya. Anastasia berfikir. Apa ini Nilam?
Nilam adalah pelayan yang sudah menjadi pelayan Fallona sejak kecil. Nilam termasuk pelayan setia Fallona. Karena disaat semua ingin menjatuhkan Fallona, hanya Nilam yang mendukung Fallona.
"Kamu..Nilam?"Anastasia bertanya dengan Ragu.
"Iya, Nona."
"Nona harus diperiksa dulu. Sepertinya kepala Nona terbentur sesuatu saat tenggelam kemarin."Lanjut nya
Tenggelam?
Sepertinya Anastasia tidak pernah menulis kalau Fallona pernah tenggelam. Apa cerita ini berubah karena kedatangan-nya?
"Nona, Saya izin memeriksa Anda." Pria yang sepertinya seorang Dokter itu bertanya padanya dengan takut-takut.
Anastasia mengangguk. Kenapa Pria ini terlihat takut padanya. Apa wajahnya semenyeramkan itu?
Ah, benar juga. Ia kan sekarang menempati tubuh seorang tokoh antagonis. Apalagi yang Ia memasuki tubuh antagonis seperti Fallona yang kejam nya melebihi iblis.
Pria itu memeriksanya dengan takut dan terkesan hati-hati. Takut membuat gadis di depannya akan mengamuk dan dirinya berakhir di hukum.
Pria itu berdehem pelan, "Sepertinya kepala Nona Fallona terbentur terlalu keras, sehingga ingatannya sedikit menghilang."
"Apa ingatan Nona bisa kembali?" Nilam bertanya dengan khawatir.
Pria itu mengangguk, "Bisa. Dengan membawa Nona berkeliling ke tempat yang sering Ia kunjungi dulu. Itu bisa membuat Ingatan Nona sedikit demi sedikit kembali."
"Baik. Terimakasih sudah memeriksa Lady Fallona." Nilam mengangguk mengerti, "Mari, Tuan saya antar kan Anda kembali."
Saat memastikan kedua orang itu keluar. Anastasia mengacak rambutnya frustasi. Apa ini karma nya karena telah membuat Fallona menjadi karakter menyediakan?
Anastasia ingin pulang keduniaannya. Tapi Ia tak tahu bagaimana caranya. Dengan bunuh diri?
Tidak, tidak. Anastasia menggeleng pelan. Kalau Ia bunuh diri lalu beneran meninggal bagaimana? Ia masih ingin hidup.
[*Note:Sekarang kita manggil Anastasia dengan sebutan Fallona ya? Biar nanti tidak bingung]
Fallona berjalan menuju kaca besar yang ada di sudut ruangan. Fallona yang secantik ini aja masih diselingkuhi. Coba saja Ia disini dengan tubuh aslinya, pasti Ia sudah di usir dari kerajaan.
Jadi penasaran dengan sosok Isabella. Kira-kira secantik apa ya?
Tokoh antagonis seperti Fallona saja sudah secantik ini. Apalagi tokoh utama.
Jadi tidak sabar bertemu dengan-nya.
Ngomong-ngomong untuk masalah cerita-nya. Fallona tinggal tidak menggangu Isabella kan? Ia akan menjadi Fallona yang baik hati dan penurut.
Semoga saja masalah nya belum sampai konflik utama.
Cklekk
Terdengar suara pintu terbuka. Fallona menoleh. Ia tertegun. Siapa sosok berwajah tampan didepannya ini?
Pria tampan itu menatapnya sinis. Sedangkan, Fallona menatap wajah pria itu dengan mulut terbuka lebar. Kenapa ada manusia setampan ini?--pikirnya
__ADS_1
Saat sedang asiknya memandangi wajah tampan itu, Ia dikagetkan dengan suara berat dari pria itu.
Selain wajahnya yang tampan, Suara juga sangat mengoda--batinya terpesona.
Wajah Fallona memerah. Pria itu menjadi kandidat pertama menjadi calon suaminya.
"Setelah tenggelam di danau. Kau sepertinya menjadi tambah gila." Pria itu berbicara sinis.
Fallona menjawab dengan malu-malu, "Aku baik baik saja."
Pria itu terlihat jengah, "Bisakah kau tidak berpura-pura hilang ingatan? Segitunya ingin mencari perhatian."
Fallona bingung. Maksud pria didepannya ini Apa?
"Maksudnya?"
Pria itu terkekeh,"Segitunya ingin mencari perhatian dari Putra Mahkota?"
"Ingat ya? Sampai kapanpun putra mahkota tidak akan pernah menyukai perempuan murahan seperti mu."Lanjut nya.
Mata Fallona membulat. Apa-apaan pria didepannya ini. Seenaknya Mengatainya murahan. Percuma tampan, tapi tidak bisa menjaga mulut.
Fallona menatap wajah pria itu dengan sinis, "Maksud Anda apa ya, Tuan? Saya tidak mengerti."
Pria didepannya tampak emosi, "Kau tidak sopan. Berani-beraninya menatap dan berbicara seperti itu dengan Kakakmu."
Kakak Fallona? Jadi, Dia Kakak Fallona? Ia berfikir, kira-kira Dia siapa?
Si kejam Fero Shannon Aldridge?
Atau Si Psikopat Fox Shannon Aldridge?
Tapi dilihat dari cara bicaranya seperti nya Dia si kejam Fero.
Pria itu melotot.
Plakk
Fallona meringis. Kenapa Kepalanya dipukul?
"Kamu tidak ada sopan-sopannya pada kakak. Pantas saja Putra mahkota lebih memilih Isabella."
Fallona mencibir, "Yang penting Aku cantik."
Mendengar itu, Fero menghela nafas. Mencoba tidak memperdulikan kenarsisan Adiknya. "Kau baik-baik saja? Nilam tadi memberitahu ku kalau kau mengalami sedikit gangguan kejiwaan."
Fallona mengeram marah, "Aku sedikit lupa ingatan, bukan terkena gangguan jiwa."
Fero tampak acuh,"Sepertinya kau baik-baik saja. Aku pergi."
"Hm"
Fero tampak kebingungan. Biasanya Fallona selalu mencegahnya agar tidak pergi. Tapi, kenapa sekarang berbeda?
Fero menghela nafas, "Jangan membuat ulah. Baik-baik aja disini."Lalu, Fero melangkah kan kaki keluar kamar.
Fallona tampak acuh. Mungkin jika Fallona asli akan memohon mohon agar tidak ditinggalkan.
"Tampan sih. Tapi, sayang kakak sendiri."
"Ngomong-ngomong, Sekarang sudah sampai bab berapa ya?"
"Aku harus mengantisipasi biar nanti Si Fallona hidup aman sampai akhir."
__ADS_1
"Nona." Tiba-tiba Suara Nilam terdengar.
Fallona menatap pelayan itu antusias. Ia bisa bertanya pada Nilam tentang Fallona.
"Nilam. Apa sekarang Aku sudah memasuki Akademi?"
Nilam mengangguk, "Iya,nona. Anda sudah memasuki Akademi dari 5 bulan yang lalu."
5 bulan?
Fallona meneguk ludahnya dengan susah payah. Apa kejadian itu sudah terjadi?
Kejadian saat Fallona mendorong Isabella dari lantai 3. Semoga saja belum terjadi.
"Jadi, Aku sudah memasuki akademi ya."Gumamnya pelan.
Sebelum Nilam menjawab, Fallona memotongnya dengan bertanya, "Nilam, kalau aku pindah akademi apa masih bisa?"
Nilam tampak kebingungan,"Saya tidak tau Nona. Kenapa nona tiba-tiba bertanya seperti itu?"
Fallona menjawab dengan ragu,"Aku ingin pindah ke akademi kekaisaran."
Nilam terkejut mendengar jawaban Nona Nya.
"Apa bisa?"
Nilam bingung ingin menjawab seperti apa. Nona Nya terlihat berharap.
"Bisa kan, Nilam?"Fallona tampak berharap.
"Saya tidak tau, Nona. Nanti saya tanyakan pada teman saya. Kebetulan Ia pernah menjadi Pelayan di Akademi kekaisaran."
"Terimakasih, Nilam"
"Tapi, Nona. Ujian masuk Akademi kekaisaran sangat susah. Apa Nona bisa melewati nya?"
Fallona cemberut, "Apa kau meremehkan ku?,"
"Eh, bukan begitu maksud saya Nona."Nilam panik.
"Duke muda dulu juga ikut ujian masuk akademi kekaisaran, tapi beliau gagal. Saya tidak ingin kalau Nona nanti sedih karena gagal masuk ujian."
Duke Muda? Itu Fero.
Fero ikut ujian akademi kekaisaran? Perasaan Ia tidak pernah menulis itu.
Kenapa bisa berubah?
"Baiklah. Aku tidak akan masuk ke Akademi Kekaisaran.".. mungkin..
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
Hallo, Disini saya akan menjelaskan tentang struktur akademi.
[Akademi kekaisaran itu sekolah paling diminati di seluruh negeri. Karena sekolahnya berdiri langsung dibawah kekuasaan Kekaisaran.
Sedangkan Akademi kerajaan berada di bawahnya. Akademi kerajaan berdiri karena donasi para bangsawan. Harganya tidak terlalu mahal, Makanya disini banyak murid yang bersekolah dari berbagai kasta.]
__ADS_1