
Fallona termenung. Ia masih memikirkan tentang kejadian tadi. Apa nasibnya tidak bisa dirubah? Kemunculan tokoh antagonis membuat nya takut dan ragu akan keselamatan nasibnya.
Benjamin Eugene Frederick, termasuk dalam katagori tokoh sadis, sangat sadis. Ia bahkan tak segan-segan membunuh seseorang yang mencoba menyakiti orang yang disayanginya. Selain Adelio, tokoh yang wajib di jauhi itu Benjamin. Sayangnya Fallona lupa karena terlalu berpatokan pada sang tokoh utama.
Semakin hari Fallona merasa hidupnya semakin diambang Kematian. Dimulai dari tokoh utama, Lalu tokoh antagonis. Besok siapa lagi? Sekalian aja ketemu sama semua karakter. Fallona merasa kesal. Padahal baru aja kemarin Fallona merasa mempunyai semangat hidup yang tinggi.
...Tok tok tok...
Pintu diketuk pelan, disusul dengan suara Sireya."Lady, ini saya Sireya "
"Masuk."
"Lady, Anda mendapatkan surat undangan."
Alis Fallona mengerut, merasa bingung siapa kah orang gila yang berani mengundang dirinya, "Dari siapa?"
"Dari kediaman Duke Frederick."
Mendengar itu Fallona tersedak, Tersedak angin. Tiba-tiba saja tenggorokannya menjadi kering.
Sireya buru-buru menaruh surat dan menuangkan teh yang kebetulan ada di meja samping tempat tidur." Anda baik-baik saja?"
Fallona buru-buru mengambil Teh dari tangan Sireya, Lalu meminum teh itu dengan sekali teguk.
Fallona menghela nafas lega, tenggorokannya sedikit membaik, "Aku baik-baik saja."
Cepat sekali. Padahal kejadiannya baru tadi. mungkin sekitar satu sampai dua jam yang lalu.
"Kalau begitu saya pamit undur diri, Lady." Setelah itu, Sireya keluar dari kamar. Meninggalkan Fallona yang termenung dengan wajah pucat pasi.
Dengan gemetar mengambil surat yang kebetulan ditaruh di mejanya.
...***...
...Salam untuk Lady Fallona....
...Saya sekali lagi meminta maaf untuk kejadian tadi. Dan seperti yang Anda katakan tadi, Saya akan bertanggungjawab. Anda bisa meminta apapun pada saya....
...Saya mengundang Anda untuk datang ke kediaman Saya, Yaitu mansion Duke Frederick. Atau kalau Anda tidak bisa datang ke kediaman Saya, Saya yang akan datang ke kediaman Anda....
...Mohon balas surat ini dengan cepat, Lady. Saya menunggu....
...Salam Dari: Benjamin Eugene Frederick....
__ADS_1
......***......
Tiba-tiba saja tubuhnya merasa merinding. Fallona memandang surat itu dengan pandangan ngeri. Entah kenapa setelah membaca surat itu hatinya merasa was-was. Seperti pertanda kalau Ia membalas surat itu, Hidupnya akan tidak tenang.
Fallona merasa ragu untuk membalas surat itu. Tapi kalau tidak di balas, Mungkin Si Benjamin itu akan datang ke mansion nya dan akan menimbulkan masalah besar. Fallona tidak mau itu terjadi. Ia berusaha keras untuk tidak menimbulkan masalah besar yang mungkin saja bisa menimbulkan Sad ending untuk nya.
Dengan berat hati, Fallona membalas surat tersebut. Meskipun di hatinya merasa ragu, Ia tetap memaksakan dirinya untuk membalas surat. Lagipula tidak ada ruginya juga untuk datang ke mansion Si Benjamin itu. Fallona datang hanya untuk mengambil hadiah yang dijanjikan Benjamin. Hanya itu, tidak lebih. Selebihnya Ia akan pulang.
Oke, Fallona sudah memutus kan. Ia akan datang.
......***......
Salam untuk, Tuan Benjamin.
Dengan datangnya surat ini, Saya memutuskan untuk datang ke mansion Anda. Saya akan datang ke mansion anda 3-5 hari.
Saya datang hanya untuk mengambil hadiah yang Anda janjikan. Jadi, mohon kerjasamanya.
Sekian dari Saya,
Surat dari\= Lady Fallona Shannon Aldridge.
......***......
Fallona menyuruh pelayan untuk mengirimkan surat ke kediaman Duke Frederick. "Semoga keputusan ku untuk ke kediaman Benjamin tidak meninggalkan masalah." Setelah itu Fallona tidur untuk mengembalikan energi nya yang terkuras.
Keesokan paginya Fallona berangkat ke Akademi dengan menaiki kereta kuda. Fallona masih belum terbiasa naik kereta kuda, perutnya selalu merasa mulas dan ingin muntah. Guncangan di kereta juga membuat nya sedikit pusing.
Pemandangan menuju Akademik lumayan jauh. Untung saja pemandangan yang di sajikan saat perjalanan membuat nya tidak terasa membosankan. Pemandangan indah dan asri. Fallona sangat menyukainya.
Saat sampai di akademi. Fallona melihat kalau tempat ini masih sepi. Mungkin ada, tapi hanya beberapa siswa. Bahkan mungkin jumlahnya tidak sampai 10. Fallona berfikir, apa Ia datang terlalu cepat?
Jadi, sambil menunggu siswa lain datang. Fallona memutuskan untuk berkeliling akademi. Fallona jadi teringat sekolah nya yang dulu. Di banding dengan sekolah nya dulu, tempat ini jauh lebih megah. Mungkin karena ini sekolah khusus bangsawan? Setau Fallona kalau Bangsawan itu terlalu menjujung ego mereka. Ego mereka sangat tinggi. Mungkin karena itu akademi ini di bangun dengan sangat mewah. Apalagi akademi ini dibangun oleh para bangsawan.
"Oh, Lady Fallona."Tiba-tiba ada suara yang menyapanya dengan suara sedikit meremehkan.
Fallona mengerut, Ia melihat pria yang berdiri di depannya dengan pandangan bertanya. Fallona tak mengenalnya. Pria itu terlihat tampan. Tapi, untung saja sekarang Ia sedikit kebal dengan pria tampan.
"Emmm,,siapa?"
Pria di depannya sedikit terkejut, Lalu beberapa detik kemudian tertawa. Fallona memandang Pria itu aneh. Ada apa dengan orang ini, pikir Fallona.
"Maaf, Anda siapa?" Sekali lagi Fallona bertanya tapi sekarang dengan nada sedikit jengkel.
__ADS_1
Pria itu menjawab dengan sedikit terkekeh, "Jadi, rumor kalau Lady Fallona lupa ingatan itu benar?"
Entah ini perasaan Fallona atau apa, tapi Fallona merasa kalau pria didepannya ini seperti mencemooh nya?
"Baiklah, baiklah. Aku akan memberi tau namaku." Pria itu menjawab setelah Ia melihat raut wajah Fallona yang terlihat kesal. Sikap pria itu sangat menjengkelkan. Padahal ini pertemuan pertama mereka.
"Lady Fallona yang terhormat. Nama saya adalah Edward Alarick Wales, Putra kedua dari Marques Wales. Salam kenal lagi, Lady." Setelah memperkenalkan diri, Ia mencium punggung tangan Fallona.
Fallona terkejut dan badannya sedikit bergetar. Ia memundurkan badannya. Entah kenapa di pengelihatan Fallona, Ia melihat ada tanduk di kepala Pria itu. Fallona semakin takut. Saat itu Ia hempasan kan tangan Edward dengan kasar lalu berlari dengan kencang, meninggalkan Edward yang terdiam kebingungan.
Fallona berlari kencang. Entah kemana ia akan lari, ia tak tau. Yang ada dipikirannya Ia harus cepat-cepat kabur. Entah dosa apa yang ia perbuat hari ini, Kenapa pagi-pagi seperti ini Ia dipertemukan dengan setan seperti Edward.
Kalian masih ingatkan dengan Edward? Edward Alarick Wales. Edward adalah salah satu protagonis pria yang turut berpartisipasi dalam pembunuhan Fallona. Sekaligus budak cinta dari seorang Isabella Reymond.
Fallona menolehkan kepalanya ke belakang. Memastikan kalau Edward tidak mengejarnya. Mungkin karena Fallona terlalu Fokus ke belakang, Ia menabrak seseorang dan terjatuh. Saat ingin meminta maaf, Ia terdiam saat tau siapa orang yang ia tabrak. Fallona ingin menangis saja rasanya. Setelah Ia lolos dari Edward, Fallona malah ketemu Iblis.
"Hallo, Lady. Kita bertemu lagi dengan keadaan yang sama." Kata pria itu sambil tersenyum, "Dengan Anda yang terjatuh, tapi bedanya Anda lah yang menabrak saya."
Bahu Fallona lemas. Ini sama saja dengan keluar dari kandang harimau, masuk lagi ke kandang serigala.
Kalian tau orang yang ia tabrak siapa? yah, Ia adalah Benjamin.
Fallona semakin was-was saat Benjamin berjongkok di depannya, dengan badan condong ke arahnya." Senang sekali bertemu dengan Anda. Saya menjadi bersemangat setelah bertemu dengan Anda."
Fallona tidak menjawab. Ia bingung mau menjawab seperti apa. Benjamin membantu Fallona berdiri.
"Lady, Saya menunggu Anda untuk datang ke kediaman saya. Saya sangat menantikan itu, jadi Anda harus datang tepat waktu."
Setelah mencium punggung tangan Fallona. Benjamin pergi begitu saja. meninggalkan Fallona yang mematung sambil mencerna kejadian yang di alaminya barusan.
Omake
Benjamin melihat surat yang baru saja Ia baca. Entah kenapa setelah membaca surat itu hatinya merasa sangat senang dan perutnya dipenuhi dengan kupu-kupu.
"Fallona Shannon Aldridge,,,Kenapa kamu menjadi sangat menarik sekarang? Aku takut kalau orang lain akan menyukai mu."
Ia menyeringai, "Aku menantikan mu."
Benjamin mencium surat itu, sambil tersenyum. Surat ini mempunyai bau seperti pemilik nya. Wangi yang membuat nya menjadi candu.
Benjamin memejamkan matanya sambil memegangi jantung nya yang berdetak kencang, "Sepertinya aku akan Gila."
Benjamin tertarik pada Fallona setelah gadis itu menjambak rambutnya.
__ADS_1