Villain Princess

Villain Princess
21


__ADS_3

Fallona menatap Seseorang di depannya dengan pandangan datar. Ia tak habis pikir. Mimpi apa sebenarnya ia kemarin, sampai-sampai dua hari ini ia selalu bertemu dengan Regan.


Dan Fallona berfikir. Kenapa orang ini berada di istana? Apa ada urusan mendesak? Sampai-sampai ia tidak pulang ke kediaman nya dan menetap di istana.


Kenapa juga di pagi hari yang cerah ini ia bertemu dengan Regan. Membuat moodnya hancur. Dan juga setelah kejadian kemarin, ia sedikit waspada pada orang didepannya ini.


Dan yang paling aneh adalah


KENAPA DI RUANG MAKAN YANG LUAS INI HANYA ADA DIRINYA DAN SI MENJEGKELKAN REGAN!!?


Sebenarnya kemana semua penghuni istana? Kenapa hanya ada dirinya dan Regan?


Fallona tak habis pikir. Kalau semua penghuni istana ini sibuk, kenapa ia diundang untuk datang kesini? Apa ia di undang hanya untuk meramaikan istana ini agar tidak terlihat sepi?


Kalau memang niatnya seperti itu. Mending Fallona rebahan di kediaman nya sendiri. Yah, kecuali kalau ia di gaji satu karung emas per-hari. Ia akan dengan sukarela untuk tinggal di istana ini.


Beberapa pelayan datang membawa makanan. Menyajikan makanan di meja. Ada banyak jenis makanan.


Melihat makanan yang tersaji di depannya. Membuat Fallona menegguk ludahnya kasar. Perutnya tiba-tiba merasa lapar.


Keningnya menggerut saat melihat ada yang kurang dari makanan di depannya. Matanya bergulir mencari makanan yang ia inginkan tapi ia tak kunjung menemukannya.


Melihat gelagat aneh Fallona, seorang pelayan bertanya," Ada yang bisa saya bantu, Lady?"


Fallona menatap pelayan di depannya,"Apa tidak ada Macaron?"


Pelayan didepannya tersenyum,"Apa anda ingin memakan Macaron?" Mendengar pertanyaan itu, seketika Fallona mengangguk antusias.


Pelayan itu membungkukan badan,"Baik, Lady. Akan saya siapkan."


"Terimakasih. Maaf kalau merepotkan kalian."

__ADS_1


"Tidak masalah, Lady. Saya senang membantu Anda." Setelah itu para pelayan berpamitan untuk pergi. Meninggalkan Fallona dan... Regan:^)


Fallona menatap Regan datar. Lalu, pandangan nya beralih ke arah makanan yang tersaji di depannya.


Saat menatap Regan entah kenapa ia tiba-tiba merasa kesal. Untung saja ada makanan yang bisa menyelamatkan moodnya.


Fallona mengambil beberapa makanan dan mulai menyantap nya. Kepalanya bergerak saat merasakan rasa makanan yang ia santap. Seperti yang ia duga. Makanan istana tidak pernah gagal.


Saat sedang menikmati makanan. Regan tiba-tiba bersuara,"Hoi."


Fallona menoleh sekilas, dan kembali menatap makanan nya. Regan yang melihat itu seketika kesal, ia merasa di acuhkan."Oi, aku memanggil mu."


Regan menggeram kesal karena sekali lagi panggilannya di acuhkan. "Fallona, Aku memanggil mu. Kau tuli ya?"


Kali ini Fallona menatap Regan,"Ada apa?"


"Aku dari tadi memanggil mu bodoh." Ucap Regan dengan nada tinggi.


Sebenarnya Fallona cukup terhibur melihat raut wajah kesal dari Regan," Seperti nya telinga mu harus diperiksa."Ucap Regan sinis.


Memutar matanya malas,"Asal kau tau Regan. Nama ku itu Fallona bukan 'Hoi' atau 'Oi' . Jadi, jika aku tidak menoleh itu bukan salah ku. Tapi, salah mu."


"Terserah." Ucap Regan ketus.


Mendengar jawaban ketus dari Regan, Fallona hanya mengangkat bahu tak peduli. Ia melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


Fallona mengambil beberapa makanan lagi. Ia masih lapar. Lagipula ia juga sedang menunggu Macaron nya. Kalau menunggu tanpa makan akan sangat membosankan.


Di sisi lain--Regan. Pria itu menatap Fallona dengan mata melebar. Tidak ia sangka kalau gadis di depannya ini ternyata sangat rakus. Bahkan porsinya dua kali lipat darinya. Matanya semakin melebar saat melihat Fallona menggambil dua potong ayam dan satu daging sapi. Bahkan gadis itu juga mengambil satu porsi salat dan lima macam buah.


Gadis itu juga menuangkan susu almond yang memang sudah di siapkan khusus untuk nya. Kalau tidak salah hitung, ini sudah gelas ke 5.

__ADS_1


Tapi, saat melihat Fallona makan. Regan jadi ikut merasa lapar. Jadi, ia mengambil makanan dengan porsi sedikit.


Terdengar pintu terbuka dan terlihat ada tiga pelayan yang memasuki ruangan.


Fallona terpekik pelan saat melihat Macaron dihidangkan di depannya. Matanya semakin berbinar saat melihat ada cupcake dan biskuit yang ikut disajikan didepannya. Setelah menyajikan makanan, para pelayan itu berpamitan untuk pergi.


Setelah menghabiskan makanan dan minum. Fallona mengambil Macaron dan memakannya. Ia makan sambil bersenandung pelan.


"Fallona, Aku ada satu pertanyaan untuk mu?"Tanya Regan dengan sorot mata serius.


Fallona menatap Regan dengan sebelah alis terangkat. Keningnya mengerut saat melihat raut wajah Pria di depannya.


"Kamu,,, Sebenarnya siapa?"


Fallona yang tadinya ingin memakan cupcake menghentikan niatnya. Menatap Regan dengan pandangan bertanya.


"Apa maksudmu?"Tanya Fallona bingung.


"Fallona yang kukenal tidak menyukai makanan manis."Ucap Regan dengan pandangan datar.


####


Author gak tau ini lagi nulis apa.🙂


tapi, Semoga kalian suka.


Maaf banget, Author lagi sibuk jadi gak bisa sering² update.


Terimakasih untuk para pembaca yang masih setia menunggu update-an Author.🥰


Luv you<3

__ADS_1


__ADS_2