
Setelah istirahat seharusnya ada mata pelajaran lagi namun karena para guru sedang ada rapat dadakan jadi kelas di liburkan. Kelas 1-C pun terlihat ramai, begitu juga kelas lain nya.
Para anak-anak kelas 1-C ada yang mengobrol, makan dll, sedangkan Kena hanya duduk diam di bangku nya sembari membaca buku, sebenarnya dia sedikit terganggu karena kebisingan yang ada di kelas, Kena jadi tidak fokus membaca
Di saat Kena sedang membaca, tiba-tiba Rara ber tanya
"Hei Kena, kau tinggal di mana? " tanya Rara
Kena langsung menoleh menatap Rara
"Aku tinggal di Cafe Susaki, tempatnya hanya berjarak beberapa blok dari rumah mu" jawab Kena
"Oh"
Kena lalu kembali membaca buku nya
"Emm Kena, aku pergi ke kamar mandi dulu ya" pamit Rara tiba-tiba
"Silahkan, tidak perlu izin dengan ku" ucap Kena tanpa mengalihkan pandangan dari buku nya
Rara pun berdiri dan berjalan keluar kelas menuju toilet. Kena yang sedang fokus membaca buku itu pun kembali harus menghentikan aktifitas nya karena beberapa siswi yang mendekati nya
"Hai" celetuk salah satu siswi berambut pendek berwarna coklat
"Ya" ucap Kena singkat
"Nama mu Kena kan, aku Aratha, umur ku 12 tahun, salam kenal ya Kena" sambungnya dengan senyum manis
"Iya salam kenal" jawab Kena
"Oh ya dan aku Kelly salam Kenal" ucap salah satu siswi berambut panjang berwarna kuning cerah
"Dan aku kiya salam kenal juga" sambung siswi lain berambut pendek se bahu berwarna hitam
"Iya salam kenal juga" jawab Kena tanpa ekspresi
"Jadi kita sudah berteman kan? " celetuk Aratha
"I-iya tentu" jawab Kena
"Bagus, jadi kita sudah berteman" ucap Kelly senang
"Baiklah Kena, kita mau kembali ke bangku dulu, jika kau ingin mengobrol dengan kami silahkan saja" jelas Kiya denga senyum
Kena hanya mengangguk sembari menatap 3 punggung siswi yang baru saja jadi teman nya menjauh, Kena lalu kembali membaca buku nya. Tak lama Rara kembali dari toilet lalu duduk di sebelah Kena sambil mengintip apa yang di baca Kena, Kena langsung menoleh dan menatap Rara
"Ada apa? " tanya Kena
"Apa aku boleh pinjam buku mu nanti setelah kau selesai membaca? " tanya Rara
"Emm lebih baik kau baca buku ku yang lain saja, aku bawa 3 buku novel silahkan pilih yang kau mau" jawab Kena sembari mengeluarkan dua buku novel dari tas nya
"Baik, trimakasih" ucap Rara
Rara lalu memilih salah satu buku dan membaca nya di samping Kena, mereka berdua membaca buku bersama-sama, Rara begitu tertarik dengan buku novel Kena hingga dia membaca nya tanpa mau ada yang mengganggu.
__ADS_1
***
Bel pulang sekolah pun berbunyi, para siswa berhamburan keluar kelas, sedangkan Kena masih diam duduk di bangku menunggu keramaian mereda, dan Rara sudah duluan keluar kelas. Setelah keramaian mereda, Kena lalu menenteng tas ransel nya dan pergi keluar kelas dan menyusuri lorong dan beberapa kelas
Sesampainya di pintu keluar yang bersebelahan dengan pintu masuk dan juga terbuat dari kaca, Kena termenung sesaat lalu kembali melangkah dan keluar sekolah
Kena berjalan dan memandangi sekeliling halaman sekolah
"Kenaaa ayo sinii! " teriak Rara sembari melambaikan tangan dari kursi taman, memang di halaman sekolah ada beberapa kursi taman
Kena yang mendengar teriakan Rara pun bergegas menuju kursi taman yang di tempati Rara, Kena duduk di sebelah Rara
"Kau pulang sendiri atau di jemput?" tanya Rara
"Aku di jemput" jawab Kena
"Ooh, di jemput siapa? " tanya Rara
"Emm, di jemput bunda" jawab Kena ragu
"Ooooh, kalau aku nanti pulang sendiri" ucap Rara
"Hmmm" Kena hanya mendehem saja
"Oh ya Kena, ini ku beri kau biscuit, aku tadi sengaja membeli ini untuk mu" celetuk Rara sembari menyodorkan sebuah biscuit
"Tidak perlu" jawab Kena
"Ayolah ambil saja, anggap saja balasan ku karena kau memberi ku roti tadi" ucap Rara dengan memelas
Biscuit Kena sudah habis, dia lalu mengambil tempat minum nya dan meminum air putih, dia kembali memandang sekitarnya
"Hei Kena, aku harus pulang sekarang, apa tidak apa kalau kau ku tinggal? " tanya Rara
"Iya tidak apa" jawab Kena
"Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan ya baaay" ucap nya sembari melambaikan tangan, Kena hanya membalas melambai tanpa ekspresi
Kena duduk sendiri di bangku sambil membaca buku nya, saat sedang membaca tiba-tiba ada 4 orang siswa laki-laki yang datang dan duduk di sebelah Kena sehingga Kena duduk terhimpit 4 laki-laki itu
"Cckk, kenapa selalu ada yang menggangguku saat sedang membaca" gerutu Kena dalam hati
"Hei aku tidak pernah melihat mu, kau murid baru ya? " tanya salah satu pria
Kena hanya diam dan tetap fokus dengan buku nya, dia tidak mempedulikan pria-pria di sebelah nya
"kamu sendirian ya, mau ku antar pulang gak? " tanya pria itu
Kena tetap fokus pada buku nya, tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan tidak penting itu
"Ck, ni cewek sombong banget sih" gerutu nya
"Iya nih, kalo ada orang nanya ya di jawab dong" protes pria berambut pirang
Kena tetap tidak menghiraukan mereka, dia berusaha fokus membaca walau pun sebenarnya diri nya sangat terganggu
__ADS_1
"Ngeselin banget ni cewek" gerutu pria berambut merah
Pria berambut pirang tiba-tiba menyentuh tangan Kena dan menariknya sembari berdiri, karena tangan Kena di tarik, buku Kena jadi terjatuh dan kotor
"Kalau kamu gak mau jawab apa-apa mending ikut kita deh biar kamu nanti bakal 100 persen mau jawan pertanyaan kita" ketus pria berambut pirang
Kena sudah sangat kesal, kesabarannya habis karena buku novel nya jatuh ke tanah di tambah para pria ini sangat cerewet dan mengganggu nya
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan yang tidak penting" ketus Kena dengan muka datar
Kena lalu berusaha melepas cengkraman tangan pria itu, pria itu semakin erat mencengkeram pergelangan tangan Kena, Kena yang sudah sangat-sangat kesal karena dia tidak bisa mengambil buku nya yang basah terkena genangan air karena semalam hujan, dia menoleh melihat buku nya yang sudah basah dan kotor
Kena yang melihat itu amarahnya sudah memuncak, dia lalu menoleh menatap tajam pria berambut pirang yang sedang mencengkeram tangan nya itu, tatapan mata Kena berubah menjadi sangat menyeramkan, tangan nya mengepal kuat
"Ada apa, apa kau marah, kau kesal ya karena buku mu ku jatuhkan, hanya karena buku tidak perlu semarah itu kan, dasar kutu buku, sebagian besar kutu buku pasti lemah, iya kan?, sama seperti dirimu yang lemah ini" celoteh pria berambut pirang itu dengan senyum mengejek
Kena sangat-sangat marah, dia sudah tidak bisa lagi menahan amarah nya, tangan nya mengepal kuat, tatapan nya membunuh ke arah pria itu
Kena langsung melepas cengkraman pria itu dengan mudah dan tatapan nya terus menatap ke arah pria itu, dia lalu mengambil buku nya dan menatap buku nya yang sudah basah dan kotor, hampir sepenuh nya buku itu basah
Kena langsung berbalik menatap tajam pria berambut pirang itu lalu mendekat, dia melempar buku nya ke bangku
"Apa, mau coba melawan?, ayo coba saja, siapa takut" ancam pria itu
Kena melihat sekeliling, halaman sekolah sepi, dia lalu kembali melangkah mendekat dan menatap pria itu, Kena berhenti tepat di depan pria itu dan dengan gesit dia menendang dagu pria itu dengan meluruskan kaki ke atas
"Aarrghh" teriak pria rambut pirang itu
Kena menurunkan kaki nya lalu mendekat dan menarik kerah baju pria itu, tangan kirinya mencekik leher pria itu dengan sangat kuat sampai pria itu merintih kesakitan, tatapan nya tiba-tiba berubah drastis, mata nya menjadi mata harimau dan taring tumbuh di giginya, kukunya pun menjadi sangat tajam
Kena tidak dapat mengontrol emosi nya, ketiga teman pria itu berusaha melawan namun gagal dan mereka berlari kabur
Nafas kena menjadi tidak beraturan, cengkraman tangan nya yang mencekik pria itu semakin kuat
"Kakak sudah berhenti" teriak seorang anak laki-laki yang berlari mendekat ke arah Kena, ya dia adalah Saki
Saki langsung terkejut bukan main melihat Kena seperti itu, dia seakan tidak percaya melihat Kena seperti siluman harimau, Saki memberanikan diri menyentuh tangan Kena untuk menenangkan nya
"Ka-kakak, su-sudah lah, jangan sampai kakak dikendalikan amarah kakak" ucap Saki sembari memegang tangan kiri Kena dengan takut
Kena lalu perlahan mengendurkan cengkraman nya lalu melepas nya, dia sudah kembali normal dengan nafas terengah-engah, sedangkan pria itu langsung ketakutan dan berlari kabur, tidak lama Sakura datang
"Ada apa ini? " tanya Sakura, Saki memang ingin ikut menjemput Kena
"Emmmm" Saki terlihat bingung untuk menjelaskan
Nafas Kena masih tidak beraturan, dia lalu menatap buku nya yang sudah basah dan kotor itu dan bergumam
"Buku ku" gumam nya
Sakura lalu melihat buku yang di tatap Kena, itu adalah buku novel Kena yang selalu Kena bawa, Sakura lalu mengambil buku yang basah itu dan menoleh menatap Kena yang terlihat dari tatapan nya sangat marah
"Sudah, nanti kita beli lagi" ucap Sakura
"Sekarang ayo kita pulang" ajak Sakura
__ADS_1
Mereka bertiga pun pulang ke rumah Sakura terlebih dahulu baru ke cafe.