
Ini cerita tentang seorang anak yang tinggal di Tokyo, nama nya adalah Kena. Dia berumur 9 tahun, dia adalah anak yang pendiam, sedikit malas, bersifat dingin, dan dia juga benci keramaian, walaupun begitu dia tetap memiliki sifat yang baik, sopan dan jujur kecuali tentang perasaan.
Kena menggunakan penutup mata di sebelah kiri matanya, dia juga menggunakan topi, gaya rambut nya pendek dan poni nya hanya sebelah menutupi mata kiri nya, rambut nya berwarna hitam, mata nya berwarna merah dan biru, warna merah di sebelah kiri dan biru sebelah kanan.
Dia tinggal bersama kakak nya di Tokyo, dia jarang keluar rumah karena dia tidak suka keramaian, dia hanya sering keluar rumah saat malam hari dan pergi ke rooftop di gedung gedung tinggi, karena suasana nya tenang tidak ada yang menggangu.
Kena memiliki masalalu yang kelam yang tak bisa dia lupakan karena sudah membekas di hatinya.
****
Kena hidup sebatang kara sejak umur 5 tahun, hingga akhirnya dia diadopsi oleh panti asuhan yang menemukan nya di dekat hutan, dia di rawat oleh ibu nya hingga umur 5 tahun dan dia dibuang, dia tidak ingat apa apa karena dia masih kecil.
Kena di temukan oleh panti asuhan Tokyo, dia sangat pendiam dan tidak memiliki teman, dia tidak pernah di ajak bicara oleh siapa pun kecuali Kakak yang mengurus anak-anak di panti, nama nya adalah Kak Sakurai, dia selalu baik kepada Kena.
Kena selalu menyendiri di pojokan atau ruangan-ruangan yang sepi dan tidak ditempati anak-anak main, Kak Sakurai melihat itu merasa kasian pada Kena karena tak mempunyai teman, tidak ada yang mengajak nya bermain bahkan berbicara.
Suatu hari Kak Sakurai sedang berjalan kesana kesini karena harus mengurus anak-anak, setelah selesai dia melihat Kena yang sedang menangis di pojokan, dia lalu menghampiri Kena dan bertanya
"Hei apa yang terjadi? "
Kena menjawab nya dengan menggelengkan kepala dan berusaha menghentikan tangisan nya
__ADS_1
"Apakah terjadi sesuatu? " Kak Sakurai tidak yakin dengan jawaban Kena yang hanya dengan menggelengkan kepala, jadi dia meyakin kan jawaban Kena lagi
"Ti-tidak apa-apa Kak" jawab Kena dengan berusaha tersenyum
"Hei katakan saja pada Kakak ada apa, apa kau di jahili? "
"Saat aku sedang menyisir poni ku, tiba-tiba anak-anak itu bilang 'dasar siluman, kenapa kau harus di sini, siluman sepeetimu tidak pantas di sini, kau hanya menakut nakuti anak-anak yang lain' mereka bilang seperti itu seakan-akan sudah tau segalanya" jelas Kena
"Ah, tidak perlu kau pikirkan, mereka itu tidak tau apa-apa tentang diri mu, jadi jangan kau masukkan hati ya" jelas Kak Sakurai dengan senyum, Kena hanya mengangguk.
****
Saat itu Kena berumur 5 tahun, tepat nya setelah 1 bulan di rawat panti asuhan, dia di panti asuhan sampai berumur 6 tahun.
Keluarga itu memang baik pada awal nya, tapi saat kecelakaan terjadi dan menimpa Hikari ibu tiri Kena, dan dia meninggal. Keluarga itu jadi membenci Kena dan mereka bersikap seenak nya dengan Kena, dia terus di suruh-suruh, selalu di pukuli jika membuat kesalahan walau pun kesalahan kecil dia tetap di pukuli, bahkan dia di hukum tidak boleh makan selama satu hari hanya karna kesalahan kecil yang tidak fatal.
Begitulah kehidupan Kena saat ini di keluarga itu, dia berfikir lebih baik mati dari pada tersiksa seperti ini.
Suatu saat Kena sedang di suruh mencari kayu di hutan karena ayah tiringa menyuruh nya untuk mencari kayu agar dia bisa bekerja, padahal kayu milik ayah nya masih cukup untuk bekerja. Kena berusaha mencari kayu di dalam hutan yang lebat,gelap dan menyeramkan, tapi kegelapan itu tidak bisa menakuti Kena sedikit pun, mungkin karena Kena sudah terbiasa dengan kegelapan saat dia di kurung setiap saat di ruangan gelap.
Kena sudah berkeliling hingga 7 kali tapi tidak menemukan kayu satu pun, badan kecil nya itu mulai kelelahan karena kemarin dia tidak makan seharian, dia terus mencoba mencari hingga 10 kali berkeliling di hutan itu tapi tidak membuat kan hasil, Kena terpaksa pulang tanpa membawa apapun
__ADS_1
Kena sudah pasrah kalau dia harus di pukuli oleh ayah nya dan di hukum tidak boleh makan satu hari, dia berjalan menahan kelelahan nya demi bisa sampai di rumah, karena jika dia tidak sampai dia rumah dia akan mendapat hukuman lebih berat lagi
setelah sekian lama berjalan dia pun sampai di rumah nya yang sudah di tunggu oleh ayah nya di sana, dengan muka yang menyeram kan dan menahan kemarahan, Kena sudah menduga ini akan terjadi.
Setelah sudah di depan ayah nya, dia langsung di marahi oleh ayah nya sambil membawa tongkat kayu bersiap memukuli Kena
"Hei kenapa kau tidak pernah benar dalam bekerja, selalu membuat masalah, pulang terlambat bahkan tidak membawa apa pun, apa kau mau ku hukum lagi HA!!!! " Hatori membentak Kena bersiap memukuli nya
"Ma-maaf ayah aku sudah berusaha mencari di sekeliling hutan, aku sudah berputar hingga 10 kali tapi tidak menemukan kayu satu pun, aku minta maaf tolong jangan hukum aku" kata Kena dengan muka menunduk dan mata berkaca-kaca
"Kau sudah membuat kesalahan tapi masih tidak mau di hukum, kau keterlaluan, aku menyesal mengadopsi anak seperti mu, hanya membuat masalah saja" bentak Hatori lagi sambil memukuli badan Kena yang kecil kurus itu
Kena mendengar ayah nya berkata 'aku menyesal mengadopsi anak sepertimu' dia langsung terdiam dan air mata mengalir menahan sakit dan kesedihan, hingga dia tak tahan lagi menahan emosi nya
"Apa kau tau aku juga menyesal menerima ayah sepertimu, andai ibu tidak pergi aku tidak akan seperti ini, jika aku tau kalau kau ayah yang seperti ini aku tidak akan menerima mu dari dulu" teriak Kena sambil menatap mata ayah tiringa itu dengan mata yang di penuhi air mata
"Kau sudah mulai Berani dengan ayah mu ya, dasar anak durhaka" bentak Hatori
"Kau bukan lah ayah ku sejak kau memperlakukan ku seperti ini, dan aku bukan lah anak mu bahkan aku ini juga tidak terima jika kau menganggap ku anak tiri sejak kau memperlakukan ku seperti ini, aku hanya mengakui ibu adalah ibu ku walau dia ibu tiri ku tapi dia sudah menyayangi ku tidak seperti mu" jelas Kena panjang lebar sambil berteriak
"Sudah diam, kau berani membentak ku, aku adalah ayah mu yang sudah menafkahi mu, dan ini balasan yang kau berikan untuk ayah yang menafkahi mu? "
__ADS_1
"Sudah kubilang kau bukan lah ayah ku, dan kau itu hanya menafkahi ku saat ibu masih ada, dan sekarang karena ibu sudah pergi kau memperlakukan ku seperti hewan, tidak di beri makan apa pun, dan ingat akulah yang membantumu mencari apa yang kau mau" jelas Kena lagi sambil berjalan masuk ke rumah dan memasuki kamar nya
Hatori yang mendengar itu terdiam dan mulai geram menahan emosi.